Lihai Mengecoh Lawan, Begini Kata Sains Soal Kehebatan Diego Maradona

Telset.id, Jakarta – Diego Armando Maradona merupakan legenda sepak bola dunia dengan kemampuan menakjubkan. Sang maestro sepak bola ini bisa dengan lihai mengecoh lawan main dengan dansa magisnya yang sangat menarik untuk ditonton.

Mungkin ada satu pertanyaan yang muncul di benak para penggemar Diego Maradona, yakni bagaimana bisa ia menjelma sebagai salah satu pemain sepak bola terhebat sepanjang masa?

Salah satu studi yang dilakukan oleh profesor ilmu olahraga di Universitas Willamette, Stasinos Stavrianeas, mungkin bisa menjawab pertanyaan tersebut. 

Menurut tinjauan sains, postur tubuh sang pemain menjadi salah satu kunci mengapa Diego Maradona menjadi pemain sepak bola dengan kemampuan yang hebat.

Sekadar informasi, Diego Maradona adalah pemain dengan postur tubuh 1,65 meter. Postur yang cukup pendek dibandingkan para pemain Amerika Latin atau Eropa yang postur tubuhnya rata-rata mencapai 1,8 meter bahkan mencapai 2 meter. 

Namun, postur pendek yang dimilikinya menjadi salah satu penyebab mengapa Maradona menjadi legenda sepak bola dunia. 

Dilansir Telset dari The Atlantic pada Kamis (26/11/2020), profesor Stasinos Stavrianeas mengatakan bahwa pemain dengan postur pendek cenderung lebih sigap.

{Baca juga: Maradona Meninggal, Bintang Sepak Bola Ucapkan Belasungkawa}

Ia mengatakan bahwa pemain dengan postur pendek dapat mengubah arah lebih cepat daripada orang bertubuh jangkung, dan mereka memiliki kendali yang lebih baik atas anggota tubuh mereka.

“Itulah yang membuat mereka lebih sulit dipahami oleh bek, dan itulah yang membuat mereka menjadi ancaman yang lebih baik,” kata Stavrianeas.

Selain itu, pemain dengan postur pendek seperti Maradona memiliki keseimbangan dan  pola langkah yang cepat. Contohnya saja saat aksi gol Maradona ketika Argentina melawan Inggris di Piala Dunia 1986. 

Diego Maradona mampu melakukan sprint sambil membawa bola dari tengah lapangan, kemudian melewati 5 orang pemain Inggris seperti Glenn Hoddle, Peter Beardsley, Steve Hodge, Peter Reid, Terry Butcher, dan kiper Peter Shilton.

Ia dengan lihat melewati dan mengecoh para pemain Inggris dengan postur yang lebih tinggi. Bahkan sang legenda sepak bola dunia tersebut mampu membuat para lawannya kewalahan sampai terjatuh.

“Orang yang lebih pendek memiliki pola melangkah yang lebih cepat,” jelas Stavrianeas.

Stavrianeas pun menilai, pemain dengan postur pendek seperti Maradona cenderung lebih sedikit diperingatkan wasit daripada pemain lebih tinggi. Alasannya, karena pemain dengan postur tinggi dihubungkan dengan prilaku agresi yang tinggi juga.

Bukan Cuma Diego Maradona 

Fenomena pemain berpostur pendek yang memiliki kehebatan sepak bola menakjubkan tidak hanya terjadi dalam diri Diego Maradona saja. Megabintang FC Barcelona, Lionel Messi juga memiliki postur tubuh sekitar 1,7 meter. 

Kehebatan Lionel Messi terbukti dengan kemampuannya meraih 6 kali penghargaan  pemain terbaik dunia Ballon d’Or. 

Menurut Wall Street Journal, salah satu penyebab Messi memiliki kemampuan hebat tersebut adalah karena postur tubuhnya yang pendek. 

Postur tubuh pendek membuatnya berhasil melewati pemain bertahan dan menggiring bola dengan cepat. 

“Messi menembus celah-celah kecil di antara para pemain bertahan yang hanya bisa dilewati oleh beberapa pemain lain,” kata WSJ. 

“Pusat gravitasinya yang rendah memungkinkan putaran secepat kilat yang menjadikannya salah satu penggiring bola tercepat di planet ini,” sambungnya. 

Sayangnya, anggapan bahwa pemain berpostur pendek memiliki kemampuan yang lebih baik dibantah oleh blogger Chris Anderson yang merujuk data dari Central European University di Budapest. 

{Baca juga: 7 Teknologi Canggih di Liga-liga Sepak Bola Top Dunia}

Anderson menilai bahwa pemain berpostur lebih tinggi cenderung bermain lebih baik dibandingkan tim yang kebanyakan pemainnya pendek.

Kehebatan Diego Maradona
Lionel Messi adalah pemain sepak bola dengan tinggi badan 1,7 meter  (Sumber gambar : Bisnis.com)

“Bagi saya, ini menceritakan kisah yang cukup kuat yaitu tinggi itu bagus, dan lebih tinggi umumnya lebih baik. Korelasinya adalah 0,53 kuat,” jelas Chris. 

Terlepas dari tinjauan sains mengenai kemampuannya, masyarakat dunia akan mengingat Diego Maradona sebagai legenda di dunia sepak bola. Maradona sendiri telah meninggal dunia pada 25 November 2020 di usia 60 tahun akibat serangan jantung.

Warganet dan bintang sepak bola mengucapkan belansungkawa atas kepergian pemain berbakat tersebut. Selamat jalan maestro sepak bola, Diego Maradona. (NM/MF)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0