Lenovo Cetak 500 Developer Muda Lewat Dicoding Academy

Dicoding
Kiri ke kanan, Narendra Wicaksono (Co-founder Dicoding), Miranda Vania Warokka (MBG Marketing Manager Lenovo Indonesia), Muhammad Neil El Himam (Direktur Fasilitasi Infrastruktur Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK)

Telset.id, Jakarta – Saat ini teknologi Virtual Reality (VR) merupakan salah satu tren teknologi yang ditawarkan oleh para pemain di industri teknologi, termasuk Lenovo.

Keseriusan Lenovo dalam menggarap teknologi VR ini juga bukan isapan jempol belaka, karena mereka sudah mengusung teknologi bernama TheatherMax yang disematkan pada dua smartphone andalannya yakni Lenovo Vibe K4 Note dan Lenovo Vibe K5 Plus.

Maka dari itulah, demi mengembangkan teknologi TheatherMax, akhirnya Lenovo bekerja sama dengan platform pengembang lokal Dicoding untuk membina para developer muda di Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, melalui Program Pendidikan Lenovo, mereka memberikan beasiswa sebesar Rp 100 juta untuk nantinya disalurkan kepada 500 orang developer muda nan berbakat asli Indonesia demi meningkatkan kemampuannya dalam Dicoding Academy.

[Baca Juga: Jangan Hanya Jadi Pasar, Jadilah Pemain di Negeri Sendiri]

Sekedar informasi, sebenarnya Lenovo sudah dua kali mengadakan program ini. Dua program tersebut memang ditujukan untuk smartphone yang mengusung teknologi VR karena pada program pertama, program dimaksudkan untuk Vibe K4 Note. Sedangkan program kedua dikhususkan untuk Vibe K5 Note.

“Dari setiap program, Lenovo mengambil 5 aplikasi terbaik sebagai pemenangnya,” ujar Miranda Vania Warokka, MBG Marketing Manager Lenovo Indonesia di Jakarta, Kamis (13/10/2016).

Pada Program Pendidikan Lenovo, kelas yang ditawarkan oleh Dicoding Academy juga beragam, seperti Belajar Membangun Game Android HTML 5, Belajar Membangun Game Multi-Platform, Belajar Membangun Aplikasi Android Native Bagian I, dan Belajar Membangun Aplikasi Android Native Bagian II. [FHP/HBS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here