Lokasi dengan Udara Terbersih di Bumi Ditemukan, di Manakah?

Telset.id, Jakarta  – Ada kabar menggembirakan, para Ilmuwan berhasil menemukan lokasi dengan udara terbersih di Bumi. Penelitian yang diterbitkan di Prosiding National Academy of Sciences menyebut, tempat itu adalah Samudra Selatan di sekitar Antartika.

Selama ini, Anda mungkin berpikir bahwa udara setiap pagi nan segar merupakan yang terbersih di Bumi. Namun, para ilmuwan dari Colorado State University menegaskan bahwa lokasi udara terbersih di Bumi tidak ada di area dekat rumah Anda.

Menurut laporan New York Post, seperti dikutip Telset, Minggu (07/06/2020), berkat beberapa kebiasaan pola iklim dan cuaca global, awan di atas Samudra Selatan masih asli. Awan di sana belum terkontaminasi oleh polusi maupun lainnya.

{Baca juga: Kualitas Udara Indonesia Membaik Imbas Virus Corona}

Asal tahu saja, manusia telah memengaruhi hampir setiap proses di planet Bumi. Anda dapat menemukan sampah di daerah paling terpencil di lautan. Plastik hanyut di pantai-pantai terpencil tempat manusia bahkan tidak bisa hidup.

Para peneliti yang mempelajari udara menemukan bahwa awan di atas Samudra Selatan tidak menunjukkan tanda-tanda terkontaminasi manusia. Tidak ada jejak bahan bakar fosil, pupuk, atau limbah manusia yang sudah terpakai di sana.

Para ilmuwan mengambil sampel dari dekat dengan permukaan laut serta dari atmosfer tinggi. Mereka mempelajari susunan mikroba yang ditemukan di udara, yang dapat memberikan petunjuk tentang di mana udara sebenarnya berada.

{Baca juga: Virus Corona Betah Berlama-lama di Udara dan Keramaian}

Mereka menemukan fakta bahwa mikroba kemungkinan besar berasal dari lautan. Dari situ, barulah para peneliti menyimpulkan bahwa Samudra Selatan yang terpencil cukup jauh dari sebagian besar peradaban manusia ternyata lolos dari banyak polusi yang dibuat oleh peradaban manusia.

“Aerosol yang mengendalikan sifat-sifat awan Samudra Selatan sangat terkait dengan proses biologis laut. Antartika terisolasi dari penyebaran mikroorganisme ke selatan dan pengendapan unsur hara dari benua selatan,” jelas para peneliti. (SN/MF)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -