Telset.id β San Francisco resmi meluncurkan program pengisian kendaraan listrik (EV) di trotoar tingkat kota, membuka jalan bagi perusahaan untuk memasang charger publik di berbagai lingkungan kota. San Francisco Municipal Transportation Agency (SFMTA) kini menerima aplikasi dari operator pengisian daya, sementara warga dapat menggunakan peta ChargeUp SF yang baru untuk mencalonkan jalan, fasilitas publik, dan lokasi lain tempat mereka menginginkan charger terpasang.
Program ini menjadi jawaban atas tantangan kepadatan kota di mana banyak penduduk tinggal di apartemen atau kondominium tanpa memiliki jalan masuk atau garasi pribadi. βBagi warga San Francisco tanpa garasi atau jalan masuk, akses ke pengisian daya dapat menentukan apakah beralih ke listrik itu praktis,β ujar direktur San Francisco Environment Department, Tyrone Jue. βKami sekarang bergerak dari pengujian pengisian daya trotoar menuju pembangunan jaringan yang andal yang memberi lebih banyak penduduk kesempatan untuk memilih listrik dan membantu mengurangi polusi transportasi.β
Perusahaan pengisian daya yang memenuhi kualifikasi untuk izin operator kemudian dapat mencari lokasi charger yang memungkinkan. Mereka perlu izin terpisah untuk setiap lokasi yang ingin dibangun. SFMTA telah menerbitkan paket aplikasi izin lengkap, termasuk persyaratan peralatan, pemeliharaan, pelaporan data, dan lokasi. Kota ini menargetkan 100 stasiun pengisian EV trotoar terpasang pada 2030.

Dari Dua Charger Percontohan Menuju Program Kota
San Francisco mulai menguji pengisian trotoar publik pada 2025. Dua charger pertama mulai beroperasi di 55 Fillmore Street di Duboce Triangle pada April tahun itu. Pilot ini melibatkan tiga perusahaan pengisian daya β itβs electric, Urban EV, dan Voltpost β dan membantu kota mempelajari permintaan, koneksi utilitas, pemilihan lokasi, dan berbagai desain charger.
Pilot tersebut juga menunjukkan bahwa penjangkauan lingkungan perlu menjadi bagian dari proses instalasi. Program baru ini akan memakan waktu beberapa tahun untuk diluncurkan β operator masih harus memenuhi kualifikasi, mengidentifikasi lokasi yang layak, bekerja sama dengan utilitas, berkonsultasi dengan lingkungan, dan menerima izin lokasi individual.
Namun San Francisco kini memiliki proses permanen untuk memajukan proyek-proyek tersebut, dan penduduk memiliki suara langsung dalam menentukan lokasi charger. Pendekatan ini berbeda dengan upaya teknologi lain di kota yang sama, seperti ChatTJB yang kontroversial atau menu AI yang menuai kritik β program ini justru melibatkan warga secara langsung dalam perencanaan infrastruktur publik.
Baca Juga:
Implikasi bagi Adopsi EV Perkotaan
Program ini menjadi tonggak penting dalam upaya San Francisco mengurangi emisi transportasi. Dengan menyediakan jalur yang jelas bagi operator charger untuk beroperasi, kota ini mengatasi salah satu hambatan terbesar adopsi EV di daerah padat: kurangnya infrastruktur pengisian bagi mereka yang tidak memiliki garasi atau driveway pribadi.
Model partisipasi warga melalui peta ChargeUp SF juga memberikan pendekatan bottom-up dalam perencanaan infrastruktur. Warga dapat secara langsung menunjuk lokasi yang mereka anggap paling membutuhkan charger, memastikan distribusi yang lebih merata di seluruh lingkungan kota.
Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada koordinasi antara operator, utilitas, dan komunitas lokal. Namun dengan kerangka kerja permanen yang kini dimiliki SFMTA, proses perizinan yang sebelumnya ad hoc kini menjadi lebih terstruktur dan dapat diprediksi.
Bagi kota-kota padat lain yang menghadapi tantangan serupa, pendekatan San Francisco ini bisa menjadi model. Kota ini juga terus menghadapi tantangan infrastruktur lainnya, termasuk insiden Waymo Robotaxi yang sempat macet parah β menunjukkan bahwa transisi menuju transportasi listrik dan otonom bukan tanpa hambatan teknis.
Dengan target 100 stasiun pada 2030, San Francisco menunjukkan komitmen nyata untuk membuat kepemilikan EV lebih praktis bagi semua penduduk, bukan hanya mereka yang memiliki rumah dengan garasi pribadi. Program ini adalah langkah konkret menuju masa depan transportasi yang lebih bersih dan lebih inklusif.





Komentar
Belum ada komentar.