Telset.id β Chatbot Meta AI Support Assistant disalahgunakan oleh hacker untuk mengambil alih akun Instagram, mengungkap celah keamanan serius pada fitur bantuan resmi Meta. Insiden ini terungkap setelah sejumlah pengguna melaporkan akun mereka dibobol dalam beberapa hari terakhir, termasuk akun terverifikasi milik tokoh publik dan institusi.
Fitur Meta AI Support Assistant yang diluncurkan pada Maret lalu dirancang untuk membantu pengguna me-reset password, mengaktifkan autentikasi dua faktor, dan mengembalikan akses ke akun yang diretas. Namun, alih-alih menjadi solusi, fitur ini justru menjadi pintu masuk bagi peretas untuk menyerang pengguna Instagram.
Akun Instagram @obamawhitehouse yang sudah tidak aktif sejak tahun 2017 dilaporkan menjadi salah satu korban peretasan setelah mengunggah gambar yang berisi propaganda Iran. Selain itu, hacker juga meretas akun Instagram milik U.S. Space Force Chief Master Sergeant John Bentivegna dan peritel kecantikan Sephora. Peneliti keamanan Jane Manchun Wong juga mengonfirmasi akun Instagram-nya ikut diambil alih hacker.
Baca Juga:
Kronologi Peretasan via Meta AI
Video yang beredar di X dan Telegram menunjukkan cara meretas akun Instagram menggunakan bantuan Meta AI. Hacker awalnya menggunakan VPN untuk mengubah lokasinya agar sesuai dengan lokasi akun yang menjadi sasaran, sehingga dapat menghindari deteksi perlindungan akun otomatis Instagram.
Setelah itu, hacker mulai mengobrol dengan Meta AI Support Assistant dan meminta bot tersebut untuk menambahkan alamat email baru ke akun yang disasar. Meta AI kemudian mengirimkan kode verifikasi ke alamat email yang diberikan oleh hacker, dan hacker memberikan kode verifikasi tersebut kembali ke chatbot. Meta AI kemudian menampilkan tombol untuk reset password. Hacker memasukkan password baru dan berhasil mengambil alih akun Instagram korban.
βPassword (akun saya) diubah tanpa sepengetahuan saya dan saya menerima permintaan reset password berkali-kali sepanjang hari. Dan saya berkali-kali dipaksa logout dari aplikasi IG iOS,β tulis Jane Manchun Wong dalam postingannya di X, seperti dikutip dari The Verge, Rabu (3/6/2026).
Juru bicara Meta Andy Stone mengatakan masalah ini sudah diperbaiki dan akun yang terdampak sudah diamankan. Belum diketahui berapa banyak akun Instagram yang menjadi korban peretasan ini. Insiden ini menunjukkan bagaimana ironi AI justru menjadi senjata bagi peretas.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa fitur berbasis AI, meskipun dirancang untuk membantu, dapat menjadi celah keamanan jika tidak diimplementasikan dengan hati-hati. Pengguna Instagram diimbau untuk tetap waspada dan mengaktifkan fitur keamanan tambahan seperti autentikasi dua faktor untuk melindungi akun mereka.





Komentar
Belum ada komentar.