📑 Daftar Isi

Kunci pintar Level Lock Plus yang kompatibel dengan Apple Home Key dan Matter

Level Home Tutup, PHK Massal Karyawan Seusai Diakuisisi Assa Abloy

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Assa Abloy melakukan PHK massal terhadap mayoritas staf Level Home.
  • CEO John Martin dan CTO Ken Goto hengkang bersama sebagian besar tim teknik.
  • Bisnis Level Home digabungkan ke dalam Kwikset, merek smart lock lain milik Assa Abloy.
  • Hanya segelintir karyawan inti yang dipertahankan untuk proyek terakhir.
  • Kekhawatiran muncul tentang kelangsungan layanan cloud dan dukungan untuk pengguna aktif.
  • Kunci yang sudah upgrade ke Matter atau Apple HomeKit tetap berfungsi lokal.

Telset.id – Nasib buruk menimpa Level Home, perusahaan smart lock yang dikenal dengan desain deadbolt tradisional berteknologi canggih. Assa Abloy, perusahaan induk asal Swedia, telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap mayoritas staf Level Home dan menggabungkan bisnisnya ke dalam Kwikset.

Keputusan ini diungkap oleh seorang sumber yang mengetahui langsung restrukturisasi tersebut kepada The Verge. Sumber yang meminta anonimitas karena terkena PHK ini membagikan rekaman audio rapat di mana Peter Boriskin, CTO Assa Abloy North America, dan Kimberly Cummins, kepala HR North America, memberitahu staf bahwa posisi mereka dihapuskan efektif segera.

“sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis Level yang lebih besar,” demikian pernyataan dalam rekaman tersebut. Sebuah unggahan LinkedIn dari mantan karyawan juga mengonfirmasi gelombang PHK ini. Langkah ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai masa depan produk dan layanan Level Home bagi para penggunanya.

Menurut sumber tersebut, Assa Abloy yang mengakuisisi Level Home pada tahun 2024, mentransfer seluruh aset Level Home ke Kwikset, perusahaan smart lock lain yang juga dimiliki Assa Abloy. Dampaknya sangat signifikan, di mana CEO John Martin dan CTO Ken Goto — dua pendiri perusahaan — ikut hengkang bersama sebagian besar tim teknik.

Hanya segelintir karyawan inti yang dipertahankan, semata-mata untuk menyelesaikan peluncuran produk yang akan datang untuk manajemen kunci multi-keluarga. “Saya pikir konsumen harus tahu bahwa Assa Abloy tidak dilengkapi untuk mempertahankan basis pelanggan,” kata sumber tersebut kepada The Verge, seraya menambahkan bahwa perusahaan memiliki ratusan ribu pengguna aktif.

Dampak PHK Massal Level Home

Keputusan Assa Abloy ini tentu memicu kekhawatiran di kalangan pengguna setia Level Home. Dengan kepergian para pendiri dan sebagian besar tim teknik, kelangsungan inovasi dan dukungan untuk produk yang ada menjadi tanda tanya besar. Pengguna mungkin bertanya-tanya apakah fitur-fitur andalan seperti aplikasi, buka kunci otomatis (auto-unlock), dan sensor status pintu akan terus berfungsi dengan baik.

Situasi ini mengingatkan kita pada pentingnya mempertimbangkan ekosistem dan stabilitas perusahaan saat membeli perangkat pintar. Bagi yang sedang mempertimbangkan investasi di perangkat rumah pintar, mungkin ada baiknya melihat panduan memilih smartphone untuk memahami prinsip memilih perangkat yang tetap bernilai dalam jangka panjang, meskipun konteksnya berbeda.

Dalam sebuah pernyataan kepada The Verge, Assa Abloy mengonfirmasi bahwa Level Home telah mengalami “restrukturisasi baru-baru ini” namun membantah telah menutup perusahaan tersebut. “Perusahaan terus beroperasi sebagai bisnis di dalam ASSA ABLOY, dan kami akan terus mengembangkan serta menjual platform dan perangkat keras Level Lock,” tulis Rebecca Samuel, direktur komunikasi dan branding, Amerika, dalam email.

Selain itu, ia mengatakan bahwa hal ini tidak akan mempengaruhi dukungan pelanggan atau pengguna. “Kami tetap berkomitmen penuh untuk memberikan tingkat dukungan tertinggi dan melanjutkan investasi kami di kategori smart lock.” Namun, pernyataan ini kontras dengan kenyataan di lapangan pasca PHK massal yang terjadi.

Masa Depan Layanan Level Lock

Salah satu kekhawatiran terbesar adalah kelangsungan layanan cloud Level Home. Laporan keuangan Assa Abloy terbaru menunjukkan penjualan yang menurun di segmen residensial Amerika Utara. Jika layanan cloud Level dihentikan, pengguna bisa kehilangan akses ke fitur-fitur penting dari lini Level Lock, seperti aplikasi, auto-unlock, dan sensing status pintu.

Sumber tersebut mengatakan, ada kemungkinan Assa Abloy bisa memperbarui kunci untuk menghilangkan ketergantungan pada server Level. Namun, hal itu akan melibatkan “banyak kerumitan” yang mungkin tidak ingin dihadapi oleh perusahaan induk. Ini menjadi pelajaran berharga bagi konsumen tentang risiko membeli perangkat yang sangat bergantung pada layanan cloud perusahaan.

Kabar baiknya, kunci Level yang sudah ditingkatkan ke Matter atau ditambahkan ke Apple HomeKit akan tetap mendukung fungsi buka kunci dan kunci dasar melalui platform tersebut. Koneksi ini beroperasi secara lokal, bukan melalui cloud Level. Tentu saja, kunci juga akan tetap berfungsi dengan kunci fisik. Untuk pengguna yang ingin memahami lebih dalam tentang ekosistem rumah pintar, informasi soal cara smartwatch deteksi sleep apnea bisa menjadi contoh bagaimana teknologi terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.

Keputusan Assa Abloy untuk merestrukturisasi Level Home secara drastis ini menunjukkan betapa kerasnya persaingan di industri smart lock. Perusahaan induk tampaknya lebih memilih untuk memfokuskan sumber daya pada merek yang sudah mapan seperti Kwikset daripada terus mengembangkan Level Home secara mandiri. Bagi para penggemar teknologi, situasi ini mungkin mirip dengan dinamika yang terjadi di industri lain, seperti yang terlihat pada Samsung terapkan biaya berlangganan SmartThings API, di mana model bisnis terus beradaptasi.

Dengan kepergian para pendiri dan tim inti, inovasi produk Level Home di masa depan patut dipertanyakan. Meskipun Assa Abloy berjanji akan terus menjual platform Level Lock, kemampuan mereka untuk mengembangkannya tanpa tim teknik asli menjadi sorotan. Pengguna setia Level Home kini berada dalam posisi menunggu dan melihat, berharap bahwa janji dukungan dari Assa Abloy benar-benar ditepati.

Kisah Level Home menjadi pengingat bahwa di dunia teknologi, akuisisi tidak selalu berakhir bahagia. Bagi konsumen, ini adalah risiko yang harus dipertimbangkan saat berinvestasi pada ekosistem perangkat pintar. Ke depannya, transparansi dari perusahaan induk mengenai peta jalan produk dan dukungan jangka panjang akan menjadi semakin krusial.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.