Robot humanoid Lightning dari Honor sedang berlari dalam lomba half marathon di Beijing

Robot China Pecahkan Rekor Dunia Half Marathon, Kalahkan Manusia

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Sebuah robot humanoid asal China berhasil memecahkan rekor dunia half marathon dengan waktu 50 menit 26 detik, mengalahkan catatan tercepat pelari manusia. Robot bernama Lightning dari tim Qitian Dasheng milik Honor itu menjadi juara dalam lomba Humanoid Robot Half Marathon di Beijing E-Town pada Minggu (19/4/2026).

Lebih dari 100 robot buatan berbagai perusahaan teknologi China turut serta dalam ajang yang menempuh jarak 21,0975 kilometer itu. Pencapaian waktu 50 menit 26 detik itu jauh lebih cepat dibanding rekor dunia half marathon manusia yang dipegang pelari Uganda, Jacob Kiplimo, yaitu 57 menit 20 detik.

Dominasi Honor tampak jelas dengan robot dari perusahaan yang sama juga merebut posisi kedua dan ketiga. Robot peringkat kedua mencatat waktu 50 menit 56 detik, sementara peringkat ketiga finis dalam 53 menit 1 detik. Ketiga robot tersebut menyelesaikan lomba secara otonom penuh tanpa kendali langsung dari operator manusia.

Half Marathon Robot China

Penyelenggara menyebut sekitar 40 persen peserta tahun ini sudah menggunakan sistem navigasi mandiri. Robot yang masih dikendalikan jarak jauh dikenai penalti waktu melalui koefisien tertentu untuk menjaga keadilan kompetisi.

Kemajuan ini terasa drastis dibanding edisi pertama tahun lalu. Saat itu, hanya 21 robot yang berpartisipasi dan banyak mengalami kendala teknis, seperti jatuh di garis start. Robot tercepat pada 2025 membutuhkan waktu 2 jam 40 menit untuk menyelesaikan lomba.

Dalam kurun satu tahun, performa robot humanoid melonjak tajam dengan pemangkasan waktu hampir dua jam. Mereka kini bahkan mampu melampaui kemampuan atlet manusia elite. Lomba tahun ini tetap menyisakan drama teknis, di mana beberapa robot sempat terjatuh atau menabrak pembatas lintasan. Robot juara, Lightning, juga sempat kehilangan keseimbangan sebelum bangkit dan melanjutkan lomba hingga finis.

Half Marathon Robot China

Ajang ini menjadi bukti nyata pesatnya perkembangan teknologi robot humanoid di China. Fokus perusahaan teknologi kini tidak hanya pada kestabilan berjalan, tetapi juga kecepatan dan kemampuan navigasi di lingkungan nyata. Dengan capaian ini, kemungkinan robot mampu menyelesaikan lari marathon penuh di bawah dua jam di masa depan semakin terbuka.

Perkembangan ini dilaporkan oleh sejumlah media global, termasuk CNN, yang menggarisbawahi lompatan kemampuan robotik China dalam waktu singkat. Lomba half marathon robot humanoid menandai fase baru di mana mesin mulai menyaingi kemampuan fisik puncak manusia dalam disiplin olahraga ketahanan.