Para Insinyur Ciptakan Masker N95 yang Bisa Dipakai Ulang

Telset.id, Jakarta  – Para insinyur di Massachusetts Institute of Technology menciptakan masker N95 anti-corona yang bisa dipakai ulang. Dalam berinovasi, mereka bekerja sama dengan Bingham dan rumah sakit.

Saat ini, orang-orang memang dianjurkan untuk mengenakan masker lantaran pandemi virus corona tak jua mereda. Akan tetapi, masker yang tersedia cenderung hanya sekali pakai sehingga menjadi pemborosan.

Menurut laporan Ubergizmo, seperti dikutip Telset.id , Jumat (24/7/2020), para insinyur di Massachusetts Institute of Technology bermitra dengan Bingham dan rumah sakit menciptakan masker N95.

{Baca juga: Apple Sumbang 9 Juta Masker N95 untuk Tim Medis Corona}

Menariknya, masker tersebut dapat digunakan kembali atau berulang kali. Sekadar informasi, masker N95 berguna untuk melindungi kita dan orang-orang di sekitar dari potensi penularan atau terinfeksi virus corona.

Namun, masker jenis itu minim pasokan dan biasanya hanya tersedia untuk para dokter, perawat, dan staf rumah sakit. Dengan bisa digunakan kembali, masker N95 karya para insinyur akan sangat membantu dalam penghematan.

Masker N95 yang bisa dipakai ulang terbuat dari silikon dan fitur filter yang dapat diganti. Masker itu juga telah dirancang secara khusus untuk menahan proses sterilisasi beberapa kali sebelum akhirnya tak lagi bisa digunakan.

Para insinyur kini sedang menggarap versi kedua masker tersebut, yang dirancang untuk menjadi lebih tahan lama dan nyaman. Mereka akan mencari mitra manufaktur serta persetujuan dari FDA dan Institut Nasional.

{Baca juga: Masker N95 Ini Bisa Kelabui Face Unlock Smartphone Android}

Saat ini, virus corona sendiri tak dimungkiri masih menjadi momok yang menakutkan bagi hampir seluruh warga di dunia. Per hari ini (Minggu, 26/7/2020) saja, sebagaimana dilansir oleh worldometers, kasus virus corona atau Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai 16.048.101 kasus.

Dari jumlah tersebut, 641.806 pasien dilaporkan meninggal dunia dan 9.713.327 pasien telah sembuh. Ada 5.573.124 kasus aktif atau pasien dalam perawatan yang tersebar di berbagai negara. [SN/IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here