Nokia & ZTE Garap Infrastruktur 4G Smartfren

Untuk infrastruktur base transceiver station (BTS) 4G LTE-A, Smartfren menggandeng Nokia dan ZTE. (Hendra Wiradi/Telset)

Telset.id – Smartfren terus memperluas jangkauan layanan 4G LTE, yang kini telah menjangkau 85 kota di Indonesia. Dalam pengembangan jaringan 4G LTE, Smartfren menggandeng ZTE dan Nokia sebagai infrastructure partner.

Nokia akan menggarap pembangunan BTS 4G LTE di Indonesia bagian Barat yang meliputi Jabodetabek, Jawa Barat dan Sumatera. Sementara ZTE mengembangkan infrastruktur 4G Smartfren di wilayah Timur Indonesia, meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali Lombok, Kalimantan dan Sulawesi.

[Baca juga: Smartfren 4G Sudah Jangkau 85 Kota]

Saat ini Nokia telah menerapkan perangkat LTE Advanced Small Cell di Smartfren. Penggunaan perangkat ini yang pertama bagi operator 4G di Indonesia.

Keunggulan teknologi Small Cell antara lain telah memiliki fitur Evolved Node B (eNB) yang berfungsi sebagai transceiver dan juga sebagai interface dengan perangkat pengguna, memiliki kapabilitas LTE Carrier Aggregation, Smart Wifi, Internal Antena, ukuran mini dan memiliki kemampuan macro offload serta dapat digunakan sebagai hotspot atau zone.

“Di Nokia kami berusaha untuk terus melakukan inovasi. Kami senang mendukung Smartfren dalam memberikan cakupan dan layanan jaringan terbaik di kelasnya kepada pelanggan di Indonesia,” ujar Ripudaman Lamba, Head of Customer Team Smartfren di Nokia Indonesia, dalam keterangan resminya, Senin (25/1/2016).

“Setelah sukses dalam uji coba 2CA (2 Carrier Aggregation) untuk Smartfren, ZTE mengaplikasikan teknologi tersebut pada infrastruktur jaringan Smartfren, dan mampu meningkatkan pengalaman broadband kecepatan yang tinggi,” ucap Arri Marsenaldi, Head of Solutions Department PT ZTE Indonesia.

Selain mengimplementasikan 2CA, ZTE juga telah menerapkan SON (Self-Organizing Network) pada jaringan Smartfren.

SON adalah teknologi otomatis yang dirancang untuk membuat perencanaan, konfigurasi, manajemen, optimasi, dan penanganan masalah jaringan akses mobile radio secara lebih mudah dan cepat.

Dengan jaringan yang dapat mengawasi kinerjanya sendiri, masalah dapat segera diketahui dan diatasi secara otomatis. Dengan demikian, kenyamanan pelanggan menikmati jaringan 4G tidak terganggu.[HBS]

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -