Telset.id – Samsung tampaknya tidak ingin membuang waktu dalam memoles antarmuka terbarunya. Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini baru saja menggulirkan pembaruan One UI 8.5 Beta 4. Update ini tidak hanya sekadar menambal bug rutin, tetapi juga membawa penyegaran pada sektor dapur pacu perangkat lunak dan indikasi kuat mengenai evolusi kecerdasan buatan mereka, Bixby.
Berdasarkan informasi yang beredar, pembaruan ini mulai didistribusikan sekitar tanggal 19 Januari lalu, sebagaimana diungkap oleh pembocor kenamaan di platform X, @tarunvats33. Fokus utama dari Beta 4 ini jelas: stabilitas sistem dan persiapan fitur masa depan.
Bagi pengguna yang gemar mengulik performa, kabar paling menarik datang dari lapisan terbawah sistem. Samsung dilaporkan menyuntikkan kernel versi 6.6.98 (dengan nomor build ZZAD) ke dalam pembaruan ini. Mengapa ini penting? Pembaruan kernel biasanya berimplikasi langsung pada bagaimana perangkat keras berkomunikasi dengan perangkat lunak. Secara teori, langkah ini menjanjikan efisiensi manajemen daya yang lebih baik dan performa yang lebih responsif.
Tak hanya soal jeroan, update ini juga membawa fitur “Direct Voicemail”. Meski terdengar sederhana, fitur ini mempermudah akses pesan suara tanpa harus melewati menu yang berbelit-belit, sebuah sentuhan kecil yang meningkatkan quality of life pengguna.
Perbaikan Bug Krusial: Bluetooth dan Clipboard
Sebuah sistem operasi dalam tahap beta tentu tidak lepas dari masalah, dan Samsung One UI 8.5 Beta 4 hadir sebagai “obat” bagi sejumlah penyakit yang dikeluhkan pengguna di versi sebelumnya. Salah satu perbaikan yang paling dinanti adalah masalah pada konektivitas Bluetooth.
Sebelumnya, pengguna melaporkan adanya gangguan di mana panggilan suara secara tiba-tiba beralih ke perangkat audio Bluetooth (seperti TWS) tanpa dikehendaki. Bug ini tentu sangat mengganggu privasi dan kenyamanan, terutama saat sedang melakukan panggilan penting. Samsung mengklaim telah menambal celah ini, memastikan transisi audio berjalan mulus hanya jika diinginkan pengguna.
Selain itu, perbaikan juga menyasar sektor antarmuka dan input. Masalah crash saat pengguna mencoba mengakses riwayat pencarian di dalam aplikasi kini telah diatasi. Begitu pula dengan isu aneh yang terjadi saat pengguna mencoba menempelkan (paste) nomor telepon dari tautan panggilan ke papan ketik.
Fitur cerdas “AI Select” juga mendapatkan perhatian. Sebelumnya, fitur ini memiliki bug di mana opsi seleksi tidak mau menutup secara otomatis setelah pengguna memilih perintah “Copy”. Di Beta 4, perilaku fitur ini sudah dikembalikan ke normal, membuatnya terasa lebih natural saat digunakan.
Baca Juga:
Ambisi Bixby: Melawan Dominasi Gemini
Bagian paling menarik dari bocoran One UI 8.5 Beta 4 justru bukan pada perbaikan bug, melainkan pada masa depan asisten suara mereka, Bixby. Selama beberapa tahun terakhir, Bixby seringkali dianggap sebagai “anak tiri” jika dibandingkan dengan Google Assistant atau pendatang baru yang agresif seperti Google Gemini.
Namun, log pembaruan menyebutkan adanya “Pembaruan aplikasi Bixby”. Meskipun log resminya irit bicara, diskusi di komunitas Reddit memberikan gambaran yang lebih ambisius. Samsung dikabarkan tengah berencana mengintegrasikan model AI pihak ketiga yang sedang naik daun, seperti Perplexity dan DeepSeek, ke dalam ekosistem Bixby.
Langkah ini bisa dibaca sebagai strategi defensif sekaligus ofensif Samsung. Dengan menggandeng pemain AI alternatif yang memiliki kemampuan pemrosesan bahasa alami (NLP) dan pencarian informasi yang kuat, Samsung ingin Bixby memiliki “otak” yang cukup cerdas untuk bersaing head-to-head dengan Google Gemini yang kini mendominasi Android.
Integrasi DeepSeek dan Perplexity akan memungkinkan Bixby memberikan jawaban yang lebih kontekstual, melakukan riset mendalam, dan memproses perintah kompleks yang sebelumnya sulit dilakukan oleh asisten suara konvensional. Ini adalah upaya Samsung untuk menjaga agar pengguna tetap berada dalam ekosistem mereka, dan Pindah ke Galaxy menjadi opsi yang semakin menarik bagi pengguna yang menginginkan AI cerdas tanpa ketergantungan penuh pada Google.
Tentu saja, Kehebatan Smartphone di era modern tidak lagi hanya ditentukan oleh spesifikasi hardware, melainkan seberapa pintar perangkat lunak tersebut membantu keseharian pengguna. Jika integrasi ini benar-benar terwujud di versi final One UI 8.5, Samsung mungkin akhirnya memiliki asisten AI yang tidak lagi sekadar menjadi bloatware, tetapi fitur unggulan yang layak diperhitungkan.
Saat ini, One UI 8.5 masih dalam tahap beta, dan fitur-fitur ini masih bisa berubah hingga rilis stabilnya nanti. Namun, arah yang diambil Samsung sudah jelas: sistem yang lebih efisien dengan kernel baru, serta AI yang lebih terbuka dan cerdas.

