Telset.id – Naim dan PS Audio menghentikan produksi dua produk pemutar CD mereka, Uniti Star dan PMG Super Audio CD Transport, karena pemasok tidak lagi memproduksi komponen optical drive yang dibutuhkan. Keputusan ini menandai dampak nyata dari mengeringnya rantai pasokan komponen optik bagi industri Hi-Fi, tepat ketika penjualan media fisik seperti CD dan vinyl justru menunjukkan kebangkitan.
Banyak audiophile masih lebih memilih media fisik seperti CD dan vinyl dibanding streaming, terutama mereka yang ingin memiliki koleksi musiknya sendiri. Kondisi itu membuat penjualan media tersebut kembali naik. Namun, masalah besar justru datang dari sisi produksi: semakin sedikit optical drive yang dibuat untuk komputer mainstream, sehingga pasokan komponen kunci bagi sejumlah merek Hi-Fi ikut mengering.
Menurut laporan Headphonesty, Naim’s Uniti Star dan PS Audio’s PMG Super Audio CD Transport berhenti diproduksi karena pemasok mereka tidak lagi membuat perangkat optik yang dibutuhkan kedua unit tersebut. Kedua perusahaan pun tidak bisa dengan mudah menemukan pengganti bagi komponen yang sudah tak diproduksi itu.

PS Audio Kehabisan Stok Komponen
CEO PS Audio, Paul McGowan, menyatakan bahwa drive yang sesuai untuk PMG sudah tidak tersedia lagi. Ia juga menambahkan bahwa membangun pembaca cakram optik sendiri berada di luar kemampuan PS Audio, karena keahlian perusahaan ada di bidang elektronik dan software.
Masalah PS Audio dimulai pada Juni 2024, ketika D&M Holdings, yang memiliki Denon dan Marantz, mengumumkan akan berhenti menerima pesanan untuk mekanisme SACD/CD miliknya pada akhir bulan berikutnya. Artinya, perusahaan harus menempatkan pesanan terakhir sebelum tenggat, dengan biaya yang berlipat karena merek lain juga bergegas menumpuk stok. Hal ini kemungkinan terjadi karena D&M merupakan satu-satunya perusahaan yang memproduksi dan menjual komponen khusus tersebut ke pihak ketiga.
McGowan menyatakan bahwa Marantz telah menghentikan produksi drive SACD/CD-nya dan PS Audio telah membeli seluruh sisa inventaris terakhir perusahaan tersebut. Langkah itu membuat PS Audio mengamankan pasokan komponen terakhir yang tersedia di pasar.
Baca Juga:
Naim Hadapi Kendala Serupa
Sementara itu, tidak jelas pemasok mana yang digunakan Naim untuk Uniti Star Streaming Amplifier-nya. Namun, disebutkan bahwa perusahaan sempat mempertimbangkan pemasok alternatif untuk optical drive-nya. Sayangnya, mengganti pemasok bukan perkara mudah di lini produksi.
Pembaca media optik sering kali dibangun sebagai satu kesatuan assembly, sehingga memasang model berbeda memerlukan kode kontrol baru dan penyesuaian mekanis di dalam unit tersebut. Ketika Naim sedang mempertimbangkan cara mengintegrasikan drive pengganti ke produk Uniti Star yang sudah ada, drive alternatif itu justru juga berhenti diproduksi.
Seorang komentator di forum Naim menyebut bahwa perusahaan merakit komponen, bukan memproduksinya dari bahan mentah. Kondisi itu menjelaskan mengapa kedua perusahaan tidak bisa dengan cepat beralih ke solusi lain saat pasokan komponen optik habis.

Meski begitu, Hi-Fi CD player dan transport masih bisa dibeli hari ini. Hanya saja, unit dari Naim dan PS Audio sudah tidak tersedia alias out of stock jika ingin membelinya dalam kondisi baru. Kabar baiknya, kedua perusahaan menyimpan sejumlah komponen di inventaris mereka untuk keperluan perbaikan. Pemilik unit yang sudah ada tidak perlu khawatir sistem mahal mereka mati total hanya karena pembaca optik pada perangkatnya rusak.
Situasi ini memperlihatkan bagaimana ketergantungan pada satu pemasok komponen tertentu bisa berdampak langsung pada kelangsungan produksi sebuah produk. Ketika D&M Holdings menghentikan pesanan mekanisme SACD/CD, efeknya menjalar ke merek-merek yang selama ini mengandalkan komponen tersebut. Bagi PS Audio, langkah membeli seluruh sisa inventaris Marantz menjadi cara terakhir untuk memastikan ketersediaan komponen.
Sementara bagi Naim, kegagalan mendapatkan pemasok pengganti menunjukkan bahwa transisi ke komponen alternatif tidak sesederhana mengganti satu bagian. Diperlukan kode kontrol baru dan penyesuaian mekanis, dan ketika drive alternatif itu pun berhenti diproduksi, pilihan semakin menyempit.
Fenomena ini juga menyoroti paradoks di pasar audio. Di satu sisi, minat terhadap media fisik seperti CD dan vinyl kembali menguat karena banyak pengguna ingin memiliki musik mereka secara nyata. Di sisi lain, komponen yang membuat perangkat pemutar media fisik itu bisa berfungsi justru semakin sulit didapat.

Bagi konsumen yang masih mengandalkan CD player dan transport, keputusan Naim dan PS Audio ini menjadi pengingat bahwa ketersediaan perangkat baru tidak selalu sejalan dengan permintaan. Namun, karena kedua perusahaan tetap menyimpan komponen untuk perbaikan, pemilik unit lama masih memiliki jalur untuk mempertahankan perangkat mereka tetap berfungsi.
Perkembangan ini juga menegaskan bahwa rantai pasokan komponen optik menjadi titik rawan bagi industri Hi-Fi. Ketika produksi komponen dihentikan oleh pemasok utama, merek-merek yang tidak memproduksi sendiri komponen tersebut menghadapi keterbatasan yang sulit diatasi dalam waktu singkat. Keputusan PS Audio dan Naim untuk menghentikan produksi Uniti Star dan PMG Super Audio CD Transport pun menjadi konsekuensi langsung dari kondisi tersebut.
[PENUTUP]
Dengan berhentinya produksi Uniti Star dan PMG Super Audio CD Transport, ketersediaan unit baru dari kedua merek tersebut resmi berakhir. Namun, stok komponen yang disimpan untuk perbaikan memastikan pemilik unit lama tidak kehilangan dukungan saat pembaca optik perangkat mereka bermasalah.





Komentar
Belum ada komentar.