Pencarian Alien Pakai AI Memicu Perdebatan, Kenapa?

Pencarian Alien

Telset.id, Jakarta  – Para peneliti mencari tanda-tanda biologis untuk melihat kehidupan di luar Bumi. Bahkan ada yang menganggap pencarian di luar angkasa sebagai pencarian teknokatur teknologi. Yang terbaru, pencarian alien memakai AI mulai dipertimbangkan

Memang banyak cara untuk menelaah kemungkinan kehidupan makhluk di planet lain. Yang jelas, seperti dikutip Telset.id dari Ubergizmo, Minggu (9/2/2020), pencarian alien menggunakan AI bukanlah ide yang bagus.

{Baca juga: NASA: Alien Sudah Kunjungi Bumi}

Sebuah makalah penelitian mengisyaratkan bahwa AI atau artificial intelligence alias kecerdasan buatan berpotensi menipu kita untuk berpikir bahwa kehidupan alien ada dalam proses mencari tanda-tanda teknologi.

Tanda-tanda teknologi dapat berupa sinyal radio, partikel tak dikenal, dan sebagainya. Pada dasarnya, makalah penelitian itu menyatakan bahwa AI dapat membuat kita percaya ada peradaban alien yang sejatinya tidak ada.

Dengan kata lain, model visi komputer mungkin tidak cukup sempurna untuk secara tepat menentukan keberadaan bentuk kehidupan di luar angkasa. Studi juga menyebutkan bahwa persepsi manusia belum sesuai ekspektasi.

Bahkan, pengambilan keputusan manusia masih merupakan bagian terakhir dari rantai dalam setiap analisis data atau interpretasi hasil mengenai keberadaan kehidupan di luar Bumi. Dari sini, bisa ditarik kesimpulan mengenai bantuan AI.

{Baca juga: Eropa Terbangkan Satelit CHEOPS untuk Pantau Planet Alien}

Kesimpulannya, jika AI membuat segalanya lebih mudah atau mengotomatisasi sesuatu dengan cara gampang, masih jauh dari kata sempurna untuk membantu menjelajahi alam semesta guna mencari bentuk kehidupan alien.

Sebelumnya, sebuah pesawat ruang angkasa milik Eropa diluncurkan pada Rabu (18/12), dengan misi tiga tahun untuk mempelajari “planet alien” di tata surya lain. Namanya Satellite Characterizing ExOPlanets atau satelit CHEOPS.

Satelit CHEOPS meluncur dari Kourou, Guyana, Prancis, pada pukul 0854 GMT (03:54 am EST) di atas roket Soyuz milik Rusia. Peluncuran dilakukan 24 jam setelah upaya pertama ditunda tidak lama sebelum pesawat lepas landas.

{Baca juga: Ilmuwan Pastikan Manusia Bisa Bertemu Alien}

Badan Antariksa Eropa mengatakan, satelit tersebut adalah misi pertama yang didedikasikan untuk mempelajari bintang-bintang terang, yang sudah diketahui memiliki planet. Misi difokuskan di “planet alien” seukuran Bumi. [SN/HBS]

 

 

Previous articleFord Bikin Jaket Emoji “Rambu” Buat Pesepeda
Next articleTahun 2019, Pendapatan XL Axiata Tembus Rp 25,15 Triliun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here