📑 Daftar Isi

Ilustrasi penipuan online dengan latar belakang jaringan digital dan ikon keamanan siber

Meta dkk Gandeng Polisi Global Berangus Sindikat Scam di Asia Tenggara

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Meta membersihkan lebih dari 1,4 juta akun, laman, dan grup penipu di Facebook dan Instagram
  • Microsoft memblokir sekitar 20.000 akun terkait jaringan scam
  • Starlink memutus koneksi ribuan perangkat satelit yang disalahgunakan
  • Coinbase membekukan aset kripto senilai lebih dari USD 3 juta (Rp 48 miliar)
  • Kepolisian Thailand meringkus 63 tersangka operator sindikat
  • Operasi dikoordinasikan oleh DOJ AS, FBI, dan aparat dari Inggris, Australia, Kanada, Selandia Baru, dan Thailand
  • Pertukaran data intelijen secara real-time menjadi kunci keberhasilan operasi

Telset.id – Perusahaan raksasa teknologi seperti Meta, Microsoft, Coinbase, hingga Starlink resmi bergandeng tangan dengan Departemen Kehakiman AS (DOJ), Kepolisian Kerajaan Thailand, dan lembaga internasional lainnya untuk memberantas sindikat penipuan online (scam) yang beroperasi di Asia Tenggara. Operasi gabungan yang dikoordinasikan dari Washington, DC dan Bangkok ini mencatat sejarah baru karena untuk pertama kalinya, industri teknologi lintas sektor bersatu menggulung kejahatan siber lintas negara langsung dari sumbernya.

Hasil operasi ini sangat signifikan. Lebih dari satu juta aset digital dan finansial milik sindikat penipu berhasil diberantas. Operasi ini diinisiasi oleh Scam Center Strike Force dari DOJ AS yang mulai bergerak sejak 18 Mei lalu. Mereka mengumpulkan para petinggi perusahaan teknologi bersama FBI, Dinas Rahasia AS, serta aparat kepolisian dari Inggris, Australia, Kanada, Selandia Baru, dan Thailand untuk bertukar data intelijen secara real-time guna memetakan pergerakan scammer.

Langkah ini sangat krusial mengingat sindikat kriminal saat ini sangat licin. Mereka biasa mengeksploitasi jutaan korban di seluruh dunia lewat modus romance scam, penipuan investasi bodong, hingga kasus kerja paksa massal di markas operasi mereka. Para penipu ini juga kerap berpindah-pindah platform untuk menghilangkan jejak.

Rincian Hasil Operasi Gabungan

Berikut adalah rincian hasil dari operasi gabungan yang melibatkan raksasa teknologi global:

  • Meta: Menyapu bersih lebih dari 1,4 juta akun, laman, dan grup penipu yang bertebaran di Facebook dan Instagram.
  • Microsoft: Memblokir sekitar 20.000 akun yang terdeteksi terkait erat dengan jaringan scam.
  • Starlink: Memutus koneksi ribuan perangkat internet satelit Starlink yang disalahgunakan di pusat-pusat markas penipuan.
  • Coinbase: Membekukan aset kripto senilai lebih dari USD 3 juta (sekitar Rp 48 miliar) dengan melacak jejak transaksi yang tidak bisa disembunyikan di blockchain.
  • Penangkapan Darat: Kepolisian Kerajaan Thailand sukses meringkus 63 orang tersangka yang diduga kuat menjadi operator di balik sindikat tersebut.

Dalam keterangan yang diterima detikINET, VP and Deputy General Counsel Meta Chris Sonderby, menegaskan kebanggaannya bisa membawa perlawanan global ini langsung ke pusat-pusat penipuan yang berbasis di Asia. “Kami bangga bisa membawa perlawanan global ini langsung ke pusat-pusat penipuan yang berbasis di Asia,” ujarnya.

Senada dengan hal itu, Letjen Pol. Jirabhop Bhuridej dari Kepolisian Kerajaan Thailand menyebut pertukaran informasi yang tepat waktu adalah kunci, karena kejahatan lintas negara tidak bisa ditangani oleh satu lembaga saja. Di ranah finansial, transparansi blockchain menjadi senjata ampuh bagi Coinbase untuk melacak aliran uang haram tersebut.

Sementara itu, SpaceX melalui Vice President Starlink Business Operations, Lauren Dreyer, menegaskan komitmen mereka memutus akses perangkat satelit yang dipakai untuk tindak kriminal. “Kami berkomitmen untuk memutus akses perangkat satelit yang dipakai untuk tindak kriminal,” tegasnya.

Berbagi Intelijen Secara Real-Time

Operasi ini diinisiasi oleh Scam Center Strike Force dari DOJ AS yang mulai bergerak sejak 18 Mei lalu. Mereka mengumpulkan para petinggi perusahaan teknologi bersama FBI, Dinas Rahasia AS, serta aparat kepolisian dari Inggris, Australia, Kanada, Selandia Baru, dan Thailand. Mereka bertukar data intelijen secara real-time untuk memetakan pergerakan scammer.

Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa ekosistem teknologi mulai bersikap tegas. Ke depannya, para raksasa teknologi dan penegak hukum dunia ini berkomitmen untuk terus melanjutkan perburuan demi melindungi keamanan pengguna internet. Meta Sembunyikan Fitur face recognition di kacamata pintar menjadi salah satu langkah yang diambil perusahaan untuk menjaga privasi pengguna.

Para penipu ini juga kerap berpindah-pindah platform untuk menghilangkan jejak. Dengan pertukaran data intelijen secara real-time, aparat dan perusahaan teknologi dapat melacak pergerakan mereka dengan lebih efektif. Meta Rilis Creator Assistant sebagai AI untuk analitik konten kreator juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memanfaatkan teknologi untuk keamanan.

Hasil operasi ini menunjukkan bahwa kerja sama antara perusahaan teknologi dan penegak hukum dapat menghasilkan dampak yang signifikan dalam memberantas kejahatan siber. Dengan lebih dari satu juta aset digital dan finansial yang berhasil diberantas, operasi ini menjadi preseden penting untuk masa depan.

Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa ekosistem teknologi mulai bersikap tegas. Ke depannya, para raksasa teknologi dan penegak hukum dunia ini berkomitmen untuk terus melanjutkan perburuan demi melindungi keamanan pengguna internet.

Komentar

Belum ada komentar.