Pemasukan Foxconn Anjlok, Gara-gara iPhone?

FILE PHOTO: A motorcyclist rides past the logo of Foxconn, the trading name of Hon Hai Precision Industry, in Taipei, Taiwan March 30, 2018. REUTERS/Tyrone Siu/File Photo

Telset.id, Jakarta – Selama ini, Foxconn dikenal sebagai pemasok utama dan perakitan iPhone. Namun, kabarnya Foxconn justru merugi gara-gara melayani produksi iPhone dari Apple. Kabarnya, pendapatan perusahaan pada Desember 2018 mengalami penurunan.

Menurut Reuters, dikutip Telset.id pada Senin (14/1/2019), pemasukan Foxconn pada akhir tahun lalu anjlok lantaran permintaan di kategori produk konsumen menyusut sangat signifikan. Pemasukan perusahaan pada Desember 2018 hanya USD 20,2 miliar.

Mereka memang tidak menyebut secara gamblang bahwa iPhone menjadi penyebab utama penurunan performa keuangan perusahaan.

Apalagi seperti kita tahu selama ini mereka juga menggarap berbagai merek ponsel maupun perangkat elektronik lain, termasuk dengan merek sendiri.

{Baca juga: Foxconn Siap Produksi 30 Juta Unit iPhone X}

Namun, ada rumor bahwa kemerosotan finansial pada pengujung 2018 disebabkan oleh kebijakan Apple. Seperti diketahui, Apple meminta kepada para pemasok iPhone untuk mengurangi kapasitas produksi hingga 10 persen dalam waktu tiga bulan ke depan.

Pada 2017, perusahaan asal China itu dikabarkan mengalami kerugian cukup besar pada kuartal ketiga. Angkanya mencapai USD 700 juta atau anjlok 39 persen ketimbang kuartal sebelumnya. Menariknya, iPhone X disebut-sebut sebagai biang kerok penurunan pendapatan.

Kala itu, pabrik perakit produk Apple ini mengemukakan bahwa produksi iPhone X sempat bermasalah. Mereka tidak berhasil memenuhi target produksi iPhone X karena sempat terganggu oleh keterlambatan suplai komponen. Minimnya layar OLED dari pemasok menjadi penghambat.

{Baca juga: Pendapatan Turun, Foxconn Sebut iPhone X Jadi ‘Biang Kerok’}

Foxconn hanya mampu memproduksi iPhone X sebanyak 20 juta unit saat Apple mulai menjualnya. Jumlah tersebut cuma setengah dari apa perencanaan. Namun, dampaknya, biaya operasional Foxconn terganggu. Biaya operasional naik hingga lebih dari 16 persen. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here