Telset.id – Para astronom berhasil mengidentifikasi planet ekstrasurya LHS 1140b sebagai kandidat paling menjanjikan untuk mencari kehidupan alien. Planet berbatu seukuran Bumi ini terletak 48 tahun cahaya dari kita dan diketahui memiliki atmosfer stabil yang kaya akan helium, sebuah temuan yang dipublikasikan di jurnal Science.
Penemuan ini menjadi tonggak penting dalam eksplorasi luar angkasa. Untuk pertama kalinya, para ilmuwan menemukan planet mirip Bumi yang tidak hanya berada di zona layak huni, tetapi juga memiliki atmosfer yang mampu mendukung kehidupan. “Ketika ada satu, pasti ada lebih banyak di eksoplanet,” ujar Sara Seager, astrofisikawan dari MIT yang tidak terlibat dalam studi tersebut, kepada New York Times. “Semoga ini adalah awal dari sesuatu yang baru.”
Collin Cherubim, penulis utama studi dan ilmuwan planet dari Harvard University, menambahkan bahwa saat ini belum ada bukti langsung adanya kehidupan di planet tersebut. “Tapi kami pikir semua bahan penting dan esensial sudah tersedia di sana,” jelasnya kepada surat kabar yang sama.
Planet LHS 1140b pertama kali ditemukan pada tahun 2017. Namun, penelitian terbaru inilah yang mengungkap potensi besarnya. Para astronom menggunakan model komputer teoretis tentang evolusi atmosfer eksoplanet yang melacak bagaimana elemen ringan seperti hidrogen dan helium akan dikeluarkan oleh ledakan bintang induknya. Model tersebut memprediksi bahwa atmosfer atas planet ini akan didominasi oleh helium, sebuah tanda yang sangat menjanjikan bahwa planet ini mampu mendukung kehidupan.
Salah satu tantangan terbesar dalam menemukan planet layak huni adalah mendeteksi atmosfernya. Dari ribuan planet yang telah dikonfirmasi di luar tata surya kita, hanya sedikit yang memiliki atmosfer, dan sebagian besar adalah raksasa gas yang tidak mungkin mendukung kehidupan. Planet seperti LHS 1140b, yang berbatu dan memiliki atmosfer stabil, sangatlah langka.
Faktor kunci lainnya adalah orbit LHS 1140b yang mengelilingi bintang katai merah. Bintang jenis ini lebih redup, sehingga lebih mudah mendeteksi planet yang melintas di depannya. Namun, bintang katai merah juga dikenal sangat tidak stabil dan sering memancarkan semburan api matahari yang dahsyat. Sebuah planet yang mengorbit terlalu dekat berisiko kehilangan atmosfernya akibat ledakan-ledakan ini.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa LHS 1140b berhasil mempertahankan atmosfernya yang kaya helium meskipun berada di zona layak huni bintangnya. Hal ini membuktikan bahwa volatilitas bintang katai merah mungkin tidak menjadi masalah sebesar yang diperkirakan sebelumnya. Bintang induk LHS 1140b tampaknya lebih tenang dibandingkan katai merah lainnya.
“Dua puluh tahun yang lalu kami bertanya-tanya apakah planet terestrial lain benar-benar ada,” kata Robin Wordsworth, profesor ilmu bumi dan planet di Harvard, dalam sebuah pernyataan. “Kemudian kami belajar bahwa mereka umum, dan menemukan beberapa di zona layak huni. Pertanyaan berikutnya adalah apakah ada di antara mereka yang berhasil mempertahankan atmosfer. Sekarang kami tahu setidaknya ada satu.”
Penemuan ini membuka babak baru dalam pencarian kehidupan di luar Bumi. Dengan atmosfer yang stabil, komposisi berbatu, dan lokasi di zona layak huni, LHS 1140b menjadi target utama untuk penelitian lebih lanjut. Para ilmuwan berharap teleskop generasi berikutnya dapat mengamati planet ini secara lebih detail untuk mencari tanda-tanda kehidupan, seperti adanya uap air atau gas-gas yang dihasilkan oleh organisme hidup.
Meskipun masih banyak yang harus dipelajari, temuan ini memberikan harapan bahwa Bumi bukanlah satu-satunya planet yang mampu mendukung kehidupan di alam semesta. “Semoga ini adalah awal dari sesuatu yang baru,” harap Seager, menggemakan optimisme komunitas ilmiah.
Baca Juga:
LHS 1140b kini memegang gelar sebagai “tempat terbaik untuk mencari tanda-tanda kehidupan di luar Tata Surya.” Keberhasilan mempertahankan atmosfer di lingkungan bintang katai merah menjadi bukti bahwa kondisi yang mendukung kehidupan mungkin lebih umum daripada yang dibayangkan.





Komentar
Belum ada komentar.