Ilustrasi peretasan Polymarket dengan logo platform dan latar belakang gelap

Polymarket Diretas, Dana Pengguna Dicuri Lewat Pihak Ketiga

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Polymarket mengonfirmasi peretasan melalui celah vendor pihak ketiga
  • Peretas menyuntikkan kode berbahaya ke situs web untuk beberapa pengguna
  • Kerugian diperkirakan mencapai $3 juta berdasarkan laporan PeckShield
  • Dana dicuri dari lebih dari 11 korban
  • Polymarket berjanji mengembalikan dana korban secara penuh
  • Insiden terjadi setelah kontroversi video taruhan palsu pekan lalu
  • Perusahaan akan mengaudit konten promosinya

Telset.id – Platform prediksi pasar Polymarket mengonfirmasi bahwa peretas berhasil mencuri dana dari sejumlah pengguna setelah terjadi pelanggaran keamanan di vendor pihak ketiga. Insiden ini menjadi pukulan terbaru bagi perusahaan yang tengah dilanda kontroversi.

Dalam unggahan di X pada Kamis, Polymarket menyatakan bahwa kompromi pada vendor pihak ketiga memungkinkan peretas menyuntikkan kode berbahaya ke situs webnya ā€œuntuk beberapa pengguna.ā€ Perusahaan mengklaim telah ā€œmengendalikanā€ insiden tersebut dan kini tengah menghubungi korban serta ā€œmengembalikan dana mereka secara penuh.ā€

Hingga Kamis sore, detail pasti mengenai bagaimana serangan itu terjadi masih belum jelas. Saat dihubungi TechCrunch, juru bicara Polymarket Connor Brandi mengonfirmasi bahwa pelanggaran tersebut mengakibatkan pencurian dana pengguna, namun menolak memberikan informasi lebih lanjut dan tidak menanggapi pertanyaan spesifik tentang insiden itu.

Bersamaan dengan unggahan Polymarket, firma pemantau blockchain PeckShield melaporkan di X bahwa sebuah kampanye phishing tengah menargetkan pengguna Polymarket. Menurut PeckShield, peretas telah mencuri sekitar $3 juta dalam bentuk mata uang kripto. Seorang analis blockchain juga melaporkan kerugian serupa dan mengklaim bahwa dana tersebut dicuri dari lebih dari 11 korban.

Polymarket menawarkan penggunanya kemungkinan untuk dibayar dalam mata uang kripto. Dalam beberapa hari terakhir, dua orang di media sosial mengaku telah kehilangan dana Polymarket mereka.

Peretasan ini menjadi pukulan terbaru bagi perusahaan yang telah menjadi sorotan karena alasan yang salah pekan ini. Pada hari Minggu, sebuah investigasi mengungkapkan bahwa Polymarket telah membayar kreator online untuk memposting video menyesatkan yang menunjukkan mereka memenangkan taruhan menguntungkan yang sebenarnya palsu. Sebagai tanggapan, perusahaan mengatakan akan mengaudit konten promosinya.

Insiden peretasan ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang keamanan platform prediksi pasar yang semakin populer. Pengguna yang menyimpan dana dalam jumlah besar di platform seperti Polymarket kini dihadapkan pada risiko keamanan yang nyata, terutama ketika celah keamanan berasal dari pihak ketiga yang mungkin tidak sepenuhnya berada di bawah kendali perusahaan.

Langkah Polymarket yang berjanji mengembalikan dana korban secara penuh menjadi angin segar, namun pertanyaan tentang bagaimana insiden serupa dapat dicegah di masa depan masih belum terjawab. Industri kripto, yang sering menjadi target peretasan dan penipuan, sekali lagi diingatkan akan pentingnya keamanan siber yang ketat.

Bagi pengguna Polymarket, insiden ini menjadi pengingat untuk selalu waspada terhadap tautan mencurigakan dan memastikan keamanan akun mereka. Sementara itu, perusahaan harus bekerja ekstra untuk memulihkan kepercayaan yang sempat terkikis akibat rentetan berita negatif.

Perkembangan kasus ini masih terus dipantau, dan publik menanti langkah konkret Polymarket untuk mengatasi celah keamanan serta mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan. Kejelasan mengenai jumlah pasti korban dan total dana yang dicuri juga masih dinantikan.

Perusahaan kini berada dalam situasi yang sulit, di mana kepercayaan pengguna menjadi taruhan utama. Dengan adanya janji pengembalian dana penuh, diharapkan para korban bisa mendapatkan kembali aset mereka tanpa harus melalui proses yang berbelit-belit.

Insiden ini juga menjadi pelajaran berharga bagi seluruh ekosistem kripto bahwa keamanan bukanlah sesuatu yang bisa ditawar. Setiap titik lemah dalam rantai layanan, termasuk vendor pihak ketiga, harus diaudit secara ketat untuk meminimalkan risiko peretasan.

Polymarket sendiri telah menjadi salah satu platform prediksi pasar terkemuka, terutama selama musim pemilu AS. Popularitasnya yang melonjak justru membuatnya menjadi target empuk bagi para peretas yang ingin memanfaatkan celah keamanan.

Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan informasi terbaru kepada pembaca setia Telset.id.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.