Telset.id ā Phil Schiller dilaporkan mundur dari jabatannya sebagai pimpinan App Store dan acara peluncuran produk Apple. Kabar ini muncul di tengah transisi kepemimpinan besar di Apple, di mana John Ternus akan menggantikan Tim Cook sebagai CEO pada 1 September.
Schiller tidak sepenuhnya meninggalkan Apple. Ia akan tetap bertahan di perusahaan sebagai Apple Fellow dan fokus mengerjakan āinisiatif yang belum ditentukanā (unspecified initiatives). Apple sendiri belum mengumumkan transisi ini secara publik. Kabar tersebut pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg.
Perubahan ini merupakan bagian dari restrukturisasi internal yang lebih luas di tubuh Apple. Divisi App Store akan kembali berada di bawah pengawasan Eddy Cue, yang kini memimpin divisi layanan (services). Cue sebelumnya mengelola App Store hingga Schiller mengambil alih pada 2015.
Schiller bukan wajah asing bagi publik. Ia bergabung dengan Apple pada 1987 dan sempat keluar selama empat tahun sebelum kembali. Ia menjadi kepala pemasaran pada 1997 dan membantu meluncurkan App Store bersama Steve Jobs pada 2008. Namun, ia baru mulai memimpin langsung App Store pada 2015.
Selama kariernya, Schiller berperan dalam pengembangan berbagai produk ikonik Apple, termasuk iPhone, iPad, iPod, dan Mac. Ia juga menjadi presenter utama di berbagai acara peluncuran produk Apple selama bertahun-tahun, menjadikannya salah satu sosok paling dikenal di perusahaan.
Restrukturisasi Tim di Balik Layar
Bloomberg melaporkan bahwa Apple memanfaatkan momen ini untuk merombak struktur timnya. Carson Oliver, salah satu deputi Schiller di App Store, akan memimpin tim tersebut dalam operasional sehari-hari. Oliver telah diberi tanggung jawab mengawasi App Store sejak dua tahun lalu.
Ann Thai, yang sebelumnya bertanggung jawab atas alat distribusi aplikasi dan marketplace pihak ketiga, kini dilaporkan berada di bawah Oliver. Selain itu, Alex Rofman, kepala Apple Arcade, juga kini melapor kepada Oliver.
Di sisi lain, Nola Weinstein, deputi Schiller untuk peluncuran produk, akan memimpin tim acara Apple. Tim tersebut berada di bawah arahan Kristin Huguet Quayle, wakil presiden komunikasi dan hubungan masyarakat. Acara pertama di bawah kepemimpinan Weinstein dijadwalkan berlangsung pada 9 September, di mana publik memperkirakan akan melihat peluncuran iPhone 18 Pro, varian baru Apple Watch, dan iPhone lipat pertama Apple.
Keputusan Schiller untuk mundur dari peran hariannya sebenarnya sudah mulai terlihat beberapa tahun terakhir. Ia melepas jabatan senior vice president of marketing pada 2020 dan digantikan oleh Greg Joswiak. Meski demikian, ia tetap menjadi tokoh penting dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan App Store.
Selama memimpin App Store, Schiller harus menghadapi berbagai tantangan besar, termasuk gugatan hukum dari Epic Games. Epic mengajukan gugatan antimonopoli pada 2020 dengan klaim bahwa Apple menciptakan monopoli ilegal melalui sistem komisi in-app. Klaim monopoli tersebut akhirnya ditolak pengadilan dan hakim sebagian besar memenangkan Apple. Namun, Apple tetap diperintahkan untuk memastikan pengembang aplikasi dapat menautkan opsi pembayaran eksternal. Pertarungan hukum ini masih berlangsung hingga kini.
Schiller juga bertanggung jawab atas pembaruan kebijakan dan penyesuaian bagi hasil pendapatan (revenue share) setelah berbagai keputusan pengadilan dan penerapan undang-undang baru. App Store sendiri memfasilitasi transaksi senilai lebih dari $1,4 triliun pada tahun lalu.
Baca Juga:
Gelombang Kepergian Eksekutif Apple
Mundurnya Schiller menambah daftar panjang kepergian eksekutif puncak Apple dalam beberapa waktu terakhir. Mantan chief financial officer Luca Maestri mundur dari jabatannya pada Januari 2025. Setelah itu, Apple juga kehilangan COO Jeff Williams yang pensiun pada Desember setelah 27 tahun bekerja di perusahaan.
Desain utama Alan Dye dan kepala AI John Giannandrea juga telah meninggalkan perusahaan. Lisa Jackson, pimpinan lingkungan dan kebijakan Apple, pensiun tahun lalu. Sementara itu, jaksa umum Kate Adams akan digantikan oleh Jennifer Newstead, mantan chief legal officer Meta.
Jennifer Bailey, kepala Apple Pay yang sudah bertahan lama, dijadwalkan pensiun pada Oktober setelah lebih dari 20 tahun di perusahaan. Pada Juni, Apple juga kehilangan Paul Meade, wakil presiden yang bertanggung jawab atas headset Vision Pro, yang pindah ke OpenAI. Setelah kepergian Meade, tim Vision Pro mengalami perampingan dan kehilangan sekitar 100 karyawan dalam dua minggu terakhir.
Schiller sendiri disebut akan tetap bekerja pada proyek-proyek yang belum ditentukan sebagai Apple Fellow. Namun, Bloomberg mencatat bahwa orang dalam perusahaan meyakini peran Fellow ini merupakan ālangkah besar menuju pensiunnya eksekutif tersebut pada akhirnya.ā
Dengan mundurnya Schiller, divisi App Store kini dialihkan dari departemen pemasaran ke divisi layanan yang dipimpin Eddy Cue. Langkah ini menandakan perubahan strategis dalam cara Apple mengelola toko aplikasinya ke depan.
Transisi kepemimpinan ini menjadi ujian besar bagi John Ternus yang akan resmi menjabat sebagai CEO. Selain harus mengisi kembali posisi-posisi kosong di jajaran eksekutif, Ternus juga dihadapkan pada tugas menjaga stabilitas perusahaan di tengah gelombang kepergian para pemimpin senior.
Acara peluncuran produk Apple pada 9 September akan menjadi momen penting pertama yang diawasi oleh kepemimpinan baru tim acara. Publik menantikan apakah acara tersebut akan menghadirkan inovasi terbaru seperti iPhone lipat pertama yang telah lama dinantikan.
Dengan berbagai perubahan ini, Apple memasuki era baru di bawah kepemimpinan Ternus. Tantangan terbesarnya bukan hanya mempertahankan momentum inovasi, tetapi juga membangun generasi baru pemimpin perusahaan yang mampu melanjutkan warisan panjang Apple.
Bagi pengguna dan pengembang aplikasi, perubahan kepemimpinan di App Store mungkin tidak langsung terasa. Namun, kebijakan terkait distribusi aplikasi dan sistem pembayaran akan terus menjadi perhatian utama, terutama dengan masih berlangsungnya sengketa hukum dengan Epic Games.
Apple belum memberikan komentar resmi mengenai transisi ini. TechCrunch telah menghubungi Apple untuk meminta keterangan lebih lanjut, namun belum ada respons. Sementara itu, The Verge juga melaporkan bahwa Apple tidak segera menanggapi permintaan komentar.





Komentar
Belum ada komentar.