[VIDEO] YouTuber Ini Kembangkan Robot Tukang Cukur Rambut

Robot Tukang Cukur Rambut

Telset.id, Jakarta – YouTuber Shane of Stuff Made Here menciptakan robot yang bisa berperan sebagai tukang cukur. Ide itu berawal dari pandemi virus corona yang membuatnya berpikir dua kali untuk ke tukang cukur rambut maupun salon.

Dalam berinovasi, ia harus berpikir keras untuk membuat lengan robot presisi dalam melakukan gerakan memotong rambut. Pasalnya, salah sedikit saja dalam pengaturan, kepalanya bakal terluka terkena gunting di lengan robot.

Seperti yang Shane tunjukkan dalam video, proses pemotongan rambut melibatkan pemisahan gumpalan. Selama ini, para tukang cukur banyak menyisir untuk benar-benar bisa mendapatkan gumpalan rambut yang tepat.

{Baca juga: Lindungi Petugas Medis, Denmark Ciptakan Robot Swab Covid-19}

Menurut laporan Ubergizmo, seperti dikutip Telset.id, Sabtu (01/08/2020), bagian tersebut merupakan yang paling rumit untuk diajarkan ke robot. Shane pun akhirnya memilih untuk mengandalkan ruang hampa udara.

Ia juga membuat aplikasi di iPad, yang memungkinkan untuk memilih gaya rambut sesuai keinginan. Robot itu bahkan bisa “mengobrol” dengannya, seperti yang diharapkan dari tukang cukur atau penata rambut di salon-salon.

Shane percaya bahwa robot tukang cukur buatannya memiliki banyak potensi. “Kemungkinan, mesin jenis ini tidak terbatas dengan hal yang paling menarik. Ia tidak kesulitan melakukan pemotongan rambut seperti halnya tukang cukur,” ujarnya.

Meski demikian, banyak orang yang meragukan kemampuan robot ciptaan Shane. Mereka mengatakan, robot tersebut berpotensi menjadi ancaman untuk melukai orang. Anda penasaran? Simak saja video di bawah ini.

Robot punya Peran di New Normal

Peran robot bisa dibilang meningkat di era new normal akibat pandemi Covid-19 ini. Misalnya, perusahaan sekelas KFC yang mengembangkan robot untuk melayani pelanggan.

KFC di Moskow, Rusia memamerkan restoran otomatis yang menggunakan jasa robot untuk menggantikan pelayan. Restoran otomatis KFC dengan robot mutakhir itu mampu meminimalisir segala kemungkinan interaksi antara para pelanggan dengan pelayan.

Setelah makanan dimasak, tangan robot nan tampak kokoh dan presisi meletakkan pesanan ke dalam kotak. Kotak tersebut dapat dibuka menggunakan kode yang telah diberikan kepada pelanggan.

{Baca juga: Masa “New Normal”, KFC Layani Pelanggan Pakai Robot}

Untuk membayar makanan, pelanggan dapat menggunakan kartu perbankan, baik debit maupun kredit, atau menatap data biometrik guna proses pemindaian setelah menyelesaikan proses pendaftaran.

Perwakilan KFC Moskow, Dmitry Ageev, mengatakan bahwa perusahaan membangun outlet baru sebelum penyebaran virus corona. Misinya adalah menghadirkan metode higienis untuk memesan makanan.

{Baca juga: Ugo, Robot Pekerja yang Bantu Manusia Hindari Corona}

Selain KFC, ada juga perusahaan asal Jepang, Mira Robotics yang mengembangkan robot pekerja bernama Ugo. Robot ini dapat membantu pekerjaan manusia, mengurangi kontak antar manusia dan penularan Covid-19.

Ugo dinilai dapat menambah produktivitas negeri sakura. Sebab, Covid-19 membuat populasi pekerja di Jepang menurun karena tidak ada lagi pekerja asing yang bekerja disana.

Bukan cuma Ugo maupun robot dari KFC saja. Ada banyak robot-robot lain yang bertugas untuk meminimalisir kontak fisik antar manusia untuk mencegah penularan Covid-19. (SN/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here