Pemerintah China Bisa ‘Intip’ Pesan WeChat yang Dihapus’

WeChat

Telset.id, Jakarta – Pemerintah China mengaku bisa mengakses obrolan yang sudah dihapus dari aplikasi pesan WeChat. Mereka melakukannya untuk kepentingan investigasi. Bagaimana respons masyarakat China terhadap aksi tersebut?

Menurut laporan The Inquirer, warga China tidak bersikap sinis terhadap tindakan pemerintah setempat yang mengakses pesan sudah terhapus di WeChat. Mereka paham apa yang dilakukan oleh komisi anti-korupsi itu demi kepentingan penyelidikan.

Kabar soal akses pesan yang sudah dihapus di WeChat oleh pemerintah China kali pertama diketahui dari unggahan di media sosial.

Komisi anti-korupsi China, Chaohu Municipal Discipline Inspection and Supervision Commission, menyatakan telah mendapatkan obrolan WeChat yang telah dimusnahkan untuk investigasi kasus.

Sampai Februari 2018, WeChat telah mengantongi jumlah pengguna mencapai satu miliar. Secara hitungan, hanya Facebook dan WhatsApp yang memiliki pengguna lebih banyak daripada WeChat. Jumlah pengguna Facebook 2,1 miliar, sedangkan jumlah pengguna WeChat 1,5 miliar.

Upaya investigasi kasus dengan membuka percakapan di aplikasi pesan juga terjadi di Rusia. Pemerintah setempat meminta kunci enkripsi Telegram, aplikasi pesan asli Rusia, untuk menjaga kemungkinan serangan teroris. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh Telegram dengan alasan menghormati privasi para pengguna.

Pengadilan Rusia lantas mengeluarkan instruksi pemblokiran Telegram. Mereka merasa Telegram tidak menghormati persoalan mengenai gangguan komunikasi yang dialami oleh jutaan pengguna sehingga muncul perselisihan antara perusahaan teknologi global dan otoritas Rusia.

Berita Terkait: Australia Larang Aplikasi WeChat, Ada Apa?

Perintah pemblokiran datang seminggu setelah pengawas komunikasi Rozkomnadzor mengajukan gugatan pembatasan akses ke Telegram.

Asal tahu saja, usai memenangkan lagi pemilihan Presiden, Putin langsung mengeluarkan kebijakan pencegahan dan pemberantasan aksi terorisme yang bisa saja terorganisir dan direncanakan lewat aplikasi Telegram.[SN/HBS]

Sumber: The Inquirer

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here