📑 Daftar Isi

Ilustrasi printer 3D dan regulasi teknologi pemblokir senjata api di California

California Wajibkan Teknologi Blokir Senjata di Printer 3D

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • California mewajibkan produsen printer 3D menyematkan teknologi pemblokir senjata api setelah RUU ditandatangani Gubernur Gavin Newsom
  • California jadi negara bagian kedua setelah New York, disusul RUU serupa di Colorado dan Washington state
  • Kewajiban hanya berlaku untuk printer 3D yang belum terjual, tidak perlu retrofit unit lama
  • Berlaku setelah ASTM International menerbitkan standar, diawasi DOJ tiap kuartal 1 Juli 2027–1 Juli 2029
  • EFF menilai teknologi pemblokir tidak akan bekerja sesuai tujuan

Telset.id – California resmi mewajibkan produsen printer 3D menyematkan teknologi pemblokir senjata api ke dalam produk mereka, menyusul penandatanganan RUU oleh Gubernur Gavin Newsom. Langkah ini menjadikan California sebagai negara bagian kedua yang memberlakukan pembatasan senjata api pada printer 3D setelah New York, dan menandai babak baru regulasi perangkat manufaktur konsumen di Amerika Serikat.

Kewajiban tersebut tidak berlaku langsung. Teknologi pemblokir senjata api baru wajib diterapkan produsen setelah ASTM International, organisasi nirlaba yang menetapkan standar sukarela lintas industri, menerbitkan atau mengadopsi standar teknologi pemblokir senjata api untuk printer 3D. Selama standar itu belum terbit, persyaratan bagi produsen untuk membangun teknologi tersebut ke dalam model printer 3D mereka belum memasuki tahap implementasi.

Undang-undang ini juga hanya menyasar printer 3D yang belum terjual. Printer 3D yang sudah beredar di pasaran tidak perlu dimodifikasi dengan teknologi pemblokir senjata api, sebuah ketentuan yang menjawab salah satu kekhawatiran utama komunitas pencetakan 3D. Regulasi ini pun bukan larangan langsung terhadap printer yang tidak patuh, melainkan hanya mengatur penjualan dan pengalihan printer 3D, bukan kepemilikan atau penggunaannya.

a 3D-printed gun
Printer 3D kini masuk radar regulasi senjata api di California (Sumber: Tom’s Hardware)

Mekanisme Pengawasan dan Tenggat Standar

Dalam aturan tersebut, California Department of Justice (DOJ) diberi mandat memeriksa keberadaan standar setiap kuartal, dimulai paling lambat 1 Juli 2027 hingga 1 Juli 2029. Jika ASTM International belum menerbitkan standar hingga tanggal tersebut, maka DOJ tidak lagi diwajibkan memeriksanya. Konsekuensinya, proses penyusunan pedoman atau regulasi yang harus dipatuhi produsen untuk menjual printer 3D di California bisa saja tidak pernah dimulai.

Pendekatan ini berbeda dari sejumlah kebijakan teknologi lain di California yang bergerak lebih cepat. Sebagai perbandingan, negara bagian ini sebelumnya telah mengesahkan aturan soal Robotaxi Wajib Dampingi petugas darurat, serta beleid yang memastikan AI Tak Bisa Pecat karyawan secara sepihak. Pola regulasi yang menunggu standar industri juga terlihat pada isu lain, misalnya ketika California Larang AI menjadi dasar PHK dan pengawasan toilet karyawan.

Baca Juga:

Keterbatasan Deteksi dan Kritik EFF

Saat ini terdapat dua cara utama untuk mendeteksi apakah sebuah file cetak ditujukan untuk senjata api hasil cetak 3D. Pertama, file dicocokkan dengan basis data file senjata yang diketahui. Kedua, file dianalisis oleh model terlatih untuk menentukan apakah desainnya berpotensi digunakan sebagai senjata api. Namun, kedua teknik tersebut memiliki kelemahan.

Metode pencocokan basis data mudah dikalahkan hanya dengan memodifikasi file, misalnya mengubah ukurannya atau memecahnya menjadi beberapa bagian untuk dirakit kemudian. Sementara metode analisis model rawan menghasilkan positif palsu dan bisa menghalangi pencetakan laras, braket, tuas, tabung, serta komponen lain yang mungkin tampak serupa tetapi memiliki kegunaan sah yang sama sekali berbeda.

3D-printed gun parts on a display shelf
Berbagai komponen hasil cetak 3D yang kerap disalahartikan sistem deteksi (Sumber: Tom’s Hardware)

Inilah salah satu alasan Electronic Frontier Foundation pada Juni 2026 menyatakan bahwa “tidak ada dunia di mana teknologi yang diwajibkan itu benar-benar bekerja sesuai tujuan.” Undang-undang California berupaya menjawab kekhawatiran para penggemar pencetakan 3D dengan mewajibkan DOJ mendasarkan implementasinya pada standar yang ditetapkan ASTM International, bukan mendefinisikannya sendiri.

Dengan demikian, hingga kelompok standar tersebut menerbitkan atau mengadopsi satu standar dalam rentang waktu yang ditentukan, persyaratan bagi produsen untuk membangun teknologi itu ke dalam model printer 3D mereka tidak akan berlaku. Dua negara bagian lain, Colorado dan Washington state, juga memiliki RUU serupa yang mensyaratkan “fitur pemblokir” dan tengah bergulir di legislatif negara bagian masing-masing.

a 3D-printed "Glock switch" next to a seized gun
Salah satu contoh komponen senjata api hasil cetak 3D yang disita aparat (Sumber: Tom’s Hardware)

Regulasi ini menegaskan bahwa pembatasan di California tidak menyentuh kepemilikan maupun penggunaan printer 3D yang sudah ada di tangan pengguna. Fokusnya murni pada penjualan dan pengalihan unit baru, dan itupun baru aktif setelah standar ASTM International tersedia. Bagi komunitas pencetakan 3D, tenggat 2027 hingga 2029 menjadi penanda kapan ketidakpastian regulasi ini akan mulai terjawab atau justru menguap begitu saja.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.