Telset.id – Dua trailer milik PlusAI, startup truk otonom yang bekerja sama dengan Nvidia, dicuri dan ditemukan kembali di lokasi lain. Alih-alih mendapatkan perangkat AI bernilai tinggi, para pelaku justru mendapati isi kedua unit tersebut berupa 20.000 pon pasir di masing-masing trailer. Insiden ini menyoroti meningkatnya pencurian komponen dan perangkat keras terkait AI di tengah booming pembangunan pusat data AI.
PlusAI merupakan startup truk otonom yang mengembangkan sistemnya bersama Nvidia. Beberapa truk dan trailer perusahaan itu memang memiliki logo kedua perusahaan, sebuah penanda yang diduga menarik perhatian pelaku pencurian yang berharap mendapatkan GPU AI bernilai besar. Laporan Wired menyebutkan dua trailer startup tersebut dicuri dan kemudian ditemukan di lokasi lain.
Kejadian ini menjadi ironi tersendiri. Pelaku yang mengira akan mendapatkan bayaran besar dari dua truk berisi “silikon pintar” justru berakhir dengan 20 ton pasir. Muatan tersebut bukan perangkat keras AI, melainkan beban simulasi yang digunakan PlusAI untuk keperluan riset dan pengembangan.
Baca Juga:
Menurut juru bicara perusahaan, Lauren Kwan, PlusAI menggunakan muatan simulasi di trailer-nya untuk membantu pengujian riset dan pengembangan. Ia menambahkan bahwa kedua unit tersebut berhasil ditemukan kembali dengan “40.000 pon pasir dalam kondisi utuh”. Dengan demikian, total pasir yang ada di dua trailer mencapai 40.000 pon, atau setara 20.000 pon per trailer.
Modus Pencurian dan Kronologi Penemuan
Penemuan kembali trailer tersebut terjadi secara tidak sengaja. Salah satu eksekutif puncak startup menerima pesan dari seorang kenalan yang mengatakan bahwa mereka melihat trailer-trailer itu, yang oleh kenalan tersebut disebut sebagai “truk”, berada di dekat tempat kerja mereka. Informasi itu diduga membuat sang eksekutif khawatir, karena lokasi tersebut hanya berjarak setengah mil dari gudang PlusAI. Hal ini kemudian membuat polisi dipanggil.
Dari sisi pengamanan, kabin truk startup tersebut yang kemungkinan dilengkapi perangkat keras AI canggih diparkir dengan aman di dalam gudang perusahaan. Sementara itu, trailer-nya tampaknya ditinggalkan di luar dan hanya diamankan dengan kunci tangan.

Insiden ini terjadi di tengah lonjakan pencurian yang menyasar komponen dan perangkat keras terkait AI. Booming pembangunan pusat data AI telah membuat komponen PC seperti RAM dan GPU menjadi sangat mahal, yang memicu meningkatnya pencurian kecil-kecilan terhadap komponen tersebut. Perusahaan dan startup juga menjadi target, terutama saat mereka membangun pusat data dan server AI lokal dengan peralatan serta perangkat keras senilai jutaan dolar.
Sebelumnya, sudah pernah terjadi perampasan kargo kabel tembaga dan perangkat keras lain senilai 1,3 juta dolar. Pelaku lain bahkan bertindak lebih nekat dengan mendorong atau memutar kendaraan pengawal ke luar jalan agar bisa membawa kabur satu truk berisi GPU AI. Pola kejahatan semacam ini menunjukkan bahwa perangkat keras AI kini menjadi incaran bernilai tinggi.
Kasus PlusAI sendiri menunjukkan bahwa tidak semua target pencurian benar-benar berisi perangkat keras berharga. Meski demikian, insiden ini tetap menggambarkan kerentanan logistik perusahaan teknologi di tengah tingginya permintaan perangkat AI. Trailer yang ditinggalkan di luar dengan pengamanan terbatas menjadi titik lemah yang bisa dimanfaatkan pelaku.
Dampak bagi Industri dan Pelaku
Bagi industri, insiden ini memperkuat gambaran bahwa pencurian perangkat keras AI telah menjadi persoalan nyata, seiring mahalnya komponen seperti RAM dan GPU. Perusahaan dan startup yang membangun pusat data serta server AI lokal dengan peralatan bernilai jutaan dolar berada dalam risiko yang meningkat. Hal serupa juga terlihat dari maraknya kasus pencurian perangkat keras di berbagai lokasi, termasuk di hotel esports.
Bagi para pelaku, hasil akhirnya jauh dari harapan. Mereka mengira akan mendapatkan bayaran besar dari dua truk berisi silikon pintar, tetapi justru berakhir dengan 20 ton pasir. Kedua trailer ditemukan kembali dengan total 40.000 pon pasir dalam kondisi utuh, sesuai keterangan juru bicara PlusAI, Lauren Kwan.
Hingga berita ini ditulis, tidak ada informasi lebih lanjut mengenai status penyelidikan polisi atau apakah ada pihak yang ditahan terkait insiden tersebut. Yang jelas, kasus ini menjadi pengingat bahwa nilai tinggi perangkat AI telah mendorong munculnya berbagai modus pencurian, sekaligus menunjukkan bahwa tidak setiap target pencurian berisi barang yang diharapkan pelaku.
[ META_DESCRIPTION]
Dua trailer PlusAI dicuri karena dikira berisi GPU AI. Pelaku justru menemukan 20.000 pon pasir per trailer, bukan perangkat keras bernilai tinggi.





Komentar
Belum ada komentar.