“Planet Pi” yang Misterius Ditemukan di Luar Angkasa

Planet Pi

Telset.id, Jakarta  – Planet Pi, sebuah planet ekstrasurya yang baru ditemukan seukuran Bumi memiliki satu karakteristik yang sangat aneh. Ia diketahui mengorbit bintangnya setiap 3,14 hari Bumi.

Penelitian yang dipublikasikan di Astronomical Journal mencatat, Planet Pi yang dikenal sebagai K2-315b relatif dekat dengan Bumi di jarak 186 tahun cahaya. Satu tahun cahaya sama dengan 6 triliun mil.

{Baca juga: Astronom Bingung Temukan Materi Gelap Misterius di Galaksi}

“Planet tersebut bergerak seperti jarum jam,” kata penulis utama studi, peneliti MIT bernama Prajwal Niraula, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Telset.id dari New York Post, Rabu (30/9/2020).

Sekadar informasi, planet ekstrasurya K2-315b ditemukan pada 2017 berkat teleskop Kepler milik NASA. Namun demikian, baru tahun ini orbit planet itu berhasil dikonfirmasi melalui teleskop di Bumi.

Dipercaya bahwa K2-315b berukuran sekitar 95 persen dari ukuran Bumi. Ia juga diyakini terestrial atau berbatu seperti Bumi. Karena letaknya dekat dengan bintang, ia kemungkinan besar tidak dapat dihuni.

Penelitian tambahan sangat diperlukan untuk melihat bentuk K2-315b serta mengkaji apakah bisa menjadi “kandidat menjanjikan untuk ditindaklanjuti” menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb.

{Baca juga: Objek Misterius Ini Bikin Astronom “Melupakan” Lubang Hitam}

“Akan ada lebih banyak planet yang menarik pada masa depan. Dengan algoritma yang lebih baik, semoga suatu hari nanti  kita dapat mencari planet yang lebih kecil, bahkan sekecil Mars,” tambah Niraula.

Sebelumnya para astronom menemukan materi gelap, benda misterius tak terlihat yang membentuk sebagian besar massa galaksi termasuk Bima Sakti, kembali membingungkan para astronom. Apa yang mereka lihat bertentangan dengan pemahaman saat ini.

Penelitian tersebut mengungkap perbedaan tak terduga antara pengamatan konsentrasi materi gelap di tiga gugus galaksi masif yang mencakup triliunan bintang dan simulasi komputer teoretis tentang cara pendistribusiannya.

{Baca juga: Ternyata Jantung Lubang Hitam “Berdenyut” Sangat Teratur}

“Entah ada unsur yang hilang dalam simulasi atau kami telah membuat asumsi yang salah mendasar tentang sifat materi gelap,” kata astrofisikawan Universitas Yale, Priyamvada Natarajan, penulis studi yang diterbitkan dalam jurnal Science.

Materi gelap adalah “lem” tak terlihat yang menyatukan bintang-bintang di dalam galaksi. Materi gelap menciptakan perancah tak terlihat yang memungkinkan galaksi membentuk kelompok, tetapi memiliki sifat yang terpantau sangat aneh. [SN/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here