Telset.id – San Francisco resmi menggugat Trump Media & Technology Group, induk perusahaan Truth Social, karena menjual akses awal ke postingan Presiden Donald Trump di platform tersebut. Gugatan yang diajukan di pengadilan negara bagian California ini menuding feed Truth API sebagai “skema bisnis korup” yang melanggar Unfair Competition Law California serta hukum etika federal dan antikorupsi yang melarang insider trading. Langkah hukum ini menjadi babak baru dalam perseteruan antara kota yang menjadi pusat industri teknologi itu dengan perusahaan media milik Trump.
Gugatan menyoroti bagaimana Truth API memberi pelanggan terpilih akses lebih cepat ke konten yang secara langsung menggerakkan pasar. Juru bicara Gedung Putih Davis Ingle menyebut Truth Social sebagai “platform media sosial paling kuat dan populer di dunia”. Namun klaim itu dibantah data, karena lalu lintas Truth Social justru menurun sepanjang tahun terakhir. Meski demikian, Trump memang kerap mengumumkan kebijakan berisiko tinggi dalam kapasitasnya sebagai presiden di platform tersebut, dan postingannya berdampak nyata pada ekonomi global.
Untuk memonetisasi pengaruh itu, Trump Media meluncurkan Truth API, layanan yang membebani pelanggan terpilih sebesar US$100.000 per bulan atau sekitar Rp1,6 miliar untuk akses awal ke 10 akun paling berpengaruh di Truth Social, termasuk akun Trump dan sejumlah pejabat Gedung Putih lainnya. CEO interim Trump Media, Kevin McGurn, mengakui hal itu dalam pengumuman Truth API dengan menyatakan bahwa “pasar sudah bergerak mengikuti postingan Truth Social”.
Baca Juga:
Gugatan San Francisco mengutip sejumlah contoh dampak nyata dari layanan ini, beberapa di antaranya terjadi setelah Truth API diluncurkan. Pada 21 Agustus, misalnya, Trump memposting bahwa pemerintah federal akan “menurunkan harga daging sapi giling untuk keluarga pekerja” dengan membebaskan sebagian impor daging sapi giling dari tarif. Ketika pasar dibuka beberapa jam kemudian, harga berjangka sapi turun signifikan menurut dokumen gugatan. Contoh ini menjadi bukti bagaimana akses awal dapat menjadi keunggulan finansial yang besar bagi pemegangnya.
“Trump Media telah secara tidak sah menciptakan, menetapkan harga, memasarkan, dan mengoperasikan mekanisme komersial yang dengan sadar dan sengaja memfasilitasi penggunaan informasi nonpublik oleh Trump untuk keuntungan pribadi,” demikian bunyi gugatan tersebut. Gugatan San Francisco menuding Truth API sebagai cara membuat Trump Media yang tengah merugi tetap menguntungkan, setelah perusahaan melaporkan kerugian bersih lebih dari US$238 juta pada awal tahun ini.
Tekanan terhadap Investor dan Kritik atas Paywall Informasi
Sesuai perjanjiannya dengan Trump Media, Truth Social memiliki jendela eksklusivitas enam jam atas postingan Trump, yang berarti ia tidak dapat memposting materi yang sama di tempat lain dalam rentang waktu tersebut. Bahkan sebelum peluncuran Truth API, profil Truth Social Trump sudah sangat berharga bagi investor, begitu berharganya hingga perusahaan berupaya memonetisasinya. Keluhan San Francisco mengutip laporan sejumlah eksekutif hedge fund yang mengaku merasa tertekan untuk membeli layanan tersebut meski menilai langkah itu berisiko secara hukum.
“Ini adalah skema bayar-untuk-bermain demi akses awal ke pernyataan pemerintah presiden yang menggerakkan pasar,” kata Jaksa Kota San Francisco David Chiu dalam konferensi pers Selasa. “Di pasar hari ini, akses awal berarti jutaan dolar. Skema bisnis ini telah mengubah kepercayaan publik menjadi properti pribadi.” Pernyataan Chiu menegaskan posisi kota bahwa praktik ini bukan sekadar persoalan etika, melainkan pelanggaran hukum yang berdampak langsung pada integritas pasar.
Selain melanggar hukum insider trading, gugatan mengeklaim Truth API merugikan investor ritel dengan memagari informasi bernilai finansial di balik paywall. Trump Media belum mengungkap daftar klien Truth API, tetapi perusahaan menyatakan berencana memasarkan produk ini ke perusahaan AI dan organisasi berita besar. Kota meminta hakim melarang Trump Media menawarkan Truth API atau layanan serupa, serta menjatuhkan denda US$2.500 per pelanggaran Unfair Competition Law California.
Ini bukan pertama kalinya Trump digugat terkait Truth API. Pada Agustus, The Intercept dan Freedom of the Press Foundation mengajukan gugatan bersama di pengadilan federal New York atas produk tersebut, yang mereka sebut “luar biasa, korup, dan inkonstitusional”. Dua gugatan dari yurisdiksi berbeda ini menunjukkan tekanan hukum yang semakin besar terhadap model bisnis akses awal informasi pemerintah.
Kasus ini juga menyoroti bagaimana kota San Francisco terus menjadi pusat dinamika hukum dan teknologi. Di wilayah yang sama, sejumlah inisiatif teknologi tengah berjalan, seperti lab biologi Anthropic hingga program pengisian EV trotoar yang diluncurkan pemerintah kota. Konteks ini menegaskan bahwa San Francisco tetap menjadi lokasi penting bagi perkembangan industri sekaligus pengawasan terhadap praktik bisnis yang dianggap merugikan publik.
Gugatan ini menempatkan pertanyaan mendasar tentang batas antara informasi publik dan keuntungan privat. Selama Truth API beroperasi, investor dengan sumber daya besar memiliki keunggulan waktu yang tidak dimiliki publik umum. Keputusan hakim atas permintaan larangan dan denda akan menentukan apakah model bisnis akses awal semacam ini masih dapat berjalan di pasar keuangan Amerika Serikat.





Komentar
Belum ada komentar.