πŸ“‘ Daftar Isi

Logo Meta dalam sorotan kasus denda Cambridge Analytica New Mexico

New Mexico Tuntut Meta Bayar Denda Rp40 Miliar Dolar

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Juri New Mexico memenangkan gugatan terhadap Meta terkait skandal Cambridge Analytica
  • New Mexico minta denda 35-40 miliar dolar AS, maksimal bisa capai 219 miliar dolar AS
  • Juri temukan 26 dari 29 pernyataan Meta menyesatkan dan 43 juta pelanggaran hukum konsumen
  • Meta minta denda dibatasi 3,45 miliar dolar AS, keputusan hakim akhir bulan ini

Telset.id – Meta berpotensi menanggung denda hingga 40 miliar dolar AS setelah juri di New Mexico memenangkan gugatan pemerintah negara bagian terkait skandal Cambridge Analytica. Otoritas negara bagian meminta hakim memerintahkan perusahaan membayar antara 35 miliar dolar AS hingga 40 miliar dolar AS, angka yang menurut jaksa dinilai cukup besar untuk memberi dampak nyata bagi perusahaan.

Permintaan denda ini muncul setelah juri New Mexico memutuskan bahwa Meta melanggar Unfair Practices Act negara bagian tersebut dan menyesatkan warga soal privasi mereka, termasuk cara perusahaan menangani misinformasi. Gugatan terhadap Meta sendiri diajukan New Mexico pada 2021, menuduh perusahaan menyesatkan pengguna mengenai praktik privasi datanya.

Dalam perkara ini, Cambridge Analytica, firma data politik asal Inggris, disebut memanen informasi dari lebih dari 50 juta profil Facebook tanpa persetujuan untuk kampanye iklan politik. Juri memeriksa 29 pernyataan yang dibuat perusahaan terkait isu dalam kasus ini dan menemukan 26 di antaranya menyesatkan.

Denda Capai Rp219 Miliar Dolar dan 43 Juta Pelanggaran

Berdasarkan jumlah pengguna Facebook di New Mexico yang menjadi audiens pernyataan tersebut, juri menemukan Meta melakukan 43 juta pelanggaran terhadap hukum perlindungan konsumen negara bagian. Di bawah putusan juri itu, negara bagian sebenarnya bisa meminta denda hingga 219 miliar dolar AS.

Jaksa negara bagian, Randi McGinn, menginginkan denda yang harus dibayar Meta cukup signifikan agar berdampak pada perusahaan. β€œPengadilan ini harus berbicara kepada Meta dalam satu-satunya bahasa yang dipahaminya, yaitu uang, dan nilai harga sahamnya,” ujarnya.

A logo of Meta

McGinn meyakini jumlah yang dimintanya akan bertahan di Court of Appeals bahkan jika Meta mengajukan banding. Sebagai perbandingan, putusan sebelumnya terkait keselamatan anak di New Mexico juga melibatkan Meta dalam sengketa hukum yang serius.

Meta Minta Denda Dibatasi Rp3,45 Miliar Dolar

Di sisi lain, Meta meminta pengadilan membatasi denda pada 3,45 miliar dolar AS. Perusahaan berargumen New Mexico tidak mampu membuktikan bahwa ada warganya yang benar-benar disesatkan oleh pernyataan-pernyataannya. Hakim dijadwalkan mengeluarkan keputusan pada akhir bulan ini.

Kasus ini menjadi bagian dari rangkaian persoalan hukum yang membelit Meta di New Mexico. Sebelumnya, putusan juri telah menyatakan Meta menyesatkan warga terkait privasi data. Perusahaan juga terlibat dalam proyek infrastruktur di negara bagian tersebut, termasuk pengembangan data center AI yang menggunakan energi geothermal.

Selain itu, New Mexico menjadi lokasi berbagai proyek teknologi besar, mulai dari fasilitas fusi komersial hingga proyek data center AI yang menghadapi kendala force majeure. Namun, sorotan utama tetap pada sengketa hukum antara Meta dan negara bagian terkait perlindungan data pengguna.

Keputusan hakim yang akan keluar pada akhir bulan ini akan menentukan besaran denda final yang harus dibayar Meta. Jika permintaan New Mexico dikabulkan, ini akan menjadi salah satu denda privasi data terbesar yang pernah dijatuhkan kepada perusahaan teknologi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.