📑 Daftar Isi

Logo Meta di gedung perusahaan teknologi

Meta Dihukum Bayar Tambahan Rp9 Triliun demi Keselamatan Anak di New Mexico

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Pengadilan New Mexico memerintahkan Meta membayar tambahan $567 juta ke abatement fund
  • Total kewajiban Meta mencapai $942 juta setelah denda sipil $375 juta sebelumnya
  • Hakim Bryan Biedscheid menyebut Meta sebagai public nuisance yang dampaknya bermigrasi ke dunia nyata
  • Meta wajib menerapkan perubahan keselamatan di Facebook dan Instagram, termasuk privasi default untuk pengguna di bawah 18 tahun
  • Batas waktu penggunaan 90 jam per bulan untuk remaja, larangan notifikasi pada jam tertentu
  • WhatsApp tidak termasuk dalam perubahan yang diwajibkan
  • Meta menyatakan tidak setuju dan akan mengajukan banding

Telset.id – Pengadilan New Mexico memerintahkan Meta untuk membayar tambahan dana sebesar $567 juta ke dalam abatement fund sebagai bagian dari putusan kasus keselamatan anak. Keputusan ini menyusul vonis sebelumnya yang mengharuskan perusahaan membayar $375 juta sebagai civil penalties atas pelanggaran undang-undang perlindungan konsumen negara bagian tersebut.

Hakim Bryan Biedscheid dalam putusannya menganalogikan platform Meta sebagai pabrik, konten iklan sebagai produknya, dan dampak psikologis serta eksploitasi seksual anak sebagai polusi yang dihasilkan. Menurut hakim, efek berbahaya dari aplikasi Meta terhadap anak-anak tidak hanya terbatas pada platform, melainkan juga “bermigrasi ke internet secara keseluruhan dan, yang paling mengkhawatirkan, ke dunia nyata.”

Putusan ini merupakan hasil dari fase kedua persidangan yang bertujuan menentukan apakah Meta terbukti menjadi “public nuisance” yang merugikan pengguna remaja di New Mexico. Sebelumnya pada bulan Maret, juri di New Mexico telah menemukan Meta bertanggung jawab atas pelanggaran hukum perlindungan konsumen dalam kasus yang diajukan oleh Jaksa Agung negara bagian.

Logo Meta

Jaksa Agung New Mexico Raúl Torrez menuduh perusahaan terlibat dalam eksploitasi anak dan berbagai masalah keselamatan lainnya. Meta sendiri sempat mengancam pada bulan April bahwa mereka mungkin terpaksa menutup aplikasi mereka di New Mexico jika pengadilan memihak negara bagian. Perusahaan menyebut tuntutan negara bagian begitu “memberatkan” sehingga “bisa memaksa Meta menarik seluruh aplikasinya.”

Torrez menggambarkan ancaman tersebut sebagai aksi publisitas belaka. Kini, dana tambahan yang diperintahkan untuk dibayarkan Meta akan dialokasikan untuk berbagai program, termasuk pelatihan keselamatan internet bagi guru, konselor sekolah, psikolog sekolah, dan profesional kesehatan, serta pusat kesehatan berbasis komunitas.

Selain membayar denda, pengadilan juga memerintahkan Meta untuk menerapkan perubahan dan langkah-langkah keselamatan pada Facebook dan Instagram. Namun, pengadilan menentukan bahwa WhatsApp tidak berkontribusi terhadap public nuisance sehingga perubahan yang diwajibkan tidak berlaku untuk platform tersebut.

Perubahan Keselamatan yang Wajib Diterapkan Meta

Pengadilan mewajibkan Meta untuk mempertahankan pengaturan privat sebagai default bagi pengguna di bawah 18 tahun di Instagram. Untuk pengguna Facebook di bawah 18 tahun, perusahaan juga harus membatasi daftar teman mereka secara default hanya kepada sesama pengguna di bawah umur.

Akun privat untuk pengguna di bawah umur tidak boleh muncul dalam pencarian kecuali diidentifikasi dengan nama pengguna, dan tidak dapat direkomendasikan kepada pengguna lain. Pengguna tersebut tidak dapat mengubah pengaturan default tanpa persetujuan orang tua atau wali, kecuali mereka menunjukkan bukti bahwa mereka telah berusia 18 tahun.

Platform Meta juga tidak boleh merekomendasikan akun milik pengguna di bawah 18 tahun dan harus memastikan orang dewasa yang tidak terhubung dengan pengguna di bawah umur tidak dapat mengirim pesan kepada mereka. Meta wajib menghentikan notifikasi push untuk pengguna yang sama dari pukul 22.00 hingga 07.00 setiap hari dan dari pukul 08.00 hingga 15.00 selama tahun akademik, tidak termasuk akhir pekan.

Perusahaan juga harus menyembunyikan jumlah “like” bagi pengguna di bawah 18 tahun dan menerapkan batas waktu penggunaan wajib. Secara spesifik, remaja hanya dapat menghabiskan waktu 90 jam per bulan di Facebook dan Instagram. Meta juga harus menampilkan banner informasi bagi pengguna di bawah umur sekali sehari, berisi praktik aman dan alat yang dapat digunakan untuk melaporkan perilaku serta konten yang tidak pantas.

Meskipun demikian, pengadilan tidak mengabulkan permintaan penggugat untuk mengubah algoritma Meta, meskipun argumen bahwa algoritma tersebut menciptakan lingkaran umpan balik yang berbahaya.

Tanggapan Meta dan Langkah Selanjutnya

Melalui akun X, juru bicara Meta Andy Stone menyatakan bahwa perusahaan tidak setuju dengan putusan tersebut dan akan mengajukan banding. “Kami tidak setuju dengan putusan ini dan akan mengajukan banding. Kami bekerja keras untuk menjaga keamanan orang-orang di platform kami dan telah transparan tentang tantangan dalam mengidentifikasi dan menghilangkan aktor jahat serta konten berbahaya,” tulis Stone.

Hakim Biedscheid menegaskan bahwa putusan ini tidak bertujuan untuk menutup aplikasi Meta. Sebaliknya, putusan ini dimaksudkan untuk mengatasi kerugian yang sudah terjadi. Perusahaan teknologi besar ini kini menghadapi total kewajiban pembayaran sebesar $942 juta di New Mexico, menggabungkan denda sipil dan dana abatement.

Kasus ini menjadi preseden penting dalam regulasi platform media sosial terkait keselamatan anak. Keputusan pengadilan yang menganalogikan platform digital sebagai sumber polusi sosial menunjukkan pergeseran pendekatan hukum terhadap tanggung jawab perusahaan teknologi. Meta kini harus mempersiapkan strategi banding sambil tetap mematuhi perubahan keselamatan yang diwajibkan selama proses hukum berlangsung.

Bagi pengguna di Indonesia, perkembangan kasus ini menarik untuk dicermati karena dapat memengaruhi kebijakan global Meta dalam melindungi pengguna muda. Perubahan pengaturan privasi dan fitur keamanan yang diterapkan di New Mexico berpotensi menjadi standar baru yang diterapkan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.