Microsoft Kenalkan Pendidikan Berbasis Teknologi ke Guru di Jateng

Telset.id, Jakarta – Pesatnya transformasi digital menuntut dunia pendidikan untuk ikut bertransformasi. Bukan hanya teknologi, kemampuan tenaga pendidik yang mampu memanfaatkan teknologi pun tidak kalah penting untuk menyukseskan transformasi ini.

Indonesia, sebagai salah satu negara berkembang dengan tingkat penggunaan internet dan media sosial tinggi, tentunya tidak ingin ketinggalan untuk memanfaatkan teknologi yang dapat mengasah skillsets generasi muda.

Dinas Provinsi Jawa Tengah pun menjadi salah satu provinsi yang tengah mempersiapkan dunia pendidikan sebagai ujung tombak dalam menghadapi transformasi digital.

Melalui penggunaan komputasi awan, Pemerintah Jawa Tengah berupaya mendorong 70% sekolah di provinsi ini agar menjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis teknologi, sehingga calon-calon lulusannya bisa langsung bekerja atau menjadi technopreneur berkualitas.

“Kami melihat bahwa banyak sekolah di Indonesia sudah mulai mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum pelajaran. Akan tetapi, belum banyak guru yang mendapatkan pelatihan mengenai teknologi. Padahal, teknologi berkembang dengan begitu pesat. Guru memiliki banyak pilihan teknologi yang dapat mendukung terciptanya proses belajar mengajar interaktif,” jelas Benny Kusuma, Education Lead, Microsoft Indonesia.

Setali tiga uang dengan visi dan misi Microsoft untuk memberdayakan individu dan organisasi di seluruh dunia agar bisa melakukan yang lebih baik, Pemerintah Jawa Tengah pun menjalin kerjasama dengan Microsoft Indonesia untuk memajukan dunia pendidikan berbasis teknologi di Jawa Tengah.

Bentuk kerjasama ini dilakukan melalui program ‘Training on Trainers’ di mana Microsoft Indonesia bahu-membahu bersama Pemerintah Jawa Tengah untuk melatih para guru agar lebih siap dalam menghadapi era digital.

Jasman Indradno, Kepala Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Provinsi Jawa Tengah mengatakan, teknologi memainkan peranan yang krusial dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Bukan hanya mampu menjadikan proses belajar mengajar semakin menarik, teknologi juga mendorong efektivitas dan efisiensi guru serta murid.

Lebih lanjut Jasman menjelaskan, salah satu teknologi yang memainkan peranan krusial adalah teknologi komputasi awan. Komputasi awan membantu institusi pendidikan untuk menghemat biaya operasional dan mendukung terjadinya pembelajaran kolaboratif yang dapat dilakukan dari mana saja. Ke depannya, teknologi komputasi awan akan semakin meningkatkan kualitas dunia pendidikan.

Program ‘Training of Trainers’ berlangsung selama 32 jam dan dilakukan dalam jangka waktu dua hari secara tatap muka serta daring di education.microsoft.com. Adapun materi yang diberikan dalam pelatihan ini meliputi pengenalan teknologi komputasi awan serta penggunaan Office 365, Office Mix, Sway, Microsoft Educator Community, dan OneNote Class Notebook yang mampu mendorong siswa untuk belajar secara kolaboratif.

“Melalui OneNote Class Notebook misalnya, para guru dapat menciptakan satu halaman OneNote untuk setiap pelajaran yang berbeda. Mulai dari Sejarah, Matematika, hingga Bahasa Inggris. Dikarenakan sifatnya yang kolaboratif, pelajaran-pelajaran tersebut sanggup menyajikan sudut pandang pembelajaran yang berbeda di setiap kelas dan semakin meningkatkan rasa ingin tahu siswa,” jelas Jasman.

Teknologi memang tidak akan bisa menggantikan peran guru. Namun, kehadirannya mampu membuat pahlawan-pahlawan tanpa tanda jasa menjadi lebih siap menghadapi perubahan yang dinamis. (MS/HBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here