Markiplier YouTuber pemegang saham terbesar GoPro dengan kamera GoPro Mission 1 ILS

Markiplier Jadi Pemegang Saham Terbesar GoPro dengan 8,5 Persen

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Markiplier resmi menjadi pemegang saham tunggal terbesar GoPro dengan kepemilikan 8,5 persen saham
  • YouTuber ini menilai GoPro undervalued dan berinvestasi sebagai bagian dari misi membuat pembuatan film lebih mudah diakses
  • Markiplier memuji kamera GoPro Mission 1 ILS dan membandingkannya dengan Red Komodo-X yang lebih mahal
  • Ia berencana menggunakan Mission 1 ILS untuk produksi film-film mendatang setelah merilis film fitur pertama Iron Lung
  • Marques Brownlee berkomentar tentang investasi ini di Threads, menyebutnya sebagai langkah yang jarang dilakukan
  • GoPro belum memberikan tanggapan resmi atas investasi Markiplier ini

Telset.id – YouTuber Mark “Markiplier” Fischbach resmi menjadi pemegang saham individu terbesar GoPro setelah mengakuisisi 8,5 persen saham perusahaan kamera aksi tersebut. Bloomberg melaporkan bahwa investasi ini menempatkan Markiplier di posisi pemegang saham tunggal teratas GoPro, sebuah langkah yang jarang dilakukan oleh kreator konten.

Markiplier mengungkapkan kepada Bloomberg bahwa ia menilai GoPro “sepertinya undervalued” atau dinilai terlalu rendah. Investasi ini ia anggap sebagai “bagian dari misi yang lebih besar untuk membuat pembuatan film lebih mudah diakses,” terutama setelah perilisan film fitur pertamanya yang berjudul Iron Lung pada awal tahun ini.

Investasi Strategis Markiplier di GoPro

Keputusan Markiplier untuk berinvestasi besar di GoPro bukan tanpa alasan. Dalam video yang diunggah pekan lalu, ia memuji kamera terbaru GoPro, yaitu Mission 1 ILS. Markiplier bahkan membandingkan kamera ini dengan Red Komodo-X yang harganya jauh lebih mahal. Ia menyatakan rencananya untuk menggunakan Mission 1 ILS dalam produksi film-film mendatang.

Video tersebut juga menyertakan kode afiliasi untuk kamera baru tersebut. Namun, tidak ada penyebutan mengenai keterlibatannya sebagai investor di GoPro baik dalam keterangan video maupun isi kontennya. Hal ini menunjukkan bahwa Markiplier mungkin sengaja tidak mencampurkan promosi kamera dengan pengumuman investasinya.

Baca Juga:

Fenomena kreator konten yang berinvestasi di perusahaan teknologi memang semakin marak. Beberapa YouTuber Paling Tajir telah menunjukkan bahwa pendapatan dari platform digital bisa dialokasikan untuk investasi strategis di industri yang mereka geluti.

Reaksi dari Sesama Kreator Konten

Kabar investasi Markiplier ini pun menuai beragam reaksi dari komunitas kreator. YouTuber terkenal Marques Brownlee memberikan komentar melalui unggahan di Threads dengan menyertakan cuplikan video dari Markiplier. Brownlee menulis, “Ini bukan hal yang sering saya lihat dilakukan orang, tapi kembali ke masing-masing pribadi.”

GoPro sendiri belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar terkait investasi Markiplier ini. Hingga berita ini diturunkan, perusahaan kamera aksi tersebut belum mengeluarkan pernyataan apa pun mengenai perubahan struktur kepemilikan sahamnya.

Dampak bagi Industri Kamera Aksi

Langkah Markiplier ini menarik karena ia bukan sekadar investor pasif. Sebagai kreator konten yang aktif menggunakan produk GoPro, ia memiliki pengaruh besar terhadap komunitas penggemarnya. Ketika ia memuji Mission 1 ILS dan membandingkannya dengan Red Komodo-X yang lebih mahal, hal ini bisa memengaruhi keputusan pembelian pengikutnya.

Keputusan Markiplier untuk menggunakan kamera GoPro dalam produksi film profesional juga menjadi sinyal bahwa kamera aksi kini semakin diterima di industri perfilman. Dengan latar belakangnya yang baru merilis film fitur Iron Lung, pernyataannya tentang misi membuat pembuatan film lebih mudah diakses menjadi relevan.

Koneksi antara kreator konten dan industri hiburan semakin erat. Fenomena serupa juga terlihat di industri lain, seperti yang terjadi pada The Amazing Digital Circus yang berhasil menembus 4.000 bioskop, menunjukkan bagaimana konten digital kini merambah ke ranah hiburan konvensional.

Analisis Nilai Investasi

Kepemilikan saham sebesar 8,5 persen menjadikan Markiplier sebagai pemegang saham tunggal terbesar di GoPro. Ini adalah posisi yang signifikan karena memberikan pengaruh besar dalam pengambilan keputusan perusahaan, terutama jika dibandingkan dengan investor institusional yang biasanya tersebar di berbagai portofolio.

Penilaian Markiplier bahwa GoPro undervalued menunjukkan keyakinannya terhadap potensi pertumbuhan perusahaan. Meskipun GoPro pernah mengalami masa sulit di masa lalu, perusahaan ini terus berinovasi dengan merilis produk-produk baru seperti Mission 1 ILS.

Kombinasi antara keyakinan terhadap nilai perusahaan dan penggunaan aktif produknya membuat investasi ini terlihat lebih personal dibandingkan investasi finansial biasa. Markiplier tidak hanya menaruh uangnya di GoPro, tetapi juga secara aktif mempromosikan dan menggunakan produk perusahaan tersebut.

Implikasi bagi Masa Depan GoPro

Dengan adanya pemegang saham utama yang juga merupakan kreator konten berpengaruh, GoPro berpotensi mendapatkan keuntungan ganda. Selain mendapatkan suntikan dana segar, perusahaan ini juga mendapatkan advokat yang secara organik mempromosikan produknya kepada jutaan pengikut.

Strategi pemasaran melalui afiliasi yang dilakukan Markiplier dalam video terbarunya juga bisa menjadi model kolaborasi baru antara perusahaan teknologi dan kreator konten. Pendekatan ini berbeda dengan sekadar endorsement berbayar karena melibatkan kepemilikan saham yang lebih mengikat.

Ke depannya, keterlibatan Markiplier dalam GoPro bisa membuka jalan bagi kreator konten lain untuk melakukan investasi serupa di perusahaan teknologi yang mereka gunakan sehari-hari. Ini menjadi tren baru yang patut diperhatikan oleh industri.

Bagi penggemar teknologi dan kamera, perkembangan ini menunjukkan bahwa industri kamera aksi masih memiliki masa depan yang menjanjikan. Dengan dukungan dari kreator konten berpengaruh, GoPro bisa semakin memperkuat posisinya di pasar yang semakin kompetitif.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.