Negara Masih Incar Data Pengguna Facebook

Facebook SearchJAKARTA – Meski dalam laporan Facebook mengenai permintaan data pengguna oleh pemerintah di berbagai negara barat pada semester II 2014 lalu mengalami penurunan, tapi di India, Turki dan Russia, permintaannya cenderung meningkat.

Permintaan data ini merupakan upaya pemerintah di setiap negara melakukan investigasi kasus tertentu, misalnya terkait kasus perampokan dan penculikan.

Seperti dikutip dari laman Techcrunch, Selasa (17/3/2015), total permintaan pemerintah yang diterima oleh jejaring sosial terbesar ini naik dari 34.946 permintaan di semester I 2015, menjadi 35.051 permintaan antara Juli-Desember 2014.

Facebook sebagai media sosial terbesar di dunia, jadi tidak mengherankan jika banyak pihak mencari sumber informasi individu di situs ini.

Permintaan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk informasi pengguna Facebook mencapai 14.247 permintaan di semester II, turun dari 15.433 permintaan di semester I. Permintaan AS ini menjadi yang terbanyak sepanjang tahun.

India di urutan dua, dengan total permintaan 5.473 permintaan di semester II 2014. Tingginya permintaan India disebabkan adanya kebijakan negara ini untuk melakukan blokade 30 situs pada Desember lalu. Facebook hanya memberikan 45% data dari yang diinginkan India.

Permintaan dari Inggris juga turun dari 2.619 di semester I 2014 menjadi 2.366 di semester II 2014. Facebook memberikan dua pertiga data ke pemerintah Inggris.

Permintaan dari pemerintah Italia, Jerman, Brazil dan Perancis juga tinggi, tapi semuanya turun di semester II 2014. Sedangkan permintaan dari pemerintah Turki dan Russia naik. [AI/HBS]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0