Rusia Mulai Garap Roket Pengangkut ‘Soyuz-5’

Telset.id, Jakarta – Rusia dikabarkan sudah memulai proses pembuatan roket pengangkut terbaru mereka bernama Soyuz-5. Roket itu akan membantu pergerakan seluruh industri roket dan antariksa Rusia.

Informasi mengenai pembuatan roket pengangkut oleh Rusia diungkapkan oleh Direktur Jenderal Roscosmos State Space Corporation for Space Activities Rusia, Dmitry Rogozin, belum lama ini.

“Roket Soyuz-5 dikerjakan di Energia Rocket and Space Corporation, Progress Rocket Space Center dan NPO Energomash. Selanjutnya, kami akan mengerjakan roket super berat,” kata Rogozin dilansir Daily Star.

Ia melanjutkan, selain membantu pergerakan seluruh industri roket, Soyuz-5 bakal pula berguna untuk memperbarui serta memanfaatkan potensi kuat dalam rancangan dan produksi divisi antariksa Rusia.

Rogozin berujar, Roscosmos State Space Corporation for Space Activities Rusia dilaporkan telah menyetujui rancangan konseptual Soyuz-5. Roket tersebut dirancang sebagai roket pengangkut kelas menengah.

Soyuz-5 diperkirakan akan tuntas dikerjakan pada 2021. Nantinya, Soyuz-5 bakal dipakai sebagai basis kendaraan peluncur angkutan kelas berat. Hal itu sudah mendapat persetujuan dari Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Pada Rabu (18/7) lalu, Putin mengatakan dalam pertemuan dengan pemimpin Roscosmos State Space Corporation for Space Activities bahwa rangkaian uji coba penerbangan roket pengangkut Soyuz-5 akan dimulai pada 2022 mendatang.

Sebelumnya terungkap dari sumber di dalam industri roket dan perusahaan luar angkasa mengungkapkan kepada RIA Novosti bahwa dua robot milik Rusia akan mengikuti jejak Robonaut 2 milik NASA. Kedua robot itu nantinya akan menjalankan misi di antariksa pada awal tahun depan.

Sekedar informasi, Robonaut 2 merupakan robot yang dikirim NASA ke Station Luar Angkasa Internasional atau ISS pada 2011 lalu. Robot tersebut bertugas untuk membantu kinerja astronot yang sedang menjalankan misi di orbit.

Menurut Defense One, robot bernama FEDOR itu akan terbang bersama pesawat ruang angkasa Soyuz ke planet di luar bumi. FEDOR sendiri merupakan singkatan dari Final Experimental Demonstration Object Research.

Menariknya, FEDOR diterbangkan bukan sebagai kargo atau barang yang diangkut, melainkan sebagai awak pesawan ruang angkasa Soyuz. Robot FEDOR diklaim mampu menggantikan kerja manusia untuk menjalankan skenario berisiko tinggi, semisal melakukan misi penyelamatan.

FEDOR juga telah dibekali sejumlah kemampuan layaknya manusia. Sebut saja seperti mengemudi, melakukan push-up, angkat beban, bahkan menembak. Melihatnya, mantan deputi Dmitry Rogozin sampai menyebut bahwa Rusia telah menciptakan Terminator. [BA/HBS]

Sumber: Dailymail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here