Telset.id β Perplexity resmi merilis Portable Computer untuk Windows melalui aplikasi Perplexity yang sudah ada di platform tersebut, bekerja sama dengan Nvidia. Kehadiran versi Windows ini menghapus kebutuhan pengguna untuk membeli sistem terpisah, karena fitur AI agent lokal yang sebelumnya hanya tersedia di sistem operasi berbasis Linux kini bisa dijalankan langsung di PC Windows yang sudah dimiliki pengguna.
Rilis ini menandai perluasan jangkauan Portable Computer ke basis pengguna Windows yang jauh lebih luas. Sebelumnya, Portable Computer diluncurkan pertama kali untuk Linux pada 25 Agustus dan awalnya hadir di DGX Spark sebagai platform AI agent yang sepenuhnya lokal.
Perplexity Computer sendiri merupakan agent perusahaan untuk tugas-tugas multistep. Agent ini dapat merencanakan pekerjaan, menjalankan subtugas melalui konektor dan berbagai tools, lalu menghasilkan output yang bukan sekadar respons chat biasa. Perplexity Computer berjalan di cloud Perplexity dan mengonsumsi Computer credits, sedangkan Portable Computer adalah agent yang sama dengan fitur-fitur yang berjalan di PC lokal alih-alih di cloud. Pekerjaan lokal tidak mengonsumsi kredit, tetapi agent dapat mengirim tugas ke model cloud dengan izin eksplisit jika diperlukan.
Fitur Baru dan Syarat Perangkat
Portable Computer untuk Windows hadir dengan sejumlah fitur baru. Fitur tersebut mencakup scheduled recurring tasks atau tugas berulang terjadwal dan local MCP servers untuk aplikasi desktop. Nvidia mencantumkan konektor untuk Microsoft Word, Google Drive, Gmail, Slack, dan GitHub. Aplikasi ini juga menyertakan dropdown untuk mengunduh model lokal dengan satu klik, dengan Qwen 3.8 27B disebut Nvidia sebagai contoh model lokal. Dukungan DGX Station disebut akan menyusul dalam waktu dekat.
Meski demikian, syarat perangkat keras tidak berubah. Sistem host harus memiliki setidaknya 24GB VRAM dengan GPU GeForce RTX atau RTX PRO. Selain itu, pengguna juga memerlukan langganan Perplexity Pro atau Max. Persyaratan 24GB ini lebih merupakan gerbang VRAM ketimbang gerbang generasi, karena memotong lintas jajaran produk konsumen Nvidia.
Kartu grafis yang memenuhi syarat 24GB+ VRAM tersebut antara lain RTX 3090 dan 3090 Ti (24GB), RTX 4090 (24GB), serta 5090 (32GB). Adapun RTX 5090 Laptop GPU dengan 24GB belum secara eksplisit disebutkan oleh kedua perusahaan. Untuk kartu RTX PRO Blackwell yang memenuhi syarat adalah 4000 (24GB), 4500 (32GB), 5000 (48GB atau 72GB), dan 6000 (96GB).
Baca Juga:
Dampak bagi Pengguna PC Windows
CEO Perplexity, Aravind Srinivas, menulis di X pada 14 September bahwa dengan rilis ini hadir βunmetered local intelligence on every Windows PC running on Nvidia hardware and Perplexity harness.β Sebelumnya, Nvidia pada 3 September menyatakan bahwa dukungan Windows akan segera hadir.
Dalam unggahan 3 September menjelang IFA, pameran elektronik konsumen di Berlin, Nvidia mengindikasikan rencana lebih lanjut di jalur ini. Unggahan tersebut menyebutkan bahwa RTX Spark Windows PCs dari Lenovo dan Acer diharapkan hadir pada Oktober, dan dua local agent, Hermes Agent dan OpenClaw, akan mendapatkan penyederhanaan setup lokal yang sama.
Bagi pengguna yang sudah memiliki PC RTX yang memenuhi syarat, rilis Windows ini menghapus kebutuhan untuk membeli sistem terpisah. Mengupgrade desktop yang kompatibel dengan kartu bekas yang memenuhi syarat juga bisa lebih murah dibanding membeli DGX Spark Founders Edition pada harga $4,699.
Perluasan ini menegaskan posisi Perplexity dalam menghadirkan kemampuan AI agent lokal ke perangkat yang lebih mudah diakses. Pengguna tidak lagi harus bergantung pada sistem khusus untuk menjalankan agent lokal, selama perangkat mereka memenuhi syarat VRAM dan langganan yang ditetapkan. Langkah ini juga memperkuat kolaborasi Perplexity dengan Nvidia dalam menghadirkan pengalaman AI lokal di ekosistem PC Windows.
Untuk konteks lebih luas soal pemanfaatan AI agent dalam pekerjaan sehari-hari, pengguna bisa merujuk pada pembahasan kiat produktivitas dari berbagai layanan AI. Sementara itu, dinamika kompetisi di ranah AI juga terlihat dari langkah hukum yang sempat dihadapi Perplexity, seperti dalam kasus menang banding melawan Amazon.







Komentar
Belum ada komentar.