Negara Ini akan Awasi Semua Pergerakan Mobil Warganya

Telset.id, Jakarta –  Perkembangan teknologi membuat pengawasan semakin mudah dilakukan, termasuk oleh negara terhadap warganya, walaupun tidak semua negara bisa menerapkan dengan alasan aturan privasi. Namun ini tidak berlaku untuk China, yang berencana mengawasi pergerakan seluruh mobil di wilayahnya dengan menggunakan identifikasi frekuensi radio (RFID).

Mulai 1 Juli, otoritas China berencana mulai mendata mobil anyar milik warga negara ekonomi terbesar dunia itu untuk diberikan label RFID yang dipasang ke kaca depan untuk melacak kendaraan tersebut, seperti dilansir engadget.com, Kamis (14/6/2018).

Sementara ini pemilik mobil lawas tidak akan dipaksa untuk mendaftar dan menempelkan RFID. Namun semua mobil anyar wajib memasangnya mulai tahun depan.

Rencana ini tak lepas dari jumlah kendaraan yang dijual di China setiap tahun mencapai 30 juta unit, sehingga akan sulit memantau lokasi sebagian besar mobil tersebut. Ketika mobil didaftarkan, sistem akan mencatat nomor plat dan warna kendaraan.

Baca juga: Di China Ada Jalur Khusus Pejalan Kaki Sambil Main Ponsel

Alat pembaca yang diletakkan di pinggir jalan akan mengambil sinyal RFID ketika mobil lewat, dan mengirim informasi tersebut ke Kementerian Keamanan Publik sebagai pelaksana proyek tersebut.

Kendati demikian pengaturan ini tidak akan memonitor posisi mobil setiap saat, seperti yang dilakukan dengan sistem GPS.

RFID memang memberikan layanan keamanan lebih handal daripada kamera keamanan yang melacak pelat nomor mobil, terutama jika ada cuaca buruk. Sistem ini juga bisa mengetahui siapa pun yang menggunakan plat nomor palsu untuk memasuki area yang dilarang diakses untuk membatasi polusi asap.

Baca juga: Startup Mobol Listrik China Ini akan Saingi Tesla

Pilot proyek RFID dimulai pada 2016 di Wuxi dan Shenzhen. Proyek terakhir itu menyimpan nomor plat dan warna kendaraan, tetapi tidak informasi pribadi lainnya. Ini membuat pemerintah dalam situs webnya menjanjikan keamanan privasi warga akan terjamin.

Pejabat terkait dilaporkan mengklaim langkah itu akan meningkatkan keamanan dan berpotensi mengurangi kemacetan.

Program ini tampaknya tidak terlalu buruk diterapkan ketika banyak kota-kota di China memiliki masalah kabut asap kendaraan.

Tetap saja ada kekhawatiran privasi dari adanya penempatan alat RFID karena China telah menambah jaringan pengawasan yang sudah cukup besar.

Apabila tujuannya hanya untuk mengurangi polusi, bukannya memantau penduduk, negeri berpenduduk 2 miliar orang itu bisa menggunakan sensor untuk menentukan arus lalu lintas dan jumlah kendaraan di daerah tertentu, tanpa mengambil informasi pribadi.

Baca juga: AS Batasi Visa Mahasiswa China yang Belajar di AS

Sebaliknya, pelacakan RFID dilakukan dengan menambah jaringan pengintai yang luas,  mencakup kamera, pengenalan wajah dan pemantauan secara online. [WS/HBS]

Sumber: Engadget

Baca juga: AS Batasi Visa Mahasiswa China yang Belajar di AS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Related Articles

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0