📑 Daftar Isi

Gubernur Texas Greg Abbott mengumumkan moratorium data center untuk audit koneksi grid listrik

Moratorium Data Center Texas: 1.800 Proyek Terhambat Audit Grid

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Gubernur Texas Greg Abbott umumkan moratorium persetujuan data center melalui PUCT dan ERCOT
  • Lebih dari 1.800 proyek tertahan, 90% merupakan data center dengan permintaan 474 gigawatt
  • Hanya 28 dari 377 perusahaan data center yang merespons survei PUCT
  • Pengaju wajib serahkan info pajak, daya, air, dampak komunitas, dan kepemilikan
  • Proyek di luar ERCOT dan yang punya listrik sendiri tidak terdampak
  • Kritik dari Komisaris Sid Miller dan lawan politik Gina Hinojosa

Telset.id – Gubernur Texas, Greg Abbott, mengumumkan moratorium persetujuan data center yang terhubung ke jaringan listrik negara bagian melalui Public Utility Commission of Texas (PUCT) dan Electric Reliability Council of Texas (ERCOT). Kebijakan ini berlaku hingga kedua lembaga menyelesaikan audit terhadap para pengaju koneksi grid.

Kebijakan ini berdampak langsung pada lebih dari 1.800 proyek yang sedang menunggu persetujuan regulator untuk terhubung ke grid. Sekitar 90 persen dari proyek tersebut merupakan data center dengan total permintaan daya mencapai 474 gigawatt, lima kali lipat dari puncak permintaan tertinggi yang pernah tercatat di ERCOT.

Menurut laporan The Texas Tribune, Abbott ingin memastikan setiap pengaju data center memberikan informasi lengkap mencakup rincian insentif pajak, penggunaan dan pembangkit listrik, penggunaan air dan operasi pendinginan, langkah pengurangan dampak komunitas, serta kepemilikan fasilitas. Pengaju yang belum menyerahkan detail tersebut tidak akan diizinkan terhubung ke grid.

“Prioritas utama kami adalah melindungi keselamatan dan kualitas hidup warga Texas,” tulis Abbott dalam pernyataannya. “Proyek apa pun yang gagal mematuhi persyaratan yang ditetapkan PUCT dan ERCOT, serta hukum negara bagian, harus ditolak koneksinya ke grid Texas. Singkatnya, warga Texas harus didahulukan.”

Kebijakan ini dipicu oleh kegagalan sejumlah data center dalam mematuhi survei PUCT untuk menentukan penggunaan air dan listrik. PUCT tercatat telah meminta 377 perusahaan data center mengirimkan informasi yang dibutuhkan, namun hanya 28 perusahaan yang merespons sejauh ini.

Texas Gov. Greg Abbott speaking on a podium

Dampak pada Proyek Data Center di Texas

Meski bukan moratorium di seluruh negara bagian, kebijakan ini tetap menghambat kemajuan banyak proyek data center yang sedang melalui proses persetujuan ERCOT. Permintaan gabungan dari aplikasi yang masuk diperkirakan mencapai 474 gigawatt, jauh lebih tinggi dari perkiraan permintaan data center pada 2035.

Namun, kebijakan ini tidak memengaruhi semua proyek. Berbeda dengan larangan menyeluruh yang diberlakukan New York, sejumlah proyek di Texas tetap bisa berjalan. Misalnya, wilayah El Paso berada di luar yurisdiksi ERCOT, sehingga pengembangan data center di sana dapat terus berlanjut tanpa hambatan. Proyek yang membawa pembangkit listrik sendiri juga tidak terdampak karena tidak perlu terhubung ke grid ERCOT.

Kebijakan Abbott ini menjadi babak terbaru dalam ketegangan antara industri data center dan kebutuhan energi di Texas. Sebelumnya, Willie Nelson Lawan data center demi melindungi kepentingan petani setempat. Sementara itu, Progres Pabrik Chip AI Tesla-SpaceX di Texas justru menunjukkan pertumbuhan industri teknologi di negara bagian tersebut.

Kritik terhadap Kebijakan Moratorium

Penentang data center menilai langkah ini belum cukup, meski sebagian mengakui ini adalah arah yang tepat. Mereka mendesak legislatif negara bagian untuk mengesahkan undang-undang yang mengatur industri ini, yang sudah menjadi industri terbesar kedua di AS setelah Virginia.

“Tanpa tindakan legislatif, arahan ini hanya omong kosong belaka — retorika politik kosong yang dibungkus basa-basi,” tulis Komisaris Sid Miller di halaman Facebook resmi Departemen Pertanian Texas. “Warga Texas butuh hukum yang tegas, bukan sekadar siaran pers lain yang dirancang untuk membuat seolah-olah ada yang dilakukan sementara proyek hyperscale terus berjalan.”

Perwakilan Negara Bagian Gina Hinojosa, lawan Abbott dalam pemilihan gubernur November 2026, memberikan kritik lebih tajam. “Senang melihat surat lain yang ditulis dengan tegas dari Abbott setelah dia dengan bangga menjadikan Texas sebagai wild west data center. Seruan ‘jeda’ dari Abbott bisa saja hanya berlangsung satu hari — dan tidak ada yang percaya,” tulisnya dalam pernyataan. “Dia telah menerima jutaan dolar dari CEO data center sambil memberikan warga Texas janji kosong tentang pembatasan yang tidak pernah ada.”

Texas data center

Kebijakan moratorium ini menyusul berbagai langkah serupa di negara bagian lain. New York sebelumnya memberlakukan larangan data center selama satu tahun untuk proyek di atas 50 megawatt. Beberapa wilayah di Texas juga telah mengambil langkah lokal, termasuk larangan data center di area pedesaan selama satu tahun setelah perusahaan AI pindah ke daerah terpencil untuk menghindari regulasi.

Perkembangan ini juga beriringan dengan meningkatnya kekhawatiran tentang konsumsi energi data center. Proyeksi menunjukkan data center akan menggunakan 20 persen pasokan listrik AS pada 2035. Sementara itu, Samsung PHK Massal di AS dan memindahkan kantor pusatnya ke Texas, menunjukkan pergeseran lanskap industri teknologi di negara bagian tersebut.

Dengan moratorium ini, Texas berusaha menyeimbangkan pertumbuhan industri data center yang masif dengan kebutuhan melindungi infrastruktur kelistrikan dan kepentingan warga. Hasil audit PUCT dan ERCOT akan menentukan arah kebijakan selanjutnya bagi ribuan proyek yang masih mengantre.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.