Kehidupan di Mars Terungkap Berkat Data dan Penelitian Terbaru

Telset.id, Jakarta – Kehidupan di Mars terungkap berkat data dan penelitian terbaru para ilmuwan di University of California San Diego, Amerika Serikat. Data apa saja yang terungkap?

Kehidupan di Mars, berdasarkan temuan para peneliti, menunjukkan hasil nan mengejutkan setelah mempelajari data seismik dari misi Mars InSight NASA.

Menurut penelitian, seperti Telset kutip dari Gadgets360, Minggu (14/8/2022), permukaan bawah Mars memiliki sedikit atau bahkan tidak ada bukti air.

Hasil mengejutkan kemudian didapatkan setelah pendarat Mars InSight tiba di Elysium Planitia atau permukaan datar yang halus di dekat ekuator Mars.

BACA JUGA: 

Pendarat InSight mempelajari bawah permukaan planet merah yang menggali sekitar 300 meter di bawah lokasi pendaratan. Di sana bukti terungkap.

Data seismik mengungkapkan bahwa ada bukti air yang dapat diabaikan.  Hasil pengamatan para ilmuwan menemukan kerak Mars lemah dan keropos.

“Sedimen tidak tersementasi dengan baik. Tidak ada es atau tidak banyak es yang mengisi ruang pori-pori,” kata Vashan Wright, penulis studi tersebut.

Namun demikian, Wright menyatakan bahwa temuan itu tidak menghilangkan gagasan es yang ada atau berkontribusi terhadap mineral lain di Mars.

Para peneliti percaya bair tidak ada dalam bentuk cair, tapi merupakan bagian dari struktur mineral. Rekan penulis Michael Manga coba menjelaskan.

Ie menguraikan bahwa jika air membuat kontak dengan batu, akan menghasilkan satu set mineral baru seperti tanah liat. Bahkan, di sana terdapat semen.

“Ada beberapa semen, tetapi bebatuannya tidak penuh dengan semen. Kurangnya sedimen yang disemen menunjukkan kelangkaan air akut,” tambahnya.

Kelangkaan air akut di planet merah,  Manga mengutarakan, berada persis 300 meter di bawah lokasi pendaratan pesawat ruang angkasa InSight

Misi InSight dimulai pada 2018 lalu dengan tujuan u mempelajari gempa Mars. Instrumen yang ada di pendarat mengukur getaran di permukaan Mars.

Wright dan tim telah mempelajari getaran itumenggunakan pemodelan komputer fisika batuan untuk menyimpulkan jenis mineral yang dilalui getaran.

Mineral yang berbeda akan memengaruhi kecepatan seismik dengan cara tertentu. Simulasi model batuan menunjukkan tentang lapisan bawah permukaan.

BACA JUGA: 

Sebagian besar terdiri atas mineral tidak tersementasi. Para ilmuwan percaya, jika kehidupan ada di Mars, kemungkinan akan berada di bawah permukaa.

Sebab, di sana memiliki lapisan pelindung untuk mencegah radiasi. Sekarang, para peneliti menanti misi pengembalian sampel untuk mempermudah studi. [SN/HBS]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0