šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi konsep keamanan siber yang mewakili ancaman backdoor dari kampanye Silver Fox

Microsoft Peringatkan Serangan Silver Fox yang Menyamar sebagai Situs Unduhan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Microsoft menemukan kampanye aktif kelompok peretas China Silver Fox yang membuat situs unduhan palsu
  • Merek yang ditiru meliputi Razer, Kaspersky, Microsoft, NetEase, Baidu NetDisk, dan lainnya
  • Korban mengunduh versi berbahaya yang berfungsi sebagai backdoor untuk akses jarak jauh
  • Backdoor melemahkan Microsoft Defender, Windows Update, dan menghapus cadangan data
  • Korban mayoritas di China, meliputi sektor kesehatan, manufaktur, game, dan pemerintahan
  • Microsoft menyarankan Tamper Protection dan deteksi berbasis perilaku untuk pertahanan

Telset.id – Microsoft mengungkapkan adanya kampanye aktif dari kelompok peretas China yang dikenal sebagai Silver Fox atau Yinhu. Kampanye ini menyasar organisasi korban dengan membuat halaman unduhan palsu yang meniru sejumlah perusahaan teknologi dan perangkat lunak ternama di dunia.

Menurut laporan penelitian yang dirilis awal pekan ini, para peretas meniru halaman unduhan dari Razer, Kaspersky, Microsoft, NetEase, Baidu NetDisk, oCam ScreenRecorder, SteelSeries, Calibre, MindMaster, dan sejumlah merek lainnya. Organisasi korban yang berniat mengunduh perangkat lunak dari perusahaan-perusahaan tersebut justru mendapatkan versi berbahaya yang berfungsi sebagai backdoor.

Backdoor ini memberikan pijakan bagi penyerang untuk mempertahankan akses serta mengirim dan menerima pesan dari sistem yang terinfeksi. Setelah terpasang, backdoor membuat tugas terjadwal untuk persistensi, menyuntikkan dirinya ke dalam proses yang sah, serta melemahkan Microsoft Defender dan Windows Update.

Sekelompok peretas mengenakan hoodie hitam dengan laptop terbuka di depan mereka dengan latar belakang bendera China

Modus operandi ini menunjukkan bahwa korban yang mencari perangkat lunak dari perusahaan besar justru menjadi sasaran utama. Microsoft menyebutkan bahwa implant tersebut juga menghapus cadangan data dan memungkinkan penyerang untuk menyebarkan muatan berbahaya tambahan.

Korban Utama dan Cara Kerja Serangan

Mayoritas korban ditemukan di organisasi China, meskipun Microsoft menyebut para penyerang tampaknya menjaring target yang cukup luas. Sektor yang paling terdampak meliputi perangkat medis dan layanan kesehatan, manufaktur, game, teknologi, logistik, pemerintahan, dan pendidikan tinggi.

Penelitian Microsoft menunjukkan bahwa produk Defender miliknya berhasil mendeteksi dan mengganggu aktivitas ini di berbagai tahap serangan, termasuk melalui penahanan otomatis saat serangan berlangsung. Namun demikian, organisasi tetap disarankan untuk mengambil langkah perlindungan tambahan.

Ancaman ini mengingatkan pada risiko yang muncul dari halaman unduhan palsu. Sebelumnya, file ISO palsu juga digunakan untuk menyebarkan malware melalui situs torrent, menunjukkan bahwa penyamaran sebagai konten populer masih menjadi andalan para pelaku kejahatan siber.

Untuk melindungi sistem dari serangan Silver Fox, Microsoft menyarankan organisasi memberlakukan Tamper Protection. Fitur ini memblokir pengecualian dan penulisan registry ke Microsoft Defender bahkan ketika muatan berbahaya berjalan dengan hak akses SYSTEM.

Microsoft juga merekomendasikan para profesional keamanan untuk berburu berdasarkan perilaku, bukan nama file. Selain itu, mereka disarankan menyiapkan peringatan untuk urutan tamper serta memperlakukan arsip unduhan yang mencurigakan sebagai konten berbahaya dalam aliran web dan email.

Konsep seni yang mewakili prinsip keamanan siber

Daftar lengkap Indikator Kompromi atau Indicators of Compromise (IoC) dari kampanye ini tersedia melalui tautan yang dibagikan Microsoft dalam laporannya. Organisasi yang bergerak di sektor-sektor yang disebutkan di atas disarankan untuk segera memeriksa sistem mereka terhadap indikator tersebut.

Ancaman semacam ini menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap sumber unduhan perangkat lunak. Pola serangan yang menyamar sebagai pembaruan atau unduhan resmi juga pernah ditemukan pada malware yang mengintai di balik konten populer, sehingga pengguna perlu selalu memverifikasi keaslian situs unduhan.

Langkah verifikasi sederhana seperti memeriksa URL resmi vendor, menggunakan saluran distribusi resmi, dan memperbarui perangkat lunak keamanan secara berkala dapat membantu mengurangi risiko. Organisasi di sektor kesehatan, manufaktur, dan pemerintahan yang menjadi target utama perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap halaman unduhan yang tampak mencurigakan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.