Telset.id – LiveWire, merek motor listrik milik Harley-Davidson, menyatakan keraguan substansial atas kemampuannya untuk terus beroperasi sebagai entitas yang berkelanjutan atau going concern. Keraguan itu disampaikan LiveWire dalam laporan keuangannya, dengan alasan “kerugian operasional yang berulang, arus kas negatif… dan sumber likuiditas yang terbatas”. Peringatan tersebut muncul meski penjualan LiveWire naik pada kuartal ini dan merek itu menguasai 80 persen pangsa pasar di segmen EV on-road 50+ kW.
Keraguan tentang kelangsungan usaha LiveWire ini menjadi pukulan bagi ambisi elektrifikasi Harley-Davidson. Sebelumnya, LiveWire juga sempat diberitakan sebagai motor listrik terancam bangkrut di tengah tekanan finansial yang berlangsung. Kini, peringatan resmi lewat laporan keuangan menegaskan bahwa masalah keuangan LiveWire bukan sekadar isu pasar, melainkan soal kemampuan bertahan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, LiveWire membentuk “komite restrukturisasi khusus” atau special restructuring committee guna menjajaki opsi pembiayaan, penjualan, restrukturisasi, kemitraan strategis, dan opsi lainnya. LiveWire juga menarik panduan sebelumnya yang memproyeksikan kerugian operasional 2026 di kisaran US$70 juta hingga US$80 juta. Harley-Davidson sendiri memegang 74 persen saham LiveWire saat memisahkan perusahaan itu menjadi unit terpisah melalui merger SPAC pada 2022.
Komite restrukturisasi khusus LiveWire dibentuk pada 22 Oktober, dan Roy Gallagher ditunjuk sebagai chief restructuring officer. Perusahaan juga tengah mencari pembiayaan baru dan menjajaki potensi kemitraan. Penjualan juga menjadi salah satu opsi, meski perusahaan memperingatkan bahwa tidak ada satu pun dari upaya tersebut yang dijamin berhasil.
Kerugian Tetap Meski Penjualan Naik
Angka keuangan LiveWire menunjukkan jurang antara pertumbuhan penjualan dan biaya yang harus ditanggung. LiveWire melaporkan pendapatan US$7,9 juta pada kuartal ketiga, disertai kerugian bersih US$18,6 juta. Menjual lebih banyak motor belum membuat perusahaan mendekati titik menutup biayanya.
LiveWire menjual 241 motor listrik pada kuartal ketiga, naik 31 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan itu menghasilkan pendapatan US$2,7 juta, tetapi divisi motor mencatat kerugian operasional US$17 juta. STACYC, bisnis LiveWire yang menjual sepeda listrik keseimbangan dan sepeda listrik lainnya, menyumbang pendapatan US$5,2 juta. Artinya, sepeda listrik yang lebih kecil menghasilkan pendapatan hampir dua kali lipat dibanding motor yang membawa nama LiveWire.
Cadangan kas LiveWire juga menyusut tajam. Kas perusahaan turun dari US$82,8 juta pada akhir 2025 menjadi US$39,9 juta per 30 September. LiveWire memasuki kuartal terakhir dengan saldo kurang dari separuh posisi awal tahun, sambil tetap menanggung kerugian yang berlanjut. Bisnis motor LiveWire tumbuh dari basis yang masih terlalu kecil untuk menopang biaya yang ada saat ini.
Harapan dari S4 Honcho yang Lebih Murah
Peringatan soal kelangsungan usaha ini muncul justru saat LiveWire merilis seri LiveWire S4 Honcho dengan harga awal di bawah US$5.000. Perusahaan menyatakan telah mengirim unit pertama model tersebut ke pasar Amerika Serikat melalui S4 Honcho Trail, dan berencana mengirim versi S4 Honcho Street ke diler pada Oktober. LiveWire juga baru saja memperkenalkan model baru bernama Dust Spur.
Rentang S4 Honcho menawarkan titik masuk yang lebih terjangkau, dengan harga awal di bawah US$5.000. Pengiriman Trail di Amerika Serikat dimulai pada Agustus, sementara versi Street mencapai diler pada Oktober. Harga tersebut memberi LiveWire peluang menjangkau lebih banyak pengendara. Namun, apakah itu berujung pada penjualan yang cukup untuk memperbaiki kondisi keuangannya masih belum terbukti, terutama saat perusahaan membutuhkan pendanaan untuk tetap beroperasi.
LiveWire juga sempat mengeluarkan kebijakan lain untuk mendukung ekosistem kendaraan listriknya, seperti program ngecas baterai gratis untuk moge listrik Harley-Davidson. Langkah semacam ini menunjukkan upaya merek dalam menjaga daya tarik produk listriknya di tengah tekanan bisnis.
Konteks pasar menunjukkan motor listrik sebenarnya tumbuh. Pasar motor listrik tumbuh stabil selama lima tahun terakhir, dengan penjualan mencapai rekor 10,17 juta unit pada 2025. Namun, motor berbahan bakar pembakaran dalam atau ICE masih mendominasi pangsa pasar dengan hampir 88 persen penjualan pada 2024, menurut Mordor Intelligence. Sebagian besar pertumbuhan pasar terkonsentrasi di Asia Tenggara dan Afrika, kawasan yang masing-masing mencatat pertumbuhan 83 persen dan 86,9 persen pada 2025. Pasar Amerika Utara tumbuh 27 persen pada tahun lalu.
Di sisi lain, Harley-Davidson juga memiliki lini sepeda listrik yang sempat menjadi perhatian, seperti yang pernah dibahas dalam artikel tentang sepeda listrik Harley-Davidson. Namun, fokus utama LiveWire tetap pada motor listrik yang menjadi identitas merek tersebut.
Tanggal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah 9 November. LiveWire memperkirakan akan menyampaikan pembaruan yang lebih lengkap mengenai posisi keuangannya dan rencana perusahaan pada tanggal tersebut. Sampai saat itu, peringatan going concern menjadi sinyal bahwa pertumbuhan penjualan belum cukup menutup beban operasional LiveWire.



Komentar
Belum ada komentar.