Telset.id – Bola resmi Piala Dunia 2026, Trionda, menjadi perbincangan hangat karena menggunakan teknologi baterai dan harus diisi ulang sebelum pertandingan. Bola buatan Adidas ini mengusung sensor chip 500 Hz untuk membantu wasit dan sistem VAR dalam membuat keputusan yang akurat.
Piala Dunia 2026 yang akan digelar di tiga negara, yaitu Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, dipastikan menjadi ajang sepak bola paling canggih secara teknologi. Salah satu inovasinya adalah bola Trionda yang memiliki chip sensor gerak 500 Hz seberat 14 gram yang dipasang di sisi bola. Teknologi ini memungkinkan pelacakan kecepatan, putaran, posisi, dan lintasan bola secara real-time untuk membantu wasit menentukan offside, pelanggaran, dan handball.
Nama “Trionda” sendiri berasal dari kata “Tri” yang berarti tiga, merujuk pada tiga negara tuan rumah. Sementara “Onda” dalam bahasa Spanyol berarti gelombang, yang divisualisasikan dalam tiga warna berbeda: merah, hijau, dan biru pada desain bola. Warna-warna ini menjadi penghormatan bagi ketiga negara penyelenggara.
Baterai Bola Trionda dan Cara Pengisian Daya
Hal yang paling unik dari bola Trionda adalah kebutuhannya akan daya listrik. Bola ini harus dicharge sebelum digunakan dalam pertandingan. Berbeda dengan perangkat elektronik pada umumnya, Trionda tidak menggunakan kabel USB-C atau Lightning. Sebagai gantinya, baterai sensor bola diisi secara nirkabel melalui stasiun pengisian khusus. Waktu yang dibutuhkan untuk pengisian penuh adalah sekitar 90 menit, dan sekali penuh, bola dapat beroperasi selama hampir 6 jam.
Untuk menghemat daya, sensor pada bola secara cerdas akan mendeteksi saat bola meninggalkan lapangan dan secara otomatis beralih ke mode hibernasi. Ini merupakan peningkatan dari pendahulunya, Al Rihal, yang digunakan di Piala Dunia 2022. Perbedaan utamanya terletak pada penempatan chip. Jika pada Al Rihal chip berada di pusat kandung kemih bola, pada Trionda chip ditempatkan di sisi bola. Meskipun alasan pasti pergeseran posisi ini belum diungkapkan, diperkirakan keputusan ini diambil untuk menyediakan ruang yang cukup bagi baterai dan komponen pengisian daya.
Dengan teknologi ini, banyak tebakan wasit dalam menentukan keputusan kontroversial kemungkinan besar akan dihilangkan. Setiap venue Piala Dunia juga akan dilengkapi dengan banyak kamera untuk melacak pergerakan pemain. FIFA juga bermitra dengan Lenovo untuk menciptakan avatar 3D digital setiap pemain, sehingga figur 3D realistis dapat ditampilkan selama peninjauan VAR.
Peran AI dan Teknologi Lainnya
Selain bola pintar, kecerdasan buatan (AI) juga akan memainkan peran utama dalam Piala Dunia 2026. FIFA telah mengembangkan “Football AI Pro” bekerja sama dengan Lenovo. Alat ini dapat dianggap sebagai chatbot seperti Gemini atau ChatGPT yang dilatih secara khusus dengan data sepak bola. Semua tim dilaporkan akan memiliki akses ke alat ini, yang memungkinkan mereka mendapatkan wawasan tentang lawan, membuat laporan pertandingan, menganalisis performa pemain, dan melakukan banyak hal lainnya.
Kombinasi antara kamera multi-sudut di stadion, avatar 3D pemain, dan teknologi bola terhubung di Trionda memungkinkan ofisial untuk membuat keputusan yang benar tanpa harus mengandalkan tebakan saat situasi krusial. Ini adalah langkah maju yang signifikan dalam upaya menciptakan pertandingan yang lebih adil, meskipun konsep bola yang perlu diisi daya terasa aneh bagi sebagian penggemar sepak bola tradisional.
Meskipun demikian, teknologi ini bukan tanpa kontroversi. Banyak penggemar yang merindukan masa ketika bola hanyalah bola. Namun, di sisi lain, teknologi ini dipandang sebagai alat yang berguna untuk mengurangi kesalahan wasit. Dengan segala kecanggihan yang ditawarkan, Piala Dunia 2026 tampaknya akan menjadi Piala Dunia paling canggih secara teknologi yang pernah ada.
Adidas sendiri telah memproduksi bola Piala Dunia sejak 1970. Dengan Trionda, mereka kembali menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan inovasi dalam setiap turnamen. Bola ini tidak hanya menjadi alat permainan, tetapi juga menjadi pusat dari sistem pengambilan keputusan yang kompleks. Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan teknologi terkini, Anda dapat membaca artikel tentang Trader Pintu Futures yang juga menunjukkan tren integrasi teknologi di berbagai sektor.





Komentar
Belum ada komentar.