Telset.id – PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) mencatatkan pertumbuhan pendapatan neto tahunan sebesar 34% pada tahun buku 2025, dengan volume penjualan smartphone menjadi kontributor utama. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), perusahaan melaporkan pendapatan neto konsolidasian mencapai Rp 22,4 triliun.
Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja positif di seluruh segmen usaha. Blibli mencatat bahwa kategori elektronik konsumen, terutama volume penjualan smartphone yang lebih tinggi, menjadi motor utama. Kontribusi juga meningkat dari usaha institusi perseroan serta perluasan jaringan toko fisik elektronik konsumen untuk mendukung strategi omnichannel.
Sepanjang 2025, Blibli menerapkan strategi mendorong pertumbuhan volume transaksi, memperkuat marjin, meningkatkan monetisasi, dan memperbaiki efisiensi operasional. Integrasi ekosistem omnichannel yang semakin matang juga menjadi fokus utama untuk memperdalam loyalitas pelanggan.
CEO dan Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, menyatakan optimismenya terhadap prospek perusahaan. “Di tengah pasar yang penuh tantangan dan konsumsi masyarakat yang semakin selektif, Perseroan berhasil memperkuat fundamental usaha yang mengarahkan Perseroan ke jalur menuju profitabilitas yang semakin jelas,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (5/6/2026).

Ekspansi Toko Fisik dan Kinerja Keuangan
Blibli memperluas kehadiran di segmen toko fisik melalui pembukaan 66 toko baru. Per 31 Desember 2025, perusahaan telah mengoperasikan 265 toko elektronik konsumen, 4 toko elektronik rumah tangga, serta 1 toko fesyen dan olahraga. Selain itu, mereka juga mengelola 57 supermarket premium Ranch Market dan 39 home center Dekoruma.
Dari sisi profitabilitas, laba bruto perseroan naik 19% secara tahunan menjadi Rp 3,9 triliun pada 2025. Rasio beban operasional terhadap pendapatan neto berhasil ditekan dari 34,3% menjadi 26,6%. Perbaikan efisiensi ini menunjukkan fundamental bisnis yang semakin solid.
Agenda RUPST juga menunjuk Imron Hendrata sebagai Komisaris Utama dan Cyrillus Harinowo sebagai Komisaris Independen yang baru. Perubahan jajaran komisaris ini diharapkan membawa perspektif baru dalam tata kelola perusahaan.
Kinerja positif berlanjut pada kuartal pertama 2026. Pendapatan neto konsolidasian Blibli tumbuh 67% secara tahunan menjadi Rp 7,8 triliun, dengan peningkatan laba bruto menjadi Rp 1,2 triliun. Angka ini menunjukkan akselerasi pertumbuhan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Strategi Ke Depan
Kusumo Martanto menegaskan komitmen perusahaan untuk melanjutkan momentum positif. “Ke depan, kami akan terus memperkuat kualitas pertumbuhan dan menjaga momentum kinerja melalui pendekatan scale what works. Dengan fondasi usaha yang semakin kuat, integrasi ekosistem yang semakin matang, serta fokus pada profitabilitas berkelanjutan,” pungkasnya.
Pertumbuhan penjualan smartphone yang menjadi andalan ini sejalan dengan tren industri e-commerce yang semakin kompetitif. Blibli berhasil memanfaatkan momen dengan strategi omnichannel yang terintegrasi, menggabungkan kekuatan platform digital dengan jaringan toko fisik.
Keberhasilan Blibli dalam menekan rasio beban operasional menjadi 26,6% menunjukkan disiplin biaya yang ketat. Perusahaan berhasil menyeimbangkan antara investasi pertumbuhan dan efisiensi operasional, sebuah keseimbangan yang sulit dicapai di tengah tekanan pasar.
Dengan fundamental yang semakin kuat, Blibli optimistis dapat mencapai profitabilitas berkelanjutan. Pertumbuhan pendapatan yang konsisten, didukung oleh kategori elektronik konsumen dan perluasan jaringan fisik, menjadi modal utama untuk bersaing di pasar e-commerce Indonesia yang semakin matang.





Komentar
Belum ada komentar.