Telset.id – CEO Nvidia Jensen Huang mengeluarkan peringatan keras tentang masa depan kecerdasan buatan. Ia menyebut, jika model AI DeepSeek V4 yang akan datang berjalan sepenuhnya pada chip Huawei, itu bisa menjadi “hasil yang mengerikan” bagi Amerika Serikat.
Kekhawatiran Huang adalah sistem AI global mungkin mulai bergeser dari teknologi AS, yang dapat melemahkan kepemimpinan Amerika di bidang ini. Model DeepSeek V4 yang diharapkan hadir akhir bulan ini dilaporkan berpotensi dijalankan pada chip Ascend Huawei, menandai pergeseran besar dari ketergantungan saat ini pada GPU Nvidia.
Namun, beberapa tanda menunjukkan model tersebut mungkin masih mendukung arsitektur Blackwell terbaru Nvidia. Jika DeepSeek sepenuhnya beralih ke perangkat keras Huawei, itu akan menjadi model AI besar pertama yang keluar dari ekosistem AS.
Strategi Berbeda China dalam Pengembangan AI
Chip Huawei masih dianggap sedikit tertinggal dari alternatif AS dalam hal kekuatan komputasi mentah. Namun, China fokus pada strategi yang berbeda. Alih-alih mengandalkan chip tercanggih, perusahaan menggunakan lebih banyak chip secara bersama-sama dan meningkatkan efisiensi perangkat lunak.
Teknik seperti Mixture-of-Experts membantu meningkatkan kinerja tanpa memerlukan perangkat keras terbaik. China memiliki keunggulan utama yang mendukung pendekatan ini, termasuk kolam bakat AI yang besar dan akses ke energi yang lebih murah. Ini memungkinkan perusahaan menjalankan pengaturan komputasi masif.
Bahkan dengan chip yang lebih lemah, penggunaan banyak prosesor sekaligus dapat memberikan hasil yang kuat. Persaingan ini menyoroti kendala infrastruktur yang dihadapi industri AI secara global.
Baca Juga:
Ketegangan Meningkat dan Pergeseran Pertarungan
Situasi menjadi semakin kompleks karena ketegangan AS-China yang berkembang. Anggota parlemen di AS mendorong pembatasan yang lebih ketat terhadap perusahaan AI China. Pada saat yang sama, beberapa keputusan pasokan chip menunjukkan pelonggaran parsial, menunjukkan sinyal campuran dari pembuat kebijakan.
Ini bukan lagi hanya tentang kekuatan perangkat keras. Pertarungan nyata bergeser ke arah perangkat lunak, efisiensi, dan kontrol ekosistem. Jika DeepSeek berhasil dengan chip Huawei, itu bisa menandai titik balik dalam AI global, berpotensi membentuk kembali siapa yang memimpin industri di tahun-tahun mendatang.
Perkembangan ini juga terjadi di tengah lanskap teknologi yang dinamis, di mana perusahaan seperti Spotify mengintegrasikan AI untuk layanan baru, sementara yang lain seperti Spotify berekspansi ke pasar fisik.




