šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi pemblokiran domain streaming ilegal Piala Dunia 2026 oleh otoritas AS

Pemblokiran 400 Domain Streaming Ilegal Piala Dunia 2026 oleh AS

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Departemen Kehakiman AS blokir hampir 400 domain streaming ilegal Piala Dunia 2026
  • Operasi "Offsides" dipimpin National IPR Center dan Homeland Security Investigations
  • Jumlah domain ditakedown 5 kali lipat dari Piala Dunia 2022
  • Server ilegal terlacak di Peru dan Bulgaria, penindakan di 4 negara lain
  • HSI peringatkan risiko malware dan pencurian data keuangan
  • 92% situs streaming ilegal mengandung konten berbahaya (Webroot 2021)
  • Microsoft lacak kampanye maladvertising capai 1 juta perangkat
  • Operation Offsides masih aktif, operator terus diburu

Telset.id – Amerika Serikat melalui Departemen Kehakiman (DOJ) mengumumkan pemblokiran hampir 400 domain yang digunakan untuk melakukan streaming ilegal pertandingan langsung Piala Dunia FIFA 2026. Tindakan masif ini merupakan bagian dari operasi penegakan hukum berskala besar yang bertujuan melindungi hak siar eksklusif turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.

Operasi yang dinamakan ā€œOperation Offsidesā€ ini dipimpin oleh National Intellectual Property Rights Coordination Center bekerja sama dengan Homeland Security Investigations (HSI). Surat perintah penyitaan diajukan di Pengadilan Distrik Eastern District of Virginia. Jumlah domain yang ditakedown dalam operasi ini sekitar lima kali lipat dari jumlah domain yang ditakedown selama turnamen Piala Dunia 2022 di Qatar.

FIFA World Cup 2026

Turnamen Piala Dunia 2026 menjadi momen penting karena untuk pertama kalinya turnamen ini menjadi tuan rumah bersama oleh AS, Kanada, dan Meksiko. Status ini memberikan yurisdiksi yang lebih kuat bagi otoritas AS dibandingkan saat turnamen digelar di Qatar. Para penyidik berhasil melacak infrastruktur streaming ilegal hingga ke server yang berlokasi di Peru dan Bulgaria, dengan dukungan penindakan di Kroasia, Rumania, Polandia, dan Kolombia.

FIFA sendiri mengidentifikasi domain-domain yang melanggar hak cipta tersebut. Sejumlah perusahaan media besar seperti beIN Media Group, NBCUniversal, Motion Picture Association’s Alliance for Creativity and Entertainment, UFC, dan Warner Bros. turut membantu menyediakan informasi tambahan untuk mendukung operasi ini.

Asisten Jaksa Agung A. Tysen Duva dari Divisi Kriminal DOJ menyatakan bahwa penyitaan ini mencerminkan tugas negara sebagai ā€œtuan rumah untuk melindungi Piala Dunia FIFA dari para penjahat.ā€ Pernyataan ini menegaskan komitmen serius pemerintah AS dalam memberantas pembajakan siaran olahraga internasional.

Ancaman Malware di Balik Situs Streaming Ilegal

Selain melanggar hak cipta, situs streaming ilegal juga membawa risiko keamanan siber yang serius. HSI telah memperingatkan bahwa tayangan dari situs-situs ini dapat membuat pengguna terpapar malware dan koneksi yang mampu mencuri data keuangan. Peringatan ini bukan tanpa dasar, mengingat analisis Webroot pada tahun 2021 terhadap situs streaming olahraga ilegal menemukan bahwa 92% di antaranya membawa beberapa bentuk konten berbahaya, biasanya dikirimkan melalui jaringan iklan yang mendanai operasi mereka.

Ancaman ini semakin nyata setelah pelacakan oleh Microsoft Threat Intelligence pasca Piala Dunia 2024. Microsoft menemukan kampanye maladvertising pada Desember 2024 yang mencapai hampir 1 juta perangkat. Kampanye tersebut berasal dari situs streaming ilegal, di mana pengalihan (redirectors) yang tertanam dalam bingkai video mengarahkan pengguna melalui beberapa lompatan ke pencuri informasi seperti Lumma dan Doenerium yang dihosting di GitHub. Microsoft menemukan bahwa kampanye ini mengenai mesin konsumen dan perusahaan.

Infeksi seperti ini seringkali tidak memerlukan lebih dari sekadar klik sederhana pada tombol putar atau unmute untuk memulai rantai pengalihan, tanpa adanya permintaan unduhan dan tanpa perlu memasukkan kredensial apa pun. Fakta ini menunjukkan betapa bahayanya mengakses konten dari sumber ilegal.

Penegakan Hukum yang Semakin Agresif

Penyitaan domain merupakan alat yang terbatas terhadap operasi yang terus memutar alamat dan kembali ke salinan cadangan. Inilah sebabnya mengapa badan penegak hukum tiba-tiba menyita ratusan domain sekaligus, bukan satu per satu. Strategi ini dirancang untuk memberikan dampak maksimal dan mengganggu infrastruktur jaringan pembajakan secara signifikan.

Otoritas semakin gencar mengejar orang-orang yang menjalankan streaming ilegal dan, dalam beberapa kasus, pelanggan mereka. Pengadilan AS secara terpisah telah menguji batas tanggung jawab pembajakan, dengan Mahkamah Agung memutuskan bahwa ISP tidak bertanggung jawab atas pelanggaran pelanggan mereka pada bulan Maret lalu. Sementara itu, pengadilan Yunani memenjarakan operator situs torrent selama lima tahun tahun lalu, dan pengadilan Irlandia memerintahkan Revolut untuk membuka kedok lebih dari 300 pelanggan layanan IPTV bajakan pada bulan Maret.

Operation Offsides masih aktif, dan Departemen Kehakiman menyatakan akan terus mengejar operator di balik situs-situs yang disita. Tindakan tegas ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku pembajakan siaran olahraga bahwa konsekuensi hukum semakin berat. Bagi penggemar sepak bola, langkah ini memastikan bahwa menonton Piala Dunia 2026 melalui jalur resmi bukan hanya soal legalitas, tetapi juga keamanan perangkat dan data pribadi mereka.

Pemblokiran domain ini juga menunjukkan bagaimana kehilangan domain bisa menjadi alat penegakan hukum yang efektif. Meskipun operator ilegal seringkali memindahkan situs mereka ke domain baru, operasi berskala besar seperti ini dapat mengganggu model bisnis mereka secara fundamental. Otoritas di berbagai negara kini semakin terkoordinasi dalam memberantas kejahatan siber terkait hak cipta ini.

Dengan jumlah domain yang ditakedown mencapai hampir 400, operasi ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah penegakan hak siar olahraga. Ke depannya, pengguna internet diimbau untuk selalu waspada dan hanya mengakses konten dari sumber resmi dan terpercaya untuk menghindari risiko keamanan yang mengintai di balik situs streaming ilegal.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.