📑 Daftar Isi

Pusat data modern dengan rak server dan lampu indikator menyala

Pusat Data Pihak Ketiga Kini Tangani 46% Beban Kerja Enterprise

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Pusat data pihak ketiga kini menangani 46% beban kerja IT enterprise, melampaui server milik perusahaan (44%)
  • Rata-rata kepadatan daya rack melampaui 11 kW untuk pertama kalinya
  • 24% operator mengoperasikan rack dengan rating 30 kW atau lebih, naik dari 19%
  • 71% operator melaporkan gangguan terburuk menelan biaya minimal $100.000
  • 53% operator kesulitan menemukan kandidat berkualifikasi untuk posisi kosong
  • Uptime Institute memperkirakan fasilitas pihak ketiga mencapai 48% beban kerja pada 2028
  • Biaya listrik, staf, dan peralatan AI menjadi perhatian finansial utama industri

Telset.id – Pusat data pihak ketiga kini menangani 46% beban kerja IT enterprise secara global, melampaui fasilitas server milik perusahaan untuk pertama kalinya. Temuan dari Uptime Institute Global Data Center Survey ini menandai pergeseran signifikan dalam infrastruktur TI korporat, di mana organisasi semakin bergantung pada fasilitas eksternal untuk menjalankan beban kerja kritis mereka.

Survei yang mengumpulkan respons dari lebih dari 800 pemilik dan operator pusat data di berbagai negara tersebut mengungkapkan, 44% beban kerja enterprise masih berjalan di dalam server farm milik perusahaan. Sementara itu, 10% responden lainnya masih mengandalkan ruang IT kecil dan kabinet server, bukan fasilitas khusus.

Pergeseran ke infrastruktur off-premises ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan biaya listrik dan kebutuhan daya komputasi yang semakin tinggi. Rata-rata kepadatan daya rack kini telah melampaui 11 kW untuk pertama kalinya, didorong oleh pergeseran menuju perangkat keras berdaya lebih tinggi di seluruh industri. Jika mengecualikan sejumlah kecil fasilitas ultra-high-density, angka kepadatan rack tipikal berada di kisaran 7,8 kW, naik tipis dari 7,5 kW pada 2025.

Tekanan Daya dan Biaya Semakin Intensif

Uptime Institute memperkirakan server hall milik sendiri akan mempertahankan pangsa beban kerja mereka saat ini hingga 2028, bahkan ketika pertumbuhan terus berlanjut. Analis memperkirakan fasilitas pihak ketiga akan berkembang lebih jauh, mencapai 48% dari beban kerja dan menarik kapasitas dari ruang IT informal.

A data center with racks of servers and lots of lights glowing

Temuan survei menunjukkan hampir seperempat (24%) responden kini mengoperasikan setidaknya beberapa rack dengan rating 30 kW atau lebih, meningkat dibandingkan 19% pada tahun sebelumnya. Sebagian besar peningkatan terjadi pada rentang 50 kW ke atas, termasuk beberapa operator yang memasang server AI dan GPU ke dalam rack yang melebihi 100 kW.

Biaya yang meningkat untuk listrik, staf, dan peralatan terkait AI kini menjadi perhatian finansial utama industri. Perkiraan kapasitas, ketersediaan daya, dan gangguan rantai pasokan yang berkelanjutan menambah ketidakpastian bagi operator yang merencanakan ekspansi pusat data besar di masa depan.

Beberapa operator dilaporkan memperpendek siklus refresh perangkat keras menjadi di bawah empat tahun, membalikkan tren di kalangan hyperscaler besar menuju siklus hidup yang lebih panjang. Perusahaan seperti Microsoft, Google, dan Meta justru memperpanjang siklus hidup server menjadi enam atau tujuh tahun untuk mengurangi biaya depresiasi.

Gangguan dan Kelangkaan Staf

Gangguan (outage) telah menurun selama enam tahun berturut-turut, dengan pangsa responden yang melaporkan gangguan turun tiga poin persentase. Meski demikian, Uptime memperingatkan bahwa jaringan listrik yang tidak stabil, cuaca ekstrem, dan kendala rantai pasokan terus mengancam keandalan sektor ini di masa depan.

Power cables stretching out in front of the horizon

Sekitar 71% operator mengatakan gangguan terburuk mereka dalam setahun terakhir menelan biaya setidaknya 100.000 dolar AS, meningkat tajam dari 57% sebelumnya. Angka ini menunjukkan dampak finansial yang semakin besar dari setiap kegagalan infrastruktur.

Lebih dari separuh operator (53%) kini melaporkan kesulitan menemukan kandidat berkualifikasi untuk posisi kosong, meningkat dari 46% setahun sebelumnya. Kelangkaan staf semakin memperparah tekanan ini, karena peran listrik dan operasional junior masing-masing menunjukkan kesenjangan keterampilan yang memengaruhi 38% organisasi yang disurvei.

Secara keseluruhan, angka-angka ini menggambarkan industri yang berada di antara permintaan yang melonjak dan pasokan daya, staf, serta peralatan yang terbatas—tanpa solusi mudah di depan mata. Tekanan yang meningkat ini menjelaskan mengapa fasilitas pihak ketiga telah melampaui server farm perusahaan untuk pertama kalinya. Outsourcing beban kerja berdensitas tinggi dan intensif energi memungkinkan perusahaan menghindari investasi infrastruktur yang semakin membebani anggaran dan staf teknis mereka sendiri.

A data center in a blue light

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.