Ledakan Bintang Dahsyat Bisa Hambat Evolusi Kehidupan

Ledakan Bintang Evolusi Kehidupan

Telset.id, Jakarta – Sebuah studi baru menunjukkan bahwa ledakan bintang yang dahsyat bisa menjadi tantangan serius bagi asal mula dan evolusi kehidupan di sekitar alam semesta.

Ledakan bintang melepaskan radiasi ultraviolet (UV) dalam jumlah besar, yang tidak hanya secara langsung berbahaya bagi evolusi kehidupan, tetapi juga dapat menghilangkan atmosfer planet.

Masalah-masalah itu khususnya untuk dunia yang mengitari bintang katai merah, bintang kecil dan redup yang membentuk sekitar 75 persen dari populasi bintang galaksi Bima Sakti.

Sebagai permulaan, seperti dikutip Telset.id dari Space, Minggu (11/10/2020), katai merah diketahui lebih aktif daripada bintang mirip matahari, terutama saat berusia masih muda.

{Baca juga: Miliaran “Planet Jahat” Melayang Tanpa Terikat dengan Bintang}

Karena setiap katai merah sangat redup, “zona layak huni” dengan rentang jarak orbit di mana air cair stabil di permukaan dunia jauh lebih dekat daripada bintang seperti matahari kita.

Studi baru membantu menyempurnakan kerangka tersebut. Para peneliti menghitung kemungkinan emisi UV yang dihasilkan oleh superflare katai merah serta beban radiasi yang diserap.

“Kami menemukan planet yang mengorbit bintang muda mengalami tingkat radiasi UV yang menghalangi kehidupan meski mikro-organisme bertahan,” kata penulis utama studi, Ward Howard.

Howard dan koleganya mengukur suhu 42 semburan api yang dipancarkan oleh 27 katai merah. Mereka melakukannya dengan menganalisis pengamatan yang dilakukan secara bersamaan.

Sebelumnya, dilaporkan para peneliti di Kyoto University dan National Astronomical Observatory of Japan mendeteksi 12 Superflare Raksasa atau Suar Bintang di AD Leonis, Kurcaci Merah berjarak 16 tahun cahaya.

Sebagai informasi, satu tahun cahaya, yang mengukur jarak di ruang angkasa, sama dengan enam triliun mil.

Katai Merah adalah Bintang terkecil dan paling berlimpah di galaksi kita. Mereka juga Bintang yang berumur panjang.

{Baca juga: Superflare Raksasa Terlihat di Bintang Terdekat, Pertanda Apa?}

Menurut para ahli via teleskop, satu Suar Matahari yang terlihat di AD Leonis adalah 20 kali lebih besar dari Suar yang dipancarkan oleh Matahari kita sendiri.

“Suar Matahari adalah ledakan mendadak yang berasal dari permukaan Bintang. Pada kesempatan langka, Superflare yang sangat besar akan terjadi dan mengakibatkan badai magnet besar,” jelas penulis Kosuke Namekata.

Kosuke Namekata melanjutkan, analisis para peneliti tentang Superflare menghasilkan beberapa data menarik untuk dipelajari. (SN/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here