Telset.id – Agility Robotics memperkenalkan Digit 5, robot humanoid “general purpose” terbaru yang dirancang untuk berlutut atau menyingkir secara otomatis ketika mendeteksi keberadaan manusia di sekitarnya. Langkah ini menempatkan keselamatan pekerja sebagai prioritas utama di tengah rencana perusahaan memperluas penggunaan robot di lingkungan kerja yang sama dengan manusia.
Robot ini mengandalkan “proprietary AI algorithms” dan sejumlah sensor untuk “continuously monitor for people and take appropriate action by autonomously avoiding, stopping or assuming a seated position.” Dalam praktiknya, robot tersebut menunduk dan berlutut ketika ada manusia muncul dari balik sudut, seperti terlihat dalam video promosi pada penanda waktu sekitar 43 detik.
Digit 5 dapat secara mandiri memutuskan untuk menyingkir dari jalur manusia yang mendekat atau tetap diam jika ada orang yang melintas. “The robot was designed with a complex safe motion system that can take a variety of different mitigations depending on exactly what sort of human presence is detected,” ujar CTO Agility Robotics, Pras Velagapudi, kepada Ars Technica.
Nvidia Thor IGX dan Kemampuan Angkat 50 Pon
Digit 5 dilengkapi chip AI khusus dari Nvidia bernama Thor IGX untuk terus-menerus memantau keberadaan manusia di sekitarnya. Robot ini mengumpulkan data dari sejumlah sensor berbasis penglihatan dan menggunakan chip onboard untuk mendeteksi setiap pergerakan secara real time.
Dari sisi kemampuan fisik, Digit 5 dapat berulang kali mengangkat beban hingga 50 pon. Menurut perusahaan, kemampuan itu memberi Digit 5 “full coverage of single-person lift tasks in OSHA-regulated facilities.” Baterainya bertahan selama 90 menit, sementara pengisian penuh hanya membutuhkan sembilan menit, “enabling more than 20 hours of productive work in a 24-hour day.”

Agility Robotics telah mencatat kemajuan signifikan dalam penggunaan armada robotnya pada operasi komersial yang dijalankan perusahaan-perusahaan seperti Amazon dan Toyota. Dengan memperkuat aspek keselamatan, Agility berharap dapat memperluas daya tarik bisnisnya di sektor ini.
Pengembangan robot humanoid juga berlangsung di berbagai sektor teknologi lain, mulai dari inovasi ilmuwan UCLA hingga ekspansi infrastruktur komputasi seperti investasi data center Meta.
Seiring robot humanoid terus masuk ke tempat kerja manusia, keseriusan industri dalam menangani isu keselamatan menjadi perhatian. Robot yang berlutut ketika manusia mendekat memberi tingkat keyakinan yang lebih besar dibandingkan skenario sebaliknya.
Pendekatan Agility Robotics ini menjadi bagian dari upaya lebih luas untuk memastikan bahwa kehadiran mesin bertenaga besar di dekat manusia tidak menimbulkan risiko, termasuk potensi malfungsi, cedera, kebakaran, hingga kasus ekstrem berupa kematian.





Komentar
Belum ada komentar.