Telset.id, JakartaĀ ā Pemerintah Amerika Serikat melalui Jaksa Agung New York menilai seriusĀ bugĀ Facetime. Sebab, AS berencana untuk menyelidiki bug di Facetime tersebut sesegera mungkin.
MenurutĀ Engadget, seperti dilansirĀ Telset.id pada Kamis (31/01/2019), Jaksa Agung, Letitia James telahĀ memerintahkan untuk melakukan investigasi atas bugĀ Facetime, dengan harapan bahwa Apple bisa lebih tanggap untuk memperingatkan konsumen jika terjadi masalah seperti itu.
Sementara itu, gubernur New York, Andrew Mark Cuomo menilai bahwa investigasi itu diperlukan agar masyarakat bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
{Baca juga:Ā Apple Punya Cara Baru untuk Perbaiki FaceTime Group}
āWarga menyatakan untuk perlu tahu bahwa telepon mereka aman,ā ucap Cuomo.
Belum ada informasi apakah investigasi ini akan mengarah pada tindakan pemerintah yang lebih lanjut seperti ke ranah hukum atau tidak. Namun, saat ini AppleĀ sudah memperbaiki celah keamanan itu yang direncanakan akan disebar di minggu depan.
Mereka juga telah menonaktifkan FaceTime Grup dari jarak jauh, tak lama setelah publik mengetahui celah keamanannya. Apabila investigasi ini benar-benar menimbulkan masalah, bisa jadi pemerintah akan segera mengambil tindakan hukum lebih cepat dan transparan terhadap masalah privasi dan keamanan.
{Baca juga:Ā Awas! Ada Bug di FaceTime, Segera Lakukan Ini}
Sebelumnya, adaĀ bug FaceTimeĀ yang memungkinkan pengguna mendengar percakapan melaluiĀ iPhoneĀ orang lain, meskipun mereka belum menjawab panggilan telepon.
Temuan ini pertama kali dilaporkan oleh seorang pengguna Benji Mobb, di akun Twitter-nya dan dilaporkan oleh 9to5Mac. Reporter CNBC juga telah mengujinya dan memverifikasi bahwa itu benar.
Seorang reporter CNBC mencoba melakukan panggilan video ke editornya menggunakan aplikasi FaceTime. Sebelum si editor mengangkat teleponnya, ia menggunakan opsi untuk menambahkan orang lain ke panggilan tersebut. Tiba-tiba, dia bisa mendengar editornya, meskipun atasannya tidak pernah mengangkat panggilan itu. (NM/FHP)




