Penanganan Corona Terhambat karena Dunia Minim Internet

Telset.id, Jakarta  – Respons global terhadap penanganan virus Corona terhambat oleh kenyataan bahwa hampir separuh populasi dunia tidak memiliki akses ke internet. Hal itu dikemukakan oleh The Web Foundation.

Organisasi tersebut percaya bahwa alat digital untuk memperlambat penyebaran Covid-19 tidak berjalan seefektif seharusnya. Gara-garanya, begitu banyak orang yang tidak dapat berbagi informasi secara online.

{Baca juga: Pelacak Ini Bantu Temukan Situs Lab Uji Corona Terdekat}

The Web Foundation mengampanyekan akses internet menjadi hak universal. Hanya sekitar 54 persen populasi dunia saat ini bisa terhubung ke jaringan. Mereka yang kini tidak terhubung cenderung miskin.

Menurut laporan New York Post, seperti dikutip Telset.id, Selasa (21/4/2020), perempuan dan orang-orang yang tinggal di daerah pedesaan terpencil juga sampai sekarang masih kesulitan mengakses internet.

Di New York City, sepertiga rumah tangga tidak berlangganan broadband. “Internet adalah kekuatan penting dalam membantu mengekang penyebaran virus corona,” kata Adrian Lovett, presiden The Web Foundation.

Ia menyebut, internet memberikan informasi kesehatan masyarakat yang vital dan membantu hidup secara virtual ketika bertemu secara fisik mengancam kehidupan individu. “Krisis ini memengaruhi semua orang,” ucapnya.

{Baca juga: AI dari Alibaba Mampu Deteksi Virus Corona dalam Sekejap}

Adrian menambahkan, mereka yang tidak memiliki alat untuk melindungi diri sendiri dan keluarga lebih rentan terhadap virus corona. Tak cukup, mereka bakal terkena dampak ekonomi dan sosial yang menyakitkan.

Sebelumnya, penggunaan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di sektor medis membantu dokter maupun perawat dalam deteksi hal-hal yang mungkin terlewatkan oleh manusia, termasuk virus Corona atau Covid-19. AI buatan Alibaba misalnya, diklaim mampu deteksi virus Corona hanya dalam hitungan detik saja.

Menurut laporan The Next Web, seperti dikutip Telset.id, Selasa (17/03/2020), sistem baru tersebut bergantung kepada CT scan. Dipadukan dengan AI, maka deteksi virus Corona atau Covid-19 bisa dilakukan dalam waktu yang cepat. [SN/HBS]

 

SOURCENew York Post
Previous articleTeori Baru Tentang Misteri Planet Ekstrasurya Menghilang
Next articleSatelit Starlink SpaceX Sempat Dikira UFO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here