πŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi pegunungan berskala Himalaya yang terkubur di bawah lapisan es Antartika sebagai bagian dari superbenua Gondwana.

Bukti Benua Gondwana Ditemukan di Bawah Es Antartika

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Dua geolog Australian National University menemukan bukti fragmen superbenua Gondwana di bawah es Antartika
  • Temuan dipublikasikan di jurnal Earth and Planetary Science Letters
  • Analisis dilakukan lewat zircon dalam sedimen laut, bukan pengeboran lapisan es
  • Data menunjukkan Antartika menyimpan banyak material saat Gondwana terbentuk 650–450 juta tahun lalu
  • 46 persen detrital zircon dan 55 persen butiran bertekanan tinggi pada periode Kambrium berasal dari Antartika
  • Temuan dikaitkan dengan awal evolusi cepat kehidupan atau Cambrian explosion

Telset.id – Dua geolog dari Australian National University mengklaim menemukan bukti fragmen superbenua Gondwana yang terkubur jauh di bawah lapisan es Antartika. Temuan yang dipublikasikan di jurnal Earth and Planetary Science Letters ini disebut dapat memberikan implikasi besar terhadap pemahaman manusia soal bagaimana kehidupan menyebar ratusan juta tahun lalu.

Gondwana sendiri merupakan massa raksasa yang pernah membentuk Afrika, Amerika Selatan, Antartika, Australia, anak benua India, dan sejumlah wilayah lain di belahan bumi selatan. Dalam studi tahun 2022, para ilmuwan sempat mengusulkan keberadaan rangkaian pegunungan raksasa berskala Himalaya yang terbentuk sekitar setengah miliar tahun lalu saat superbenua ini menyatu. Penemuan terbaru kini memperkuat dugaan bahwa jejak-jejaknya masih tersimpan di bawah es Antartika.

Menemukan bukti keberadaan superbenua raksasa bukan perkara mudah. Banyak rangkaian pegunungan Gondwana diperkirakan telah terkikis selama sekitar 500 juta tahun terakhir. Karena itu, tim peneliti tidak mengebor lapisan es tebal Antartika, melainkan menganalisis zircon yang ditemukan dalam sedimen laut. Zircon adalah mineral alami yang mengandung jejak uranium dan thorium, sehingga memungkinkan ilmuwan menentukan usianya.

Peta Gondwana di Bawah Es Antartika

Dari analisis tersebut, para peneliti menyusun peta perkiraan garis besar Gondwana yang berada di bawah Antartika. Data yang dihimpun menunjukkan Antartika menyimpan banyak material selama proses pembentukan Gondwana antara 650 dan 450 juta tahun lalu. Periode itu bertepatan dengan Cambrian explosion, yakni awal evolusi cepat kehidupan di Bumi sebagaimana terekam dalam catatan fosil.

Implikasinya, Antartika diduga menyimpan banyak sisa pegunungan berskala Himalaya yang pernah memungkinkan kehidupan berkembang, meski kini tertutup lapisan es tebal. Studi terbaru ini menyebut Antartika mungkin memainkan peran besar dalam proses tersebut.

β€œSekitar 46 persen detrital zircon dalam basis data global tertimbang, pada periode kritis dari dasar Kambrium hingga akhir Cambrian explosion, dan 55 persen butiran bertekanan tinggi, berasal dari Antartika,” tulis para peneliti dalam makalah mereka.

A view of mountains in Antarctica.

Kaitan dengan Awal Kehidupan di Bumi

Studi tahun 2022 yang lebih dulu terbit menyebut superbenua Gondwana mungkin ikut memicu munculnya kehidupan di Bumi melalui pengaruhnya terhadap dinamika global, termasuk iklim dan proses biologis terkait. Kasus tersebut dibahas secara rinci dalam sebuah makalah baru. Temuan dua geolog Australian National University ini menambah lapisan bukti bahwa Antartika bukan sekadar daratan beku, melainkan arsip geologis penting bagi sejarah awal kehidupan.

Sejumlah penelitian lain di bidang sains dan teknologi juga terus membuka pemahaman baru tentang fenomena alam maupun tubuh manusia. Misalnya, penelitian Stanford yang menyebut otak manusia sebenarnya terdiri dari dua organ. Ada pula upaya observatorium NASA yang memanfaatkan satelit mata-mata untuk pengamatan luar angkasa. Sementara itu, inovasi lain seperti breathalyzer pembakaran lemak menunjukkan bagaimana riset terus berkembang ke arah yang lebih aplikatif.

Meski demikian, temuan di Antartika ini masih bersifat awal. Para peneliti menyimpulkan hasil tersebut berdasarkan analisis zircon dalam sedimen laut, bukan penggalian langsung di bawah lapisan es. Data itu memberi gambaran soal distribusi material Gondwana, tetapi tidak secara langsung memetakan setiap puncak pegunungan purba yang dimaksud.

Yang jelas, hasil studi ini memperkuat gagasan bahwa Antartika menyimpan jejak penting dari periode ketika kehidupan di Bumi mulai berevolusi cepat. Bagi para peneliti, lapisan es di benua tersebut bukan hanya objek kajian iklim, tetapi juga kunci untuk membaca sejarah awal planet ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.