telset

Lazada jadi E-Commerce Favorit untuk Beli Ponsel Baru

Telset.id, Jakarta – Lazada terpilih menjadi e-commerce favorit konsumen Indonesia untuk beli ponsel baru. Menurut riset Counterpoint Research, hampir 50% penjualan smartphone secara online di Indonesia pada Q2-2020 terjadi di Lazada.

Lazada menjadi e-commerce favorit untuk belanja ponsel pintar terbaru mengalahkan platform lainnya, seperti Shopee dan Tokopedia dengan persentase masing-masing sebesar 24% dan 15%.

Counterpoint juga mencatat, Xiaomi menjadi merek yang paling banyak dicari di e-commerce pada Q2-2020 dengan pangsa pasar 40%. Disusul Realme dan Samsung yang juga populer dengan market share 33% dan 10%.

{Baca juga: Gara-gara Covid-19, Penjualan Smartphone Global Turun 20,4%}

“Xiaomi muncul sebagai pemimpin dalam penjualan saluran online dengan pangsa 40%,” jelas Tarun Pathak, Associate Director Counterpoint.

Selama pandemi Covid-19 di Indonesia, penjualan smartphone secara online justru meningkat. Penjualan ponsel pintar secara daring tumbuh 70% secara year-on-year (yoy) dan 7% secara quarter-on-quarter (qoq) selama Q2-2020.

Selain itu, pangsa pasar ponsel pintar secara online juga mencapai titik tertinggi sepanjang masa dengan raihan 19% selama Q2-2020, dibandingkan kuartal yang sama di tahun lalu sebesar 9%.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Terbaru}

“Lonjakan ini terutama disebabkan oleh kebutuhan akan jarak sosial yang dipicu oleh Covid-19 dan strategi pemasaran inovatif seperti berbelanja melalui WhatsApp,” tutur Tanvi Sarma, Research Associate Counterpoint.

“Tren belanja online ini diharapkan terus tumbuh karena platform e-commerce semakin besar dalam kegiatan promosi,” tambahnya.

{Baca juga: Trafik E-Commerce Naik 50% Selama Pandemi Covid-19}

Diprediksi, penjualan smartphone dan industri e-commerce akan terus bertumbuh berkat kehadiran aplikasi dompet digital yang semakin memudahkan transaksi pembayaran.

“Industri e-commerce telah melihat pertumbuhan besar dalam tiga bulan ini, berkat Covid-19. E-wallet seperti Ovo dan GoPay menjadi lebih umum karena pembayaran digital menggantikan uang tunai,” pungkas Pathak. (NM/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0