Astronot Robot Humanoid Rusia Bikin Onar di Twitter

astronot robot humanoid

Telset.id, Jakarta – Final Experimental Demonstration Object Research alias Fedor, astronot robot humanoid milik Rusia, mengunggah cuitan provokatif di Twitter. Skybot F-850 itu terlibat dalam skandal politik Rusia. Kok bisa?

Setelah pernah secara terang-terangan menuduh dua mantan kosmonot mabuk-mabukan di Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS, belum lama ini astronot robot humanoid itu kembali membuat ulah.

Astronot robot humanoid Fedor sendiri memang dikirim ke ISS melalui kapsul Soyuz Rusia. Namun demikian, Ia hanya bertugas 10 hari di stasiun luar angkasa tersebut sebelum dibawa kembali ke Bumi.

Para peneliti menyadari bahwa Fedor tidak dapat berjalan secara baik dalam gaya berat mikro di luar angkasa.

{Baca juga: Rusia Pakai Robot Humanoid untuk Pangkas Birokrasi}

Mantan wakil perdana menteri Rusia, Dmitry Rogozin, yang kini jadi kepala program luar angkasa Roscosmos, sempat berbagi video berisi Fedor sedang naik mobil angkat beban, dan pakai senjata tembak.

Popularitas Fedor di media sosial pun melesat dengan predikat buruk ketika secara terbuka menghina mantan rekannya, kosmonot veteran dan politisi Maxim Suraev dan Alexander Samokutyayev.

“Robot, tidak seperti Suraev dan Samokutyayev, tidak rentan terhadap kelemahan, tidak melanggar hukum di stasiun orbit, tidak omong kosong, dan menyelesaikan tugas secara penuh,” begitu cuit Fedor.

Seperti dikutip Telset.id dari New York Post, eksistensi Fedor menimbulkan kekhawatiran atas kontroversi antara anggota Roscosmos dan Rogozin, termasuk Suraev dan Samokutyayev.

Di Twitter, Suraev menyatakan bahwa Rogozin tidak berinvestasi cukup banyak dalam perjalanan luar angkasa Rusia. Ia menyebut bahwa Rogozin tidak total seperti yang dilakukan Space X milik Elon Musk.

{Baca juga: Robot Humanoid Jadi Konduktor Pentas Orkestra}

Untuk diketahui, astronot robot humanoid Fedor atau disebut juga Fyodor adalah robot humanoid Rusia yang mereplikasi gerakan operator jarak jauh dan dapat melakukan beberapa tindakan secara mandiri.

Robot ini sendiri awalnya dimaksudkan untuk operasi penyelamatan – dikirim dalam misi eksperimental ke Stasiun Luar Angkasa Internasional pada 2019.

Robot ini awalnya bernama Avatar, dan dibuat berkat pendanaan Kementerian Situasi Darurat dan dimaksudkan untuk operasi penyelamatan tetapi perannya kemudian diperluas untuk mencakup misi luar angkasa.

Astronot robot humanoid kemudian mendapat nama baru, Fedor, yang diumumkan pada tahun 2017 oleh Wakil Perdana Menteri Rusia, Dmitry Rogozin. [SN/IF]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here