Baterai limbah Rheya Labs untuk stasiun pompa di Inggris

Baterai Limbah Inggris Cegah Tumpahan Limbah di Stasiun Pompa

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Rheya Labs kembangkan baterai cadangan untuk stasiun pompa limbah di Inggris
  • Finalis Ofwat Water Discovery Challenge senilai £7,5 juta
  • Baterai dilengkapi machine learning untuk prediksi kegagalan
  • Inggris catat 290.000 pembuangan limbah selama 2025
  • Sepuluh finalis berbagi £550.000 untuk pengujian lebih lanjut

Telset.id – Startup asal Inggris, Rheya Labs, mengembangkan baterai cadangan yang dirancang khusus untuk menjaga stasiun pompa limbah tetap beroperasi saat terjadi pemadaman listrik. Inovasi ini menjadi salah satu finalis dalam kompetisi Ofwat’s Water Discovery Challenge senilai £7,5 juta.

Pemadaman listrik di stasiun pompa seringkali menjadi penyebab utama tumpahan limbah yang mencemari sungai dan jalan-jalan di Inggris. Rheya Labs hadir dengan solusi baterai yang tidak hanya menyediakan daya cadangan instan, tetapi juga dilengkapi perangkat lunak prediktif untuk mendeteksi potensi kegagalan sebelum tumpahan terjadi.

Rheya Labs dinobatkan sebagai salah satu dari 20 finalis dalam kompetisi yang dijalankan oleh Water Innovation Fund. Setiap finalis menerima pendanaan awal hingga £100.000, sebagai bagian dari total dana £7,5 juta yang didistribusikan selama 20 bulan. Inovasi ini menjadi sorotan di tengah krisis polusi limbah yang semakin parah di Inggris.

Data mencatat bahwa Inggris mencatat sekitar 290.000 pembuangan limbah dari saluran pembuangan badai selama tahun 2025, dengan total durasi sekitar 1,9 juta jam di seluruh jaringan. Pemadaman listrik di stasiun pompa diakui sebagai salah satu pemicu utama tumpahan ini, selain curah hujan tinggi dan infrastruktur yang menua.

Teknologi Rheya menggabungkan baterai cadangan instan dengan perangkat lunak machine learning. Saat pemadaman terjadi, baterai langsung mengambil alih pompa, mencegah limbah mentah tumpah ke sungai dan jalan. Sistem ini juga menganalisis data pompa untuk memprediksi penyebab mendasar tumpahan sebelum terjadi.

Co-founder Rheya Labs, Ben Taylor, menyatakan bahwa polusi limbah tetap menjadi krisis yang terus berkembang di seluruh Inggris. Ia menyebut ketahanan daya di stasiun pompa sebagai penyebab tersembunyi namun utama dari masalah ini. “With our rapidly changing climate, it is more vital more than ever that we double down on our efforts to create a water system able to support lives and livelihoods,” ujar Jo Jolly, Direktur Inovasi Ofwat.

Rheya Labs mengklaim teknologinya unggul dibandingkan sistem lain yang sudah ada. Sebagai perbandingan, Sydney Water telah menguji coba paket baterai sodium-ion di stasiun pompa Bondi, menawarkan alternatif yang lebih murah daripada sistem lithium-ion. Proyek Australia tersebut didukung hibah $10,6 juta, menggabungkan paket sodium-ion 30 kWh dengan pembangkit listrik tenaga surya atap.

Di New York, sistem baterai lithium-ion Viridi 150 kWh menggantikan generator diesel, menyediakan daya cadangan antara 32 hingga 90 jam. Namun, Rheya mengklaim teknologinya menggabungkan cadangan daya instan dengan analitik prediktif, berpotensi mendeteksi kesalahan sebelum kegagalan benar-benar terjadi.

Meskipun demikian, klaim Rheya tentang prediksi tumpahan belum diverifikasi secara independen di luar uji coba terkontrol dan uji coba awal yang terbatas. Verifikasi independen belum muncul dalam uji coba publik, sehingga hasil awal masih bersifat anekdotal.

Sebanyak sepuluh finalis, termasuk Rheya, berpotensi berbagi dana £550.000 masing-masing pada bulan April tahun depan. Pendanaan ini akan digunakan untuk pengujian lebih lanjut sebelum penerapan yang lebih luas di seluruh jaringan air. Keberhasilan proyek ini pada akhirnya akan bergantung pada apakah perangkat lunak prediktif dapat menyamai keandalan yang telah ditunjukkan oleh alternatif sodium dan lithium yang lebih sederhana.

Sewage

Inovasi baterai untuk infrastruktur kritis seperti ini menunjukkan bagaimana teknologi energi dapat diterapkan di berbagai sektor. Perkembangan ini juga relevan dengan tren Bosch Rilis Motor E-Bike yang menggunakan baterai canggih, serta HP Fast Charging yang menunjukkan evolusi teknologi pengisian daya.

Rheya Labs berharap solusi mereka dapat menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk menciptakan sistem air yang mampu mendukung kehidupan dan mata pencaharian di tengah perubahan iklim yang cepat. “The array of new ideas from new players is astounding. The challenge is getting these ideas delivering impact on the ground, with the sense of urgency these times need,” tambah Jo Jolly.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.