Telset.id â Samsung TV keluaran 2025 disebut melakukan sejumlah praktik pengumpulan data pengguna yang memicu kekhawatiran privasi. Temuan ini berasal dari log4j, seorang reverse engineer dan pemburu bug cybersecurity, yang melakukan investigasi terhadap sistem operasi Tizen di televisinya sendiri setelah merasa terganggu oleh iklan yang dinilai terlalu spesifik.
Investigasi tersebut diungkapkan log4j melalui rangkaian unggahan di platform X. Berdasarkan pengalamannya, ia menerima iklan yang âanehnya tertargetâ pada Samsung TV 2025 miliknya. Karena firmware perangkat terenkripsi AES dan kunci dekripsinya tidak tersedia tanpa membongkar perangkat secara fisik, log4j memilih jalur zero day untuk mendapatkan root shell pada TV tersebut.
âRoot shell di TV Samsung baru! menemukan PRIVACY HORROR,â tulis log4j dalam unggahannya pada 21 Oktober 2026, seperti dikutip dari Tomâs Hardware. Temuan ini menjadi sorotan karena menyangkut perangkat yang digunakan di ruang keluarga dan menyimpan data kebiasaan menonton penggunanya.

Telemetri hingga Audio Jadi Temuan Utama
Dalam reverse engineering yang dilakukan, log4j menemukan sejumlah kode yang dianggap semakin mengkhawatirkan di dalam sistem operasi Tizen. Temuan tersebut mencakup telemetri pengguna yang detail dari packet logging, kategorisasi audio, tangkapan layar (screenshot), identifikasi lintas perangkat untuk pelacakan iklan, dan sejumlah mekanisme lain yang dirancang untuk mengekstraksi informasi pengguna sebanyak mungkin guna meningkatkan iklan bertarget.
Penguji tersebut juga berteori bahwa Samsung TV terasa lambat karena banyak melakukan pemrosesan lanjutan terhadap data pengguna. Pemrosesan itu meliputi audio, screenshot, dan AID (sebuah ID pelacakan lintas perangkat untuk iklan), ditambah pemrosesan computer vision serta model yang berjalan langsung di TV.
Selain itu, hacker menemukan sebuah convolutional neural network (AI) yang spesifik per region dan melacak perilaku pengguna. Contohnya seperti video apa yang ditonton pengguna, iklan mana yang dilewati, dan sejauh mana progres menonton video tersebut.
Log4j juga menemukan perilaku pada TV yang tidak memiliki mikrofon. Menurut temuannya, perangkat akan mencari perangkat terhubung yang memiliki mikrofon, seperti soundbar atau perangkat Bluetooth yang tersambung, untuk merekam audio.
Uji Mikrofon dan Ban OpenAI
Engineer Hugging Face bernama ngxson mengomentari temuan tersebut dan menyatakan akan menguji perilaku mikrofon menggunakan Flipper Zero miliknya. Hasilnya, TV membuka mikrofon selama lima detik, lalu berhenti. ngxson menunggu respons mikrofon berikutnya tetapi tidak menemukan apa pun hingga berjam-jam kemudian.
Meski demikian, ngxson menjelaskan bahwa Tizen TV miliknya sudah di-root dan memiliki sejumlah pengaturan yang dinonaktifkan. Artinya, TV dalam kondisi belum dimodifikasi bisa saja berperilaku berbeda dari hasil pengujiannya.
Dalam proses investigasinya, hacker tersebut menggunakan tools dari OpenAI. Namun, perusahaan kemudian memblokir akunnya dengan alasan penyalahgunaan siber (cyber abuse), sebagaimana tertuang dalam email yang diterima log4j. Log4j membela diri dan menyatakan tidak pernah memakai tools OpenAI untuk mengeksploitasi atau menemukan kerentanan, melainkan hanya untuk reverse engineering lokal, sehingga menurutnya ia tidak melanggar ketentuan penggunaan.
Pada komentar di bawah unggahannya soal ban tersebut, log4j menyebut OpenAI tampaknya memblokir akunnya karena sebuah classifier primitif. Persoalan privasi perangkat pintar memang menjadi isu yang terus mengemuka, sejalan dengan meningkatnya perhatian industri terhadap perlindungan data seperti tergambar dalam gelaran BRAVO 500 Summit yang membahas AI dan keamanan siber.
Samsung TV dan Tizen bukan satu-satunya pihak yang dituding melanggar privasi pengguna. Menurut laporan, merek lain seperti LG juga pernah dituduh memata-matai pelanggannya. Banyak pemilik TV juga melaporkan perangkatnya melambat meski tidak ada fitur baru atau aplikasi berat yang berjalan, dan menduga penyebabnya adalah bloatwareâmeski bisa juga berasal dari perilaku pemantauan yang ditemukan log4j.
Hacker tersebut saat ini tengah menyusun tulisan komprehensif mengenai temuannya, termasuk cara agar orang lain dapat melakukan hal serupa. Di akhir rangkaian unggahannya, log4j berkelakar bahwa dirinya âakhirnya menemukan perusahaan yang benar-benar mendengarkan pelanggannya.â
Isu privasi dan keamanan perangkat konsumen memang kerap menjadi perhatian para praktisi. Sejumlah inisiatif pun bermunculan, seperti masuknya pemimpin cybersecurity ASEAN dalam daftar bergengsi, hingga langkah perusahaan besar yang mengakuisisi perusahaan cybersecurity untuk memperkuat pertahanan data.





Komentar
Belum ada komentar.