Saingi TikTok, Triller Jajaki Kesepakatan untuk Go Public

Telset.id, Jakarta  – Triller, pesaing aplikasi video pendek populer TikTok, sedang berdiskusi dengan perusahaan akuisisi tentang merger yang akan membuat perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu menjadi go public.

Kesepakatan itu akan menemui titik temu saat Triller berusaha memanfaatkan “kesengsaraan” TikTok. Presiden AS, Donald Trump, telah menekan ByteDance untuk segera bersedia melepaskan opersional TikTok.

{Baca juga: Diserang AS, TikTok jadi Aplikasi Paling Banyak didownload}

TikTok telah menuntut pemerintah AS untuk menghentikan larangan dari toko aplikasi milik Google dan Apple, yakni Play Store dan App Store, sambil menanti negosiasi kesepakatan akuisisi dengan Oracle dam Walmart.

Triller, yang diluncurkan pada 2015, hanya memiliki sebagian kecil dari 100 juta pengguna TikTok di AS. Triller berharap ketidakpastian masa depan TikTok akan mendorong lebih banyak influencer dan pengguna ke platform.

Seperti dikutip Telset.id dari Reuters, Senin (12/10/2020), Triller bekerja sama dengan bank investasi Farvahar Partners dalam perundingan kesepakatan potensial dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus atau SPAC.

SPAC adalah perusahaan cangkang yang mengumpulkan modal atau investasi dalam penawaran umum perdana alias IPO untuk bergabung dengan perusahaan swasta, yang lantas diperdagangkan secara publik.

Negosiasi antara SPAC dan Triller terjadi bersamaan dengan diskusi bersama para investor tentang putaran penggalangan dana dari swasta, yang dipimpin oleh bank investasi UBS Group AG senilai USD 250 juta.

YouTube Shorts Resmi Jadi Pesaing TikTok, Apa Istimewanya?

Triller sejauh ini telah mendapatkan suntikan modal sekitar USD 100 juta dengan nilai total USD 1,25 miliar. Pertanyaannya, dengan cara IPO, mampukah Triller “melengserkan” dominasi TikTok di kalangan remaja AS? [SN/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here